Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Ketika Viralitas Diatas Kemanusiaan

2 min read

Artikel ini hanya sebagai sedikit tanggapan penulis terhadap kasus yang menjadi perbincangan jagad sosial media akhir-akhir ini, yaitu seorang youtuber yang memberi bingkisan sampah berkedok bungkus mie kardusan kepada seorang tranpuan, yang akhirnya membuat muntab banyak orang, namun sekarang lagi viral juga nih yang orang-orang yang membenarkan hal yang dilakukan youtuber tersebut, ah aku sih tidak heran.

Kalau ditanya aku termasuk golongan mana, tentu lah termasuk golongan yang MUNTAB LAH :(. Jika youtuber tersebut berkedok agama, yaitu tidak setuju dengan adanya transpuan alias waria di bulan yang penuh suci ini. Saya juga bisa menyampaikannya dengan kedok agama, lah sudah tau kalau ini bulan yang penuh rahmat dan semua amal akan dilipatgandakan, kok ya malah berbuat keburukan dengan mengerjai orang lain dan menyebarkan kebencian? Ditambah lagi ini masa nya pandemi kala semua pekerjaan dan usaha mendapatkan makan itu susah, kok malah mengerjai orang lain berkedok memberi makanan? di gruduk warga dan ditangkap polisi kan akhirnya? muehehe.

Sebenarnya jika kita perhatikan cuplikan videonya yang sudah beredar di berbagai akun itu, ucapan si transpuan nyatanya dikabulkan Tuhan juga. Dalam suatu scene video tersebut, salah satu transpuan bilang “Jazakumullah”. Kita tahu itu adalah salah satu kosa kata arab yang artinya “Semoga Allah membalasmu”. Lucu dan beruntungnya, si transpuan tersebut tidak menyebutkan kalimat utuhnya yaitu “Jazakumullah khoiron” yang artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”, untungnya hanya disebut “Jazakumullah” jadinya yaa si youtuber mendapatkan dampaknya kan sekarang? gimana rasanya dihujat segeruduk netizen setelah menghujat segelintir orang yang berusaha mencari kerja di bulan suci dan pandemi ini?

Ah aku juga tak mau terlalu melilit bahas dalam perspektif agama, nanti dikira saya sok alim atau ilmu saya kurang, hehe. Mungkin jika membahas sila pertama pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa terlalu tinggi buat saya, maka marilah saya turun satu tingkat, yaitu membahas ke sila kedua, “Kemanusiaan yang Beradab”.

Nah kalau ini sih gausa banyak omong, intinya “Adab nya itu loh mana?”. Dalam cuplikan tersebut, para transpuan yang diberi bingkisan pun tetap mengucapkan terimakasih, tetap sopan kepada si youtuber dan tidak berburuk sangka. Jika diawal kalian mengatakan bahwa menjadi transpuan itu perilaku yang bejat atau rusak, maka bisa aku katakan bahwa se bejat bejatnya manusia, dia masih bisa sopan dan berterimakasih kepada orang yang mau memperlakukan mereka dengan baik.

Ditambah lagi ini itu lagi masanya pandemi, masa di mana ada suatu virus kecil, tidak terlihat kasat mata, yang sedang menyerang hampir seluruh belahan dunia. Kita sebagai manusia yang menjadi sasaran serangan ini mbok ya harusnya saling bekerja sama, bahu membahu,menjadi agen agar virus ini cepat sirna dari peradaban. Minimal kalau tidak bisa galang dana dan menjadi volunteer dari tenaga medis itu ya rebahan aja gitu di rumah, gausa menebar kebencian seperti ini. Sudah tersebarnya wabah semakin meluas, ini malah ditambahi bumbu bumbu kebencian, kapan ini selesainya ?

Bisa kita bayangkan, si transpuan tersebut setelah mendapat bingkisan tersebut langsung pulang ke rumah dan tidak melanjutkan “ngamen”nya karena merasa “medapatkan rizeki yang berlebih”, lalu bingkisannya baru di buka ketika menjelang sahur untuk makan, eh ternyata hanya sampah, akhirnya dia tidak bisa makan sahur dan tidak bisa bersemangat bekerja pada siang harinya. Adabnya itu loh mana?:((((

Tadinya saya mau nyindir ke ranah agama sekali lagi, katanya sebaik baik manusia itu yang bermanfaat bagi orang lain? lah kok ini malah seperti itu, tapi tak usah lah, saya takut ilmu saya kurang, hehe.

Lalu semua ini kenapa sih? saat viralitas diatas kemanusiaan, karena menurutku memang lingkungan kita lebih sering ke notice aksi-aksi yang nyeleneh dan gempar daripada aksi yang meneduhkan pikiran. Iya iya meskipun gak semuanya begitu. Tapi dari sini, kita tahu bahwa sebagai manusia, jiwa kompetensi dan ingin “tampil” kita sepertinya sudah di didik sejak kecil. Anak yang mendapat rinking 1 akan mendapatkan ucapan riuh gembira dan hadiah buku, tapi anak yang menolong temannya terjatuh hanya mendapatkan ucapan terimakasih, bahkan kadang dihujat juga karena dikira dia temannya jatuh, wkwkwkwk.

Tidak, tidak, aku tidak akan menyalahkan dunia pendidikan. Hanya lingkungan kita saja, yang nyatanya untuk mendapatkan lingkungan yang baik bagi saya itu butuh perjuangan, butuh suatu usaha pencairan, ya mungkin lingkungan yang seperti itu bukan previlej bagi ku ~

Sebenarnya tidak sekali dua kali bukan kasus serupan ini terjadi? melakukan keburukan demi terkenal di jagad sosial media agar di notice para netizen, padahal masih banyak aksi baik yang bisa dilakukan. Ya karena kita tipikalnya lebih gampang naik pitam dan menikkan rating “keterkenalan” mereka lewat sosial media daripada berujar terimakasih terhadap aksi baik yang tersebar.(mungkin bisa aku katakan aku juga? karena dengan aku menulis ini aku semakin membuat si youtuber semakin terkenal, ah sudahlah wkwkwkw aku juga naik pitam).

Tapi aku ucapkan selamat kepada jiwa-jiwa yang memiliki rasa kemanusiaan, setidaknya mereka masih ada dan banyak daintara jiwa-jiwa yang menyebarkan kebencian. Semoga semakin kesini, semakin kita sadar akan perbedaan, semakin bisa yah kita bertoleransi:) gak capek apa berdebat akan semua perbedaan terus menerus? gak capek apa?:( kan lebih enak hidup bertolernsi diantara berbagi keberagaman, biar bisa tahu apa sih enak dan gaenaknya jadi orang lain itu, sebelum dengan mudahnya kita menghujat dan menebar kebencian.

Terimakaih, salam kemanusiaan.

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

One Reply to “Ketika Viralitas Diatas Kemanusiaan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *