Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Menjadi Tidak Insecure : Pelajaran Seumur Hidup

2 min read

Insecure, Sebagian besar dari kita pasti sudah mengenal arti kata tersebut. Tapi mari saya bahas dari awal, mulai dari definisinya.

Insecure merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris, yang sekarang rasanya sudah menjadi sangat bisa menjadi kosa kata baru dalam bahasa indonesia karena sering digunakan. Jika di terjemahkan, insecure artinya tidak aman. Perasaan tidak aman, yang bisa diakibatkan oleh banyak hal yaitu merasa “kurang”, merasa “tidak cukup”, merasa “tidak bagus”, atau perasaan negatif lainnya.

Contohnya seperti : “Kurang cantik” , “Kurang tinggi”, “Kurang manis”, “Kurang bening”, “Kurang glowing”, maupun kurang kurang yang lainnya. Atau bisa “kok gemuk banget” “kok tembem banget” “kok gini si” “kok gitu”, dan kok-kok yang lainnya yang membuat keamanan, kenyamanan kita terusik, sehingga kita jadinya overthinking.

Sebagai perempuan, tentu saya akan membahas dari perspektif perempuan saja. Sebenarnya saya penasaran bagaiamana laki-laki bisa insecure juga? mungkin para lelaki yang baca ini bisa menulis di kolom komentar bagaiaman contoh ungkapan yang membuat insecure laki-laki, hehe.

Saya secara pribadi juga baru menyadari, ternyata jika dikategorikan merasa insecure, saya sudah merasa itu sejak kecil, bahkan mungkin sampai sekarang tapi tidak terlalu banyak (karena saya sudah terlalu biasa). Dulu saya kecil termasuk anak yang gemuk, dan lingkungan kita tidak semua menerima bahwa orang yang memiliki berat badan berlebih adalah “cantik”. Gigi saya juga bisa saya katakan kurang sempurna, sehingga saya pernah di kawat, dan ternyata itu adalah puncat insecurities saya. Teman-teman selalu memperhatikan saya (saat itu saya kelas 6 MI dan berlanjut ke kelas 1 SMP). Lingkungan rumah saya pun semakin memupuk keinsecure an saya sendiri waktu itu. Sehingga saya semakin tidak percaya diri. Saya pun saat itu tidak berani senyum melihatkan gigi, baru berani saat SMA kelas 2, saat saya sadar bahwa semua itu tidak penting, wkwkwkwk.

Tapi bukan berarti dengan itu, insecure saya masih hilang. Menjadi tidak insecure adalah pelajaran seumur hidup. Ada naik turunnya. Bukan begitu para perempuan? kadang kita percaya diri dengan diri kita, kadang kita sangat tidak percaya diri karena beberapa hal. Media sekarang semakin mendukung ke insecure an itu sendiri. Dengan adanya influencer, model dan idola yang disetting media harus “glowing dan good looking”, kadang membuat kita berpikir terlalu jauh dan kurang bersyukur.

Kembali lagi ke rasa insecure, tidak hanya disebabkan oleh penampilan kok. Bisa juga disebabkan oleh pencapaian maupun previlege yang telah dan sedang ddapatkan orang lain. Mungkin ini insecure yang lebih banyak saya alami, daripada insecure terhadap penampilan. Kadang kita tidak percaya diri pada diri kita karena kita melihat orang lain sudah terlampau tinggi untuk kita, mereka sudah terlalu hebat sehingga kita tidak ada apa-apanya. Kita adalah debu, sedangkan mereka istana pasirnya. Perbandingan-perbandingan itu yang kemudian mengusik pikiran kita, membuat kita tidak nyaman, tidak aman. Membuat kita insecure, insecure, dan insecure.

Padahal kita tahu, kita tidak bisa membandingkan diri kita dengan orang lain, siapapun itu. Bahkan orang tua kita sendiri. Karena lingkungannya sudah berbeda, faktor A-Z nya sudah sangat berbeda, sehingga membandingkan pada hasil akhir saja tentu akan sangat tidak mungkin bisa sama. Kita tidak bisa menjadi mereka dan mereka tidak bisa menjadi kita. Bukan begitu? aku yakin kalian semua pasti sudah tahu teori ini, tapi kalau sudah telanjur merasa insecure, ya lhaarrr semua teorinya luntur. Iya kan ?

saya juga sering kecolongan, dan sering merasa insecure untuk kesekian kalinya. Makanya diawal saya katakan bahwa menjadi tidak insecure adalah pelajaran seumur hidup. Ada naik-turunnya. Harus selalu di stabilkan, agar tidak goyah, dan tersungkur nantinya.

Terus gimana kalau sudah insecure ? kalau aku terkadang memilih untuk menutup sumber ke insecure an itu, dan take a breath. merenung sebentar, dan meyakinkan diri sekali lagi. Aku akan berbagi prinsip yang jadi quotes favoritku saat SMP dan SMA :

Whatever and whoever we are, we are amazing in our own way.

Tapi yaaa, saya tetap sering insecure , hehe. Tapi ketika insecure, serasa saya punya ritual pribadi untuk menangani itu. Bukan berlebihan men, kesehatan jiwa itu lebih penting daripada mengikuti semua hal yang menjadi trending di media, percayalah.

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *