Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Memulai (yang Katanya) Resolusi 2021

4 min read

2021

Pada awal tahun 2021 ini, tentu teman-teman pasti sudah banyak memiliki resolusi. Ada yang ingin lulus kuliah tahun ini, ada yang sudah mau menikah, atau ada yang sedang fokus ingin memperkaya diri sendiri dan keluarga.

Maka izinkan saya untuk berbagi pula suatu resolusi yang mungkin “umum” namun banyak dilupakan oleh sebagian orang. Siapa tah resolusi-resolusi berikut ini akan bermanfaat bagi kalian semua, khususnya bagi saya yang menulis artikel ini.

Mungkin resolusi yang saya tulis di bawah ini, meskipun terkesan umum, namun bagi saya ini adalah suatu resolusi yang sangat intim dan mendalam bagi saya. Memang tidak cukup waktu satu tahun untuk mewujudkannya, namun saya harap saya bisa satu tahap lebih baik daripada tahun 2020.

Jadi, marilah saya mengajak teman-teman masuk kepada ruang 2021 dengan beberapa doa serta resolusi berikut ini.

Beberapa Resolusi yang (Saya Harap) Bisa Wujudkan Di Tahun 2021

Resolusi di bawah ini mungkin akan terkesan berat untuk langsung berhasil diwujudkan. Tapi saya tetap percaya pada diri sendiri, minimal dengan saya membagikannya kepada teman-teman, menjadi suatu tanggung jawab saya untuk terus mengingatnya dan mengaplikasikannya.

Fokus Pada Tujuan Utama yang Ingin Diraih Diri Sendiri

Pada tahun 2021, sudah satu perlima (mau lebih sedikit) abad usia saya. Banyak yang dialami hingga sampai di titik ini. Namun dari segala hal tersebut, entah kenapa yang paling terpikir di pikiran saya adalah “Saya Sering Mengikuti Ucapan Serta Kehendak Orang Lain”

Beberapa tahun lalu merupakan suatu dobrakan bagi saya dalam menentukan pilihan sendiri. Namun saya tetap berharap, di tahun ini dan seterusnya, saya tetap bisa fokus pada hal-hal yang benar ingin saya raih, bukan hal yang ingin orang lain lihat saya meraihnya.

Dua puluh tahun, mau lebih, tentu sangat lelah mengikuti keinginan orang lain. Bertahan pada pilihan diri sendiri adalah hal yang susah namun juga seru bagi saya. Saya harap tahun ini, serta kedepannya bisa terus mempertahankannya.

Beberapa teman bilang, saya idealismenya tinggi, ada pula yang bilang saya keras kepala. Namun semua idealisme tersebut nyatanya banyak yang saya simpan sendiri. Realita seperti menghabisi saya sehabis-habisnya. Mengurung semua mimpi tersebut menjadi suatu angan-angan belaka.

Saya harap di tahun 2021, saya memiliki banyak kesempatan untuk mewujudkan segala hal dan resolusi yang ingin saya benar-benar raih. Entah orang lain menyukainya atau tidak. Saya terkadang lelah mendengar kata orang lain untuk kebahagiaan saya.

Saya juga harap teman-teman di tahun ini juga demikian. Mari bersama-sama mewujudkan tujuan kita masing-masing. Terserah mereka mau bilang apa,

Tidak Ingin Berekspetasi Pada Orang Lain

Tahun 2020 benar-benar menghabisi saya dengan kata-kata pengharapan. Rasa-rasanya beberapa harapan saya benar-benar dileburkan pada tahun itu. Saya seperti sedang digilas oleh pemikiran sendiri. Dicapekkan batinnya untuk memikirkan harapan-harapan yang berujung pada kekecewaan.

Kemudian setelah saya pikir, itu memang salah saya. Salah saya yang di usia hampir dewasa itu masih tidak mempercayai diri sendiri di nomer satu. Selalu mengharapkan lebih-lebih pada orang lain. Ketika jatuh dari harapan itu pun saya sadar, bahwa saya yang salah.

Namun sesadar-sadarnya saya bahwa saya yang salah, saya tetap kecewa. Kecewa terhadap harapan atau ekspetasi yang sudah saya bangun sendiri. Rasanya banyak waktu yang jika saya pikir, terbuang sia-sia hanya karena memikirkan kekecewaan.

Ketika sedih itupun saya masih berpikir, saya harus menyalahkan siapa. Apakah harus menyalahkan diri saya sendiri yang terlalu berekspetasi pada orang lain, padahal diri saya sendiri adalah satu-satunya yang berjuang dan menemani melewati masa itu. Atau saya menyalahkan orang lain yang jelas-jelas tidak salah karena mereka hanya melakukan sesuai keinginan mereka, bukan ekspetasi saya.

Sehingga, meskipun berat, di tahun ini saya benar-benar ingin lepas dari ekspetasi berlebihan terhadap orang lain. Iya, sangat berat melakukannya, namun setidaknya saya sadar untuk memulainya, entah bagaimanapun hasil akhirnya nanti. Saya harus tetap percaya pada diri saya sendiri, bahwa saya bisa melakukannya.

Berusaha Segera Menyadari Emosi Negatif

Entah kenapa, di tahun 2020 saya merasa “ada saja hal negatif atau masalah yang menyerang”. Setelah hal itu datang, biasanya saya berlarut-larut memikirkannya, kemudian meninggalkan hal-hal penting yang seharusnya saya lakukan, atau tidak fokus mengerjakannya.

Saya terlalu berlarut-larut dalam emosi negatif, mungkin hampir setiap hari. Tentu itu sangat menyita waktu dan bahkan membuat saya kesal sendiri terhadapnya.

Saya kemudian sadar, memang tidak salah emosi negatif itu hadir. Namun tentu saya harus berusaha segera menyadarinya. Mengetahui hal-hal yang menyebabkannya, serta menghindari hal-hal tersebut agar bisa meminimalisasi emosi saya.

Saya sadar bahwa memberikan waktu emosi negatif untuk keluar adalah suatu hal yang wajib. Sehingga akhirnya saya suka jalan-jalan sendiri, merenung, atau bahkan menangis. Namun saya harap di tahun ini, saya bisa memberikan jeda emosi negatif itu datang sehingga tidak akan terlalu mengganggu rutinitas saya.

Jikalau datang, maka saya harap saya segera menyadarinya dan memberikan waktu untuknya pergi dengan segera. Saya tidak ingin menlak kehadirannya, namun saya harap mereka tidak hadir dan merusak rutinitas serta hal-hal baik yang saya miliki. Saya harap, bisa dan akan terus berusaha untuk mengaturnya.

Berfokus Mendekap Orang-Orang Terdekat, Serta Melepaskan yang Ingin Pergi

Pada tahun-tahun sebelumnya, saya selalu suka berinteraksi dengan banyak orang. menambah relasi bagi saya adalah hal yang begitu menguntungkan. Dimansa saya dapat belajar banyak hal dari mereka, dan semoga begitu pula sebailknya.

Namun tahun 2020 telah mengajarkan saya, bahwa saya juga tidak boleh terus melupakan orang-orang yang ada di dekat saya demi meraih orang-orang baru yang bahkan belum pasti mau benar-benar menemani saya atau tidak.

Di tahun 2021 ini, saya ingin berfokus menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat saya. Karena merekalah yang pada akhirnya akan menemani saya ketika saya susah, maupun senang. Mereka memang bukan orang pertama yang akan bersorak ketika saya meraih suatu hal yang menggembirakan, tapi merekalah tempat saya bernaung ketika saya kesusahan, serta dengan legowo mempersilahkan saya masuk dengan segala keluh kesah.

Bukan berarti saya tertutup dengan orang baru, namun saya hanya tidak ingin, orang-orang terdekat saya menghilang, karena saya kurang memperhatikan mereka.

Namun saya juga tidak ingin terlalu memaksakan orang untuk menjadi kawan atau orang-orang yang mau di samping saya lagi. Saya sudah lelah terlihat pantas diterima di segala lingkungan. Jika memang mereka tidak cocok dengan saya, maka saya sangat mebukakan pintu lebar bagi mereka untuk pergi.

Namun saya harap, dengan perginya mereka, memang akan membawa dampak positif pada kedua belah pihak.

Menyadari, untuk Selalu Bersyukur Dan Percaya Terhadap Hal Baik yang Akan Datang

Di tahun 2020, dimana setiap orang rasanya sedang “survive dengan keadaan masing-masing”, saya belajar bahwa

Good Things Come When Good Times

Saya memang seorang pemikir, sering sekali mempertanyakan kenapa hal itu harus berakhir seperti ini, dan semacamnya. Saya selalu merutuki keputusan yang saya ambil di masa lalu, dan merasa hal tersebut tidak tepat.

Terkadang saya mempertanyakan

“Kenapa harus seperti ini”

“kenapa saya diberi hal yang seperti ini”

Ternyata saya saja yang terlalu suuzon dengan Tuhan. Padahal Tuhan selalu menerima keluh kesah saya, namun saya masih belum sepenuhnya mempercayainya.

Di tahun ini dan seterusnya, saya berharap bahwa saya tetap bisa berpegang teguh pada prinsip ini. mempercayakan semua hasil kepada Tuhan, percaya bahwa akan ada suatu hal baik nantinya. Sekeras apapun cobaan yang mengenai kita.

Ternyata ada suatu titik di tahun 2020, yang membuat saya menyadari bahwa hal baik memang akan datang di waktu yang baik. Saya tidak tahu kapan itu waktu yang baik, serta hal baik apa yang dimaksudkan Tuhan. Namun ternyata hal itu memang benar-benar nyata.

Kata teman saya :

Kalau ada cobaan, ya dicobain

Jadi saya harap, apapun yang menerpa saya, saya segera sadar memang hal tersebut sudah sewajarnya datang. Saya hanya cukup menyelesaikannya dengan sebaik ungkin, serta tetap percaya pada Tuhan tidak akan meninggalkan saya sendirian.

Hal baik pasti datang, ketika kamu siap menerimanya…..

Namun ketika hal baik itu sadar, jangan terlalu terlena pula. Hal buruk juga akan menyusul di kemudian hari. Jadi ya…. Nikmati Prosesnya…

Jadi bagaimana dengan resolusi 2021 mu teman? aku berharap kita selalu mempunyai tujuan untuk diraih, namun tidak terlalu kaku terhadapnya…

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *