Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

The Power of Nyinyirnya Netizen +62

4 min read

Nyinyir terus

Sebelumnya saya membuat artikel ini hanya karena jengah dengan fenomena belakangan ini yang terjadi. Meskipun sedang menjalani PSBB, menuju persiapan new normal dan sedang #dirumahaja, nyinyirnya netizen pun masih bebas bahkan bisa dikatakan lebih bebas dari sebelumnya meluncur di dunia maya. Ya mungkin karena mereka gabut, gaada kerjaan, jadi ya daripada nganggur mending nyinyirin orang, wkwkwk.

Saya tak habis pikir, tinggi sekali IQ netizen indonesia ini. Bagaimana tidak, ada saja fenomena yang dikritisi. Ciri-ciri orang cerdas kan bisa berpikir kreatif, bukan begitu? Dari prince martin, #Blacklivematter, sampai kepada lagu kekeyi yang barusan liris. Ada-ada saja, lucu lucu pula…

Sampai katanya, dimanapun forumnya, kalau sudah ada netizen +62, wuh pasti rame sudah itu. Meskipun di instagram artis luar negeri, kalau sudah ada netizen +62 nimbrung, hati-hati ya! salah serang bisa muncul pasukan berbondong-bondong yang akan menyerang anda balik wkwkwkwk. Memang begitu powerfull netizen +62 ini.

Powerful gimana sih? untuk menjawab pertanyaan ini, aku akan mencoba membahas fenomena ini satu persatu..

Fenomena Nyinyirnya Netizen di Media

Yang pertama yaitu fenomena prince martin. Sebenarnya ini sudah lama sih ya, tapi aku ikutan gemes aja gitu. Bukan nyinyir mungkin lebih tepatnya komen-komen di instagramnya si prince, tapi “memalukan”. Ya kalau ngefans itu ya harga dirinya itu dibawa gituloh, jangan terus di gadaikan juga dengan dalih cinta idola. Lagian sensasinya apa sih habis komen seperti itu? apa ada perasaan lega kayak habis memarahi doi yang selingkuh, atau nangis karena diputus cinta? minimal kalau mau komen seperti itu ya sebatas curhat sama temen-temen dekat ka gapapa, kan aku sebagai saudara se-perempuan kalian ikut malu, huhu. Katanya women supporting women?, tapi kalau women nya yang mau disupport kayak gitu, yang ada malah kekompakan yang toxic dong? (apa itu kekompakan toxic? cek di artikel saya terdahulu xoxo, klik disini untuk tahu artikelnya).

Ternyata tak sebatas memalukan, mereka juga nyinyirin si doinya prince. Padahal si doi gak salah apa-apa, apa jadi doi orang yang bahkan gak bisa kalian miliki itu salah, hah? Aku tahu kalian ini lagi halu, tapi tolonglah halunya yang berlebihan itu disalurkan untuk hal yang lain mungkin bisa bermanfaat. Seperti donasi misalnya (kapan-kapan mungkin ada donasi halu yang bisa di uangkan, pasti banyak yang nyumbang).

Kedua, yaitu kasus #Blacklivematter, sebelumnya aku menaruh simpati banyak terhadap kasus ini, semoga kasus intoleransi ras ini dapat segera diselesaikan dan kita bisa sadar pentingnya hidup toleransi. Tapi, se simpatik-simpatik apapun, jika sudah kena netizen +62, pasti bisa dipelintir kemana-mana ye kan?, wkwkwk. Jika ada influencer besar yang tidak menyuarakan isu ini, pasti dibilang “pengecut” atau tidak berani. Ketika sudah menyuarakan pun, masih pula dicari-cari kesalahannya. Kemarin yang aku ketahui ada dua influencer yang membahas isu ini, akhirnya di habisi netizen, katanya :

“kok membahas #blacklivematter tapi sebelumnya endorse krim pemutih?”

“kok mbahas isu papua, padahal kamu bukan orangpapua, memang kamu tahu apa tentang kami?”

Ya Tuhan, aku hanya geleng-geleng kepala sambil menahan ketawa melihat komen-komen seperti itu.

Pertama, krim pemutih itu kan dia endorse barang. Itu kan dia lagi mencari uang gais, kan emang kerjaannya selebgram begitu? apa cobak hubungannya sama gak mendukung #blacklivematter? kalau kalian mau nyalahin, kenapa gak nyalahin yang jual krim pemutih sekalian? Toh krim pemutih tujuannya bukan dengan menganggap yang berkulit kurang putih itu jelek, tapi berguna untuk memutihkan kulit yang “pengen putih”. Dari sini tahu kan perbedaan antara “kurang putih” dengan “pengen putih”?

Kedua,ya kan emang wujud simpati mereka dengan membahas isu ini. Apa harus dari orang papua saja yang berhak membahas. Seharusnya kalian harus bersyukur, dengan adanya para influencer itu, banyak orang-orang awam yang aslinya tidak tahu isu ini bisa menjadi tahu. Toh kalau pembahasannya salah kan kalian bisa tambahkan di kolom komentar. Jangan buru-buru ngehujat dong, katanya mau bertoleransi, dikit-dikit sudah tegang saja urat nadinya, hehehe.

Lanjut kasus ketiga, yaitu lagu barunya “kekeyi”. Sebelumnya aku bukan kekeyi lovers gais, tapi ya gak haters dia juga. Buat apa sih menghabiskan energi lebih untuk membenci orang? Mending tak buat tidur atau makan yang banyak, biar sehat. Kalian hujat-hujat dia dikolom komentar videonya, sampai akhirnya videonya trending nomer 1. Terus kalian mulai menghujat lagi

“Ih video gini aja kok bisa trending nomer 1 sih”

Ooh pengen tak siram banyu panas mas/mbak ben melek? Lah yang nonton dan ngeramein ya kalian sendiri padahal. Gimana gak trending? Kalau tidak suka ya cukup dengan tidak nonton, cukup kan? Kalau kalian gak kasih perhatian lebih, mana bisa videonya trending? kalian sadar kan meskipun kalian ngehujat dia tapi kalian itu perhatian sama dia? cie perhatian, ati-ati benci-benci jadi cinta nanti, hehe.

Namun kayaknya netizen gak puas ngehujat orang sampai top trending global no 1, dicarilah kekurangan-kekurangan dari videonya. Dan simsalabim, karena kemampuan intelegen netizen +62 yang sudah mengalahkan agen FBI, ketemulah kekurangannya, katanya ada part yang mirip lagu orang lain. “ada part”, bukan semuanya loh. Akhirnya beramai-ramailah direport, sampai di take down videonya dari platform youtube. Meskipun kabarnya sekarang sudah up lagi oleh youtube.

Kalian sadar gak sih, dampak kalian melakukan penghujatan yang kata kalian aktivitas mengasyikkan ini : Mental anak orang coy yang kalian buat mainan. Mereka memiliki hak hidup, hak bersuara, hak memposting sesuatu disosial media, apakah mereka berbuat makar? melanggar ideologi negara? merugikan kalian secara materiil? kalian malah terhibur bukan? Bukannya terimakasih, malah membuat orang stres. Guyonan kalian gak lucu sama sekali sayang.

Kalau mereka berbuat salah pun, gak dengan serang gerudukan gitu dong nyerangnya. Dinasehatin yang baik-baik gak bisa ya? padahal nasehatin baik-baik memerlukan energi yang lebih sedikit loh daripada ngamuk-ngamuk ngehujat gak jelas sambil ngomong kotor?

Kalian pengen tahu seberapa powerful hujatan kalian? Kalian tahu kan kalau ignya doi prince martin sampek di private gara-gara gak kuat menerima hujatan kalian? kalian mau tanggung jawab gak kalau si influencer berhenti menyebarkan pengaruh baik? Kalian tahu gak kalau kekeyi sampek depresi dan ingin memulihkan diri sendiri dulu sebelum siap menerima hujatan kalian lagi?

Mungkin kalian bilang :

“Ah mental cemen, harusnya sudah siap dikritik dong, kan mereka sudah berani berpendapat”

Duh, kalau mental mereka itu cemen, mental kalian itu lebih pengecut sih, hehe. Memang sih harusnya harus siap di kritik, tapi gak gitu juga.

Lalu bagaimana dong? nih aku kasih tipsnya, diinget-inget ya…

KATA KUNCI : APREASIASI

Tahu gak, mereka itu sedang berkarya, menyampaikan sesuatu yang mereka punya, mereka melakukan banyak persiapan loh untuk hal tersebut, kalian belum tentu bisa seperti mereka. Jadi daripada iri berkedok menghujat, marilah bersama-sama mengapresiasi mreka. Mereka itu sudah selangkah didepan kita, tanpa kita sadari.

Sepedas apapun kritik kalian, sampaikanlah dengan apresiasi diawal. Jika mereka salah mari ajak mereka berbenah bersama-sama. Biar mereka juga mau berubah. Dengan menghujat, mereka akan semakin membenci kita dong? kalian mau di laporin ke polisi sebagai pelanggaran UU ITE? nanti kebencian ini gak akan selesai-selesai malahan.

Bisa kan kita berdoa untuk kebaikan pasangan prince martin dan doinya?

Bisa kan kita berdiskusi dengan para influencer yang menggaungkan #blacklivematter dan turut menggaungkan gerakannya?

Bisa kan kita mengapresiasi usaha kekeyi untuk membuat single perdananya?

Aku yakin kalian bisa. Kita semua tentunya ingin hidup saling menghagai, saling meghormati, saling menoleransi. Maka mulailah dengan mengapresiasi. Apapun itu, tidak sedikit-sedikit menghujat hal yang bahkan kalian sendiri gak bisa melakukannya ya 🙂 Yuk dimulai perlahan-lahan, bersama-sama.

Salam toleransi,

Dari aku, yang banyak kurangnya.

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

One Reply to “The Power of Nyinyirnya Netizen +62”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *