Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Harus Banget Ya Produktif Saat Pandemi?

3 min read

Produktif Saat Pandemi

Dengan adanya pandemi covid-19 ini, rasa rasanya ada dua kosa kata yang sering lewat di sosial media ku dan digaung-gaungkan secara terus menerus, yaitu work From Home dan Produktif. Disini aku mau bahas yang kedua aja ya, yaitu produktif. Banyak banget postingan yang menggaungkan kata produktif sampai-sampai banyak seminar online yang mengangkat tema “produktif dikala pandemi”.

Memangnya harus banget ya produktif saat pandemi ini? Jawabanku tentunya harus lah. Tapi sebelum kalian mendebatku, Apa harus produktif setiap saat? Apa harus sama produktifmu dengan orang lain? jawabanku sih tidak harus.

Mengapa kok begitu? sebentar aku mau kita back to basic dulu ya, yaitu lihat definisi di KBBI, wkwkwk. Produktif menurut KBBI yaitu 1.bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar), 2. mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya); menguntungkan, 3. mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru. Nah jadi boleh kan kalau aku simpulkan dengan bahasaku sendiri bahwa :

Menjadi produktif adalah dengan melakukan kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat ataupun mendapatkan suatu hal baru (baik itu fisik, maupun secara keilmuan) yang bermanfaat bagi diri sendiri ataupun bahkan bagi orang lain.

Lanjut nih, mengapa sih kok aku berargumen kalau kita tidak harus produktif setiap saat? Jika kembali ke definisi produktif tadi, berarti untuk dikatakan produktif kita harus menghasilkan output kan dari kegiatan kita? minimal kita mampu mendapat hal baru dan itu bermanfaat. Nah untuk menghasilkan sesuatu ini, pasti ada prosesnya. Meskipun katanya “jangan nilai dari hasilnya dong, tapi nilai dari prosesnya”, lah kalau dibalikkan ke definisi produktif, selama dia gak menghasilkan atau mendapat sesuatu, berarti dia belum bisa dong dikatakan tidak produktif. Kalau aku sih menyebutnya “Sok Sibuk”.

Nah apa hubungannya emang dengan tidak harus produktif setiap saat? Proses untuk menghasilkan sesuatu kadang tidak mudah bukan? harus ada usaha yang lebih, minimal usaha untuk melawan gravitasi kasur yang maunya kita rebahan terus, wkwkwkwk. Usaha ini diantaraya meliputi usaha untuk berpikir, melibatkan otak kita. Kita tahu bahwa otak kita juga gak bisa dipaksa berpikir keras terus-menerus bukan?

kasih jeda lah untuk beristirahat. Lagi pula, untuk menjadi produktif, salah satunya kita harus tahu kapan waktunya kita untuk beristirahat, agar tidak kecapekan dan malah sesuatu yang dihasilkan tidak optimal. Nanti jatuhnya ke sok sibuk lagi wkwkwk.

Lagi pula, di era pandemi ini, kita tidak bisa bertemu dengan orang lain. Tingkat depresi menyerang lebih mudah daripada ketika kita bisa bertemu dengan banyak orang sebelum pandemi menyerang. Nanti kalau kita mengejar target terus untuk produktif setiap saat, bisa bisa lebih mudah sakit dan depresi loh..

Jika kalian tetap kekeuh pengen produktif setiap saat, atau kalian kaum rebahan yang ingin mencari pembenaran bahwa rebahan juga bisa jadi hal produktif.. simak-simak tweet dari mbak @iimfahima yang membekas di benakku

“Kamu tetep harus produktif dan punya skill baru saat karantina, kata para motivator. Ngga juga sih. Kamu boleh jenuh, lelah bahkan merasa terpuruk. It’s ok not to be ok. kalaupun ada 1 skill yang mesti dipelajari, mungkin skill itu adalah how to be at peace with yourself. Don’t make yourself a project. Kita semua bisa keluar dari kondisi sekarang dalam kondisi sehat saja, itu sudah lebih dari cukup”

twitter @iimfahima

Nah, jadi minimal dengan adanya pandemi ini, kita bisa menghasilkan 1 hal yang dapat bermanfaat bagi kita sendiri yaitu : cara berdamai dengan diri sendiri :). Disini mbak iim juga menekankan bahwa kita itu bukan project, yang bener-bener harus mencapai target tertentu dalam periode tertentu. Kita ini manusia, bukan robot. Menentukan target boleh, tapi jangan di perbudak. Kita perlu menikmati kanan-kiri hidup dengan keindahan dan kesedihannya. Berusaha boleh, tapi jangan lupa menikmatinya.

Lanjut yah, apa keproduktifan kita harus sama dengan orang lain? tadi aku katakan tidak. Kita berhak sepenuhnya untuk mempelajari sesuatu yang kita inginkan dan berbeda dengan orang lain. Kita berhak sepenuhnya untuk fokus belajar menulis, atau memasak, mengikuti webinar, atau bahkan mengikuti lomba-lomba online saat pandemi. Kita berhak sepenuhnya untuk berbeda dari orang lain yaa… Karena aku juga paham, dengan adanya era pandemi ini, insecurities kita juga diuji dengan melihat sosial media orang lain yang “kok di era pandemi dia bisa aja ya ikut lomba sana-sini, kok bisa ya belajar masak gitu, kok bisa ya berkebun, dan kok bisa-kokbisa yang lainnya”.

Hey dude, look at yourself first, gak ada salahnya kan mereka seperti itu? dan lebih gak ada salahnya lagi kalau kamu tidak tertarik seperti mereka. Gak ada salahnya kamu gak tertarik belajar berkebun, tidak tertarik belajar memasak, bahkan tidak tertarik mengikuti lomba-lomba. Mungkin belum waktunya dan belum ada minat saja. Minimal kamu kan sudah melakukan hal yang kamu anggap produktif kan? kamu sudah mau menyempatkan diri untuk belajar hal baru, meneruskan menulis, belajar memasak, atau bahkan belajar berdamai dengan diri sendiri. Jangan membanding-bandingin diri terus dong, kamu itu udah hebat, mereka memang bagimu hebat, tapi mereka ga bisa kok kalau jadi kamu, percaya deh.

Lagi pula nih, kalau kamu ngebet banget pengen sama kayak orang lain. Kamu pengen bisa hal ini, pengen bisa hal itu dan lain-lain. Gak papa, semangat mu bagus. Tapi jangan sampai jatuhnya seperti poin pertema tadi yaaa, kamu kecapaian terus jadi sakit deh. Atau malahkamu gak bisa menghasilkan sesuatu yang optimal, jadinya malah sok sibuk. Santay aja lah… yang penting itu jaga kesehatan mu.

Last nih, jangan muluk-muluk deh mendefinisikan produktif itu apa. Kalian bangun tidur, bersihin kamar dan langsung mandi itu juga bisa disebut produktif kok, hasilnya apa? ya badan dan kamar kalian bersih. bantu orang tua dengan cuci piring, nyapu, atau bahkan sekadar menyiapkan makan itu juga termasuk produktif kok. bahkan nonton drma korea dengan subtittle inggris itu juga bisa disebut produktif karena kalian jadi mengasah kemampuan bahasa iggris bukan? Jangan sok mendefinsikan produktif itu harus mengikuti lomba dan sebagainya, selama kalian memperoleh suatu hasil yang baik dan kalian menikmatinya, ya itu sudah termasuk produktif kok.

Stay Healthy semuanya, salam !

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *