Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Fenomena Musim Nikah : Untuk Temanku yang Kebelet Nikah

5 min read

Memasuki wilayah musim nikah, banyak banget yang nge upload postingan kondangan di nikahan teman, ucapan selamat, bahkan dirinya sendiri yang nikah. Katanya ada beberapa bulan -yang entah itu dalam tradisi islam atau jawa- dianggap baik untuk menikah, aku juga kurang tahu pastinya. Tapi ya… menurutku semua bulan ya bagus untuk menikah.

Beralih dari kepercayaan tersebut, menanggapi fenomena musim nikah ini akhirnya banyak timbul “hasrat atau keinginan” dari teman-teman lain yang belum menikah, untuk segera melangsungkan akad dengan pujaan hati alias jadi kebelet nikah. Biasanya sih banyak banget yang pengen, tapi gaada calonnya ya? hahahaha.

oiya, foto yang aku jadikan gambar di artikel ini itu salah satu judul bab dari buku “Woeman Relationship” Karya mbak Audian Laili. Bagus bangett bukunya, dijamin deh.

Sebelum itu, aku membuat artikel ini bukan bermaksud menggurui atau mendoktrin. Toh aku sendiri juga belum menikah. Aku hanya ingin berbagi dari perspektifku sebagai pengamat, orang yang sering lihat dark side pernikahan, serta pengalamanku sebagai anak orang tuaku, yang tentunya sudah menikah -ya iya lah wkwkwk-

Tipe-Tipe Orang Belum Menikah

Sebelum menyampaikan pesanku kepada kawan-kawanku sang pujangga yang mendambakan pernikahan, berikut akan aku sampaikan tipe-tipe orang belum menikah. Silahkan kalian analisa, kalian termasuk yang mana

Siap dan Pengen Menikah

Kalau tipe yang satu ini saya ucapkan Alhamdulillah. Secara lahir dan batin sudah siap menghadapi kehidupan menikah. Baik itu secara mental, pikiran, finansial, maupun lainnya. Serta dari kesiapannya timbul keinginan untuk segera melaksanakan akad.

Kebanyakan orang yang seperti ini pasti sudah memiliki calon, tinggal menunggu waktu yang katanya tepat saja. Kalau belum pun, pasti seger dicari hahaha.

Siap dan Belum Pengen Menikah

Untuk tipe ini, biasanya dia tidak sadar kalau sebenarnya dia sudah siap untuk menikah. Istilahnya semuanya sudah dimiliki, kecuali tambatan hati, eaak. Akhirnya belum ada keinginan untuk mencapai jenjang pernikahan.

Biasanya orang-orang seperti ini, masih terfokus dengan bidang yang lain. Seperti hobi, karir, ataupun yang lainnya. Tentu tidak ada yang salah untuk menjadi tipe ini,

toh menikah itu bukan balapan yang harus cepet-cepetan kan?

Belum Siap dan Belum Pengen Menikah

Jika mau cari contoh siapa, ya saya lah contoh dari tipe ini huahahahah. Tipe seperti ini merasa dirinya hanya butiran debu -eh kok alay banget-. ya merasa masih banyak hal yang belum dipersiapkan. Seperti pengetahuan, finansial, mental, dan tentunya belum mempunyai gebetan wkwkwk.

Dan poin pentingnya, tipe ini sadar, bahwa dia belum mempunyai kesiapan tersebut. Sehingga masih belum ada keinginan untuk menikah. Masih ingin belajar dan mempersiapkan lebih banyak lagi

Belum Siap tapi Pengen Buanget Menikah

Nah ininih yang paling bahaya, siapa yang masuk tipe ini hayo?

Tipe ini biasanya gak sadar kalau dia belum siap menikah, jadi ya akhirnya pengen buanget gitu seperti orang-orang yang sudah foto ala-ala pamer cincin di jari manis. Padahal, belum tentu jika diposisinya, dia mampu melakukannya.

Membedah Fakta Kenapa Banyak yang Kebelet Nikah Padahal Terkadang Belum Saatnya

Dari tipe golongan yang keempat, terkadang beberapa orang -seperti saya- bingung kenapa kok mereka puengen banget nikah. Berikut adalah beberapa fakta yang saya peroleh kenapa begitu adanya :

Pengen Segera Kemana-Mana Ada Gandengan

Ini ibaratnya main reason atau alasan utama kenapa orang-orang tersebut sangat pengen buaaanget nikah. Sudah bosan dengan kesendirian katanya, gamau pacaran juga katanya, maunya langsung nikah aja.

aku gak pengen bahas ya halal haramnya pacaran di sini wkwkwk.

Gini loh, memangnya apa yang salah dengan kesendirian? Apakah kalian masih gak bisa merasakan keenjoyan sendiri? atau kalau gak gitu, kalau cuman pengen gandengan, kenapa gak mengajak temen aja? kalau bosen, ya ngajak temen lainnya kan bisa?

“Tapi kan kalau sama pasangan kan bedaaa ross???”

iya kah? kalian tahu dari mana? toh sama-sama belum menikah. Dari orang lain yang udah menikah? Yah kan itu cerita-cerita orang aja, setiap pernikahan kan akan menimbulkan cerita yangberbeda juga…

Pengen Ada yang Membiayai Hidup

Nah untuk alasan yang satu ini biasanya kebanyakan ciwi-ciwi nih. Dengan dalih “biaya hidup banyak” akhirnya pengen nikah aja, biar bisa dihidupin oleh pak suami

Hey kalian para perempuan, kalian itu udah menyusahkan orang tua belasan bahkan puluhan tahun, sekarang mau menyusahkan anak orang. Apa gak bisa usaha sendiri? selemah itukah perempuan? aku rasa tidak

Jika alsannya seperti ini, ada banyak solusi yang logis kok. Yaitu Cari Uang Sayang, kerja. Kamu bisa mencoba jualan di onlineshop, kerja sebagai freelancer atau yang lainnya. Plis, dengan nikah bukan berarti keuanganmu tercukupi… justru seharusnya lebih banyak beban keuangan,

kecuali kalo suamimu crazy rich.

Pengen Uwuw Seperti Orang-Orang di Sosial Media

Memang sosial media itu memiliki peran yang luar biasa terhadap kehidupan kita semua, termasuk dalam hal ini. Ada pula aku temui orang-orang yang pengen nikah hanya karena ingin menuruti standar orang-orang di sosial media.

Tapi nih, standar di sosial media itu gak akan berhenti. Pasti akan terus naik, dan naik. Kamu tidak akan puas dengan menurutinya, lebih baik fokus pada kebahagiaan dirimu sendiri saja.

Pengen Ada yang Perhatian

Simple banget saranku untuk yang model seperti ini :

Pakek alarm kan bisa? pengingat google? atau aplikasi pengingat lainnya?

atau teman mu? keluargamu? Pastikan mereka benar-benar tidak memperhatikanmu atau jangan-jangan kamu yang menolak perhatian mereka?

Capek, Mau Nikah Aja

Nah biasanya ini juga banyak diucapkan oleh teman-teman perempuanku seperjuangan. Atau laki-laki juga ada? Capek dengan tugas kuliah, pekerjaan, atau masalah hidup lainnya.

Sebenarnya apa sih, korelasi nikah dengan masalah yang terjamin selesai itu? Coba beritahu aku

Kalau capek, ya istrahat bentar. Jangan nugas mulu, istirahatkan mata kalau perlu hatimu itu, eh. Jangan ujug-ujug nikah.

Kamu kira nikah itu semudah nggoreng dadar? kalau kamu nikah juga masih bisa capek kok sayang, jadi sama aja. Bahkan terkadang lebih rumit masalah setelah pernikahan.

Kok tahu ros, ah kamu sok tahu?

Lah aku kan juga punya orang tua, mereka udah menikah. Toh bisa capek tuh mreka, bahkan tiap hati. Masalah juga silih berganti menimpa kehidupan mereka meskipun sudah menikah.

Untuk Teman-Temanku yang Kebelet Nikah, Tolong Banget Perhatikan Hal Ini Sebelum Menikah

Sebelum kalian meneruskan halu kalian yang kebelet banget nikah itu, tolong banget perhatikan beberapa hal ini, aku sedikit maksa deh. Aku pengen memberitahu kalian, khiduoan seindah nikah itu gak semudah itu teman-temanku tersayang

Pernikahan, Bukan Hanya tentang Akad atau resepsinya

Untuk teman-temanku tersayang, menikah itu bukan hanya tentang akad atau resepsinya. bukan tentang foto uwuw uwuw dengan gaun atau jas yang kece serta bahagia dengan senyum lebar pada kamera. Kemudian memposting di sosial media. Apalagi di musim nikah seperti ini, pasti banjir bangett foto atau video berseliweran.

menikah adalah hari-hari setelah itu sayang, bagaimana kamu hidup dengan suamimu atau istrimu setelahnya. Bagaimana kalian mengambil keputusan terhadap sesuatu dan hidup bersama. Itu sangatlah bukan mudah.

Menyatukan Dua Keluarga, Bukan Kamu dan Doi saja

Tidak seperti jaman pacaran atau pedekate yang hanya tentang kalian berdua. Menikah adalah tentang dua keluarga. Keluarga besarmu dan keluarga besarnya.

Jadi pastikan keluarga kalian cocok, atau kalau tidak begitu kamu tahu bagaimana menghadapi keluarga pasangan. Banyak loh masalah yang akan tibul gara-gara ketidak cocokan ini. Percaya deh, aku sudah tahu banyak contohnya…

Jadi jangan terburu-buru ya, kalau bisa bangun chemistry dahulu di antara keluarga kalian, eaak.

Perhatikan Kesiapan Mental dan Pengetahuan, Penting !

Ini penting banget loh, kalian nanti itu ketika menikah, akan menjalani kehidupan dengan orang baru. Orang yag awalya bukan siapa-siapa, tiba-tiba bisa jadi lengket tiap hari.

Menyiapkan mental itu perlu. Mental menerima keburukan pasangan yang baru kalian ketahui saat berumah tangga atau hal yang lainnya. Percaya deh, kalian harus bener-bener siap.

Selain itu, kalian juga harus melek terhadap berbagai ilmu untuk kehidupan berumah tangga kelak. bagaimana membina kehidupan rumah tangga yang baik, menjadi oang tua, mengelolah keuangan, dan halin sebagainya. Bener deh meskipun bisa dipelajari sambil mengalir, tpi apa salahnya menyiapkan lebih awal ?

Jangan Hanya Siap Menikah, Tapi Siap Menjadi Orang Tua

Nah ini nih yang sering luput dari pemikiran banyak orang. Sudah siap menikah tapi tidak siap menjadi orang tua. Percaya deh, kesiapan ini sangat penting untuk kehidupan anak-anak kalian kelak.

Orang tua yang tidak siap memiliki anak, akhirnya akan terpaku dengan kehidupannya sendiri saat menjadi anak dahulu. Dia akan memperlakukan anaknya seperti apa yang ingin dia lakukan pada dirinya di masa yang lalu, padahal setiapzaman itu berbeda… berbeda pula perlakuannya

Orang tua yang tidak memiliki kesiapan juga terkadang memiliki potensi besar untuk mengabaikan anak, kurang meguruinya, dan lain-lain. Sehingga masa depan anak akan terbengkalai.

Jangan Meremehkan Masalah Finansial

Memang menikah itu ibadah, dan memperlancar jalan rezeki, tapi kalau bondo nekat kan sama saja dengan ceroboh? Bukankah Tuhan membenci perlakuan yang seperti itu?

Meskipun nanti setelah menikah kalian tinggal di rumah orang tua, minimal kalian memiliki tabungan sendiri lah untuk membeli barang-barang pribadi. lalu apa bedanya sebelum nikah dan sesudahnya kalau seperti itu. Seperti ngajak nginep temen lawan jenis aja dong?

Selain itu kesiaan finansial sangatlah penting jika terjadi suatu masalah besar yang menimpa, meskipun tidak ada yang menginginkannya terjadi. Waspada itu perlu.

Aku tidak ingin lah membicarakan biaya mahar, akad, maupun resepsi, kalian sangat bisa kok melakukannya dengan sederhana. Tapi, untuk beli nasi satu minggu aja deh, bisa gak?

Pengen Dicintai dan Mencintai Orang Lain? Sudah Mencintai diri sendiri belum?

Udah cuman mau tanya gitu doang, self love itu penting banget loh

Jadi bagaimana, masih kebelet nikah? kalau iya, alasan kalian apa? dari aku, yang terlalu banyak mengetahui darkside hubungan tersebut, sampai terkadang takut memikirkannya.

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *