Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Peran Perempuan Hebat dalam Iduladha

3 min read

Sebelumnya saya ingin mengucapkan “Selamat hari raya iduladha 1441 H !” yang bertepatan jatuh pada hari ini, Jumat 31 Juli 2020.

Semoga di hari raya iduladha ini, kita bisa memaknai iduladha bukan hanya sebagai hari raya untuk mengorbankan hewan kurban seperti sapi dan kambing, tapi juga mampu mengorbankan perasaan cinta dan rasa memiliki yang lebih kepada selain Allah SWT.-Habib Husein Ja’far

Biasanya di hari raya iduladha ini, kita akan melakukan sholat sunnah idul adha di masjid terdekat, kemudian setelah sholat pasti ada sesi khutbah yang biasanya menjelaskan asal muasal hari raya iduladha. Terkadang saya merasa setiap tahun isi khutbahnya ya sama itu-itu aja,

“Ya iyalah ros kan sejarahnya ya cuman ada satu”

atau justru kalian gak menyadari kalau isi ceramahnya sama karena kalian tim langsung cabut ketika sholat selesai. Haha Hayo ngaku yang mana?

Tapi ternyata ada satu hal yang baru saya sadari akhir-akhir ini tentang sejarah hari raya iduladha yang jarang disampaikan pada narasai khutbah sholat iduladha, atau bahkan dalam pelajaran agama di sekolah.

Narasi Khutbah Iduladha yang Sering Disampaikan

Selama ini, narasi iduladha hanya terbatas pada Nabi Ibrahim yang menyembelih Nabi Ismail untuk disembelih, kemudian digantikan dengan seekor domba. Sehingga seringkali yang menjadi titik poin dalam khutbah iduladha adalah hewan yang digunakan untuk berkurban.

Padahal yang ingin dijadikan titik poin disini adalah keikhlasan Nabi Ibrahim dalam taat menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anak yang sangat dicintainya dan Nabi Ismail yang rela untuk meluruhkan egonya, untuk menaati perintah Allah SWT.

Peran Perempuan Hebat dalam Sejarah Iduladha yang Jarang Diungkapkan

Jika kita terfokus pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, itu namanya “All Male Panel”. Artinya dominasi laki-laki dalam suatu hal, dalam konteks ini adalah sejarah. Hal ini menandakan kita masih memandang laki-laki adalah subjek utama dalam kehidupan, sedangkan perempuan adalah subjek sekunder, bahkan objek.

Poin penting yang ingin saya sampaikan adalah ternyata ada peran perempuan hebat dalam sejarah iduladha yang jarang digaungkan. Yaitu peran seorang ibunda siti hajar, ibunda dari Nabi Ismail.

Tentu peristiwa idul adha tidak bisa dikatakan sebatas hari dimana Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail. Tapi karena poin pentingnya adalah mengorbankan “hal yang paling dicintai dari seseorang”. Rasa cinta Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail tentunya dipupuk sejak Nabi Ismail pertama kali lahir didunia ini. Apalagi Nabi Ismail merupakan suatu penantian yang lama.

Tentunya selain Nabi Ibrahim, Ibunda Siti Hajar juga sangat menyayangi Nabi Ismail. Dari rahim Ibunda Siti Hajarlah Nabi Ismail lahir. Beliaulah yang menjaga Nabi Ismail ketika Nabi Ibrahim berdakwah menyampaikan risalah Allah SWT. Beliaulah yang rela menjaga Nabi Ismail di padang tandus ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk meninggalkan mereka. Yang kemudian muncullah air zam-zam dari hentakan kaki Nabi Ismail. Ibunda Siti Hajar adalah sosok perempuan mandiri yang rela menjaga Nabi Ismail dan menyayanginya sepenuh hati.

Tentu sebagai seorang ibu yang sering bersama dengan anaknya di segala situasi, rasa sayang Ibunda Siti Hajar kepada Nabi Ismail sangatlah besar. Jika kalian misalnya sebagai seorang ibu, apakah kalian rela anak yang sudah kalian besarkan dan kalian sayangi tiba-tiba diambil bahkan di sembelih? tentu tidak ada ibu yang mau.

Tapi berbeda dengan Ibunda Siti Hajar, meskipun rasa sayangnya kepada Nabi Ismail begitu besar, dia tetap rela anaknya dikurbankan, demi menunaikan perintah Allah SWT. Bukan berarti Ibunda Siti Hajar tidak menyayangi Nabi Ismail, tapi rasa cinta Ibunda Siti Hajar kepada Nabi Ismail tidak mengalahkan rasa taatnya kepada Allah SWT.

Menjadi Sosok Ibunda Siti Hajar Di Era Saat Ini

“Apakah berarti menjadi ibu yang rela anaknya disebelih ros?”

Bukan begitu maksudnya ya gais, hehe. Poin penting yang ingin saya garis bawahi disini adalah

Sebagai perempuan, kita harus rela mengorbankan sesuatu yang dicintai demi hal yang lebih penting dan menjadi sosok perempuan yang mandiri.

Kenapa saya katakan begitu? karena banyak perempuan diluar sana yang “tidak tegaan” (atau enggak?, atau hanya saya saja?, hehe yaudahlah), sehingga sulit untuk mengambil keputusan untuk mengorbankan hal yang dicintai, padahal ya untuk hal yang penting juga.

Contohnya nih, perasaan bucin kalian. Yang nyata-nyatanya sudah mengorbankan waktu belajar (kalau enggak, ya gapapa wkwk) atau justru menyakitkan kalian, alias kalian terjebak dalam toxic relationship. Yaudah, korbankan saja perasaan itu. Ada hal yang lebih penting daripada itu, yaitu kesehatan mental dan cita-cita kalian.

Ibunda Siti Hajar aja rela mengorbankan anaknya untuk taat kepada Allah, masa kalian gabisa mengorbankan perasaan ke doi yang toxic itu?

Iya aku tahu kita bukan se mulia Ibunda Siti Hajar, tapi kan jika ada contoh yag baik, kenapa tidak diteladani?

Selain itu, kita juga harus bisa menjadi perempuan mandiri. Bukan untuk orang lain, atau bahkan mendapatkan laki-laki yang layak untuk diri kita, itu urusan belakangan, percaya deh ! Tapi untuk diri kalian sendiri !

Karena jika terus menjadi perempuan yang selalu menggantungkan orang lain, kita tidak akan bisa apa-apa, tidak bisa berkembang, melihat cakrawala lebih luas. Ayo dong, aku disini menyuport kalian untuk mengembangkan skill yang kalian punya. Terus menebarkan kebaikan dan hal-hal positif. Karena tidak ada suatu kepastian masa depan yang indah bagi setiap makhluk, termasuk perempuan. Begitulah kata ibuku.

Ingat, kalian para perempuan, itu juga ditugaskan untuk menjadi khalifah di bumi ini loh, gak hanya lelaki !

Semangat menebar kebaikan ya 🙂

Sumber :

Live IG Bu Nyai Rofiah dengan Akal Buku

Video dari channel Habib Husein Ja’far : Jeda Nulis “Qurban Gak Sekadar Potong Hewan”

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

3 Replies to “Peran Perempuan Hebat dalam Iduladha”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *