Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Perspektif Iklan “Tanpa Bahan Kimia”: Apa Masih Percaya?

2 min read

Iklan Tanpa Bahan Kimia

Setelah sekian lama, sekali-kali saya ingin menulis hal yang berkaitan dengan jurusan saya. Agar tidak dikira orang
“Kok jurusan kimia sukanya nulis sih, gak suka meneliti ya?”

Wkwkwkwkwkwk.
Jadi pada tulisan kali ini, saya ingin membahas hal yang paling mendasar dan teringat ketika diajar dosen kimia saat maba dahulu. Seingat saya, dulu dosen pernah bertanya, tentang maksud iklan di tv-tv dan sosial media yang menyatakan “Tanpa Bahan Kimia”

Kami pun menjawabnya secara lugu dan sok percaya diri.

Namun pada akhirnya semua jawaban kami adalah SALAH!!!!

Mengenal Kimia (Sedikit Doang)

tenang aja, kali ini saya gak akan mencekoki kalian dengan berbagai definisi yang ada di kimia, sejarah kimia, atau bahkan hitung-hitungan yang bahkan saya sendiri kadang lupa rumusnya. Kali ini saya cuman mau mengenalkan definisi kimia aja. Di wikipedia juga ada kok, wkwkwk.

Jadi intinya,

Kimia itu mempelajari mengenai komposisi, susunan,struktur, sifat, dan perubahan suatu materi.

Jika kalian tanya “materi” itu apa sih emangnya? ya gampangannya semua zat yang ada di bumi ini. Mulai dari yang menyusun partikel rambut kamu, roti tart kesukaan kamu, jus mangga favorit, sampai perhiasan yang kini kamu pakek. Oke, get it? 

Lalu apa hubungannya? okeee… lanjutt ke pembahasan berikutnya

Definisi Bahan Kimia (yang Sebenarnya)

Oke, tadi kalian sudah belajar mengenai pengertian kimia ya… Berarti tahu dong definisi bahan kimia?

Jadi ya teman-teman, sebenarnya, jika dilihat dari definisi kimia sendiri, bahwa bahan kimia adalah:

Seluruh bahan yang ada di bumi ini. Baik itu yang ada secara alami maupun diciptakan dari hasil modifikasi (sintetis).

Jika disuruh memberi contoh, air itu ya sebenarnya termasuk bahan kimia.

oke dari sini sudah beres kan?

Iklan “Tanpa Bahan Kimia”

Jika sudah mendapatkan pengertian di atas, kalian mungkin akan menyimpulkan bahwa iklan tersebut SALAH BESAR!

Tidak ada bahan-bahan di dunia ini yang lepas dari kimia. Ya karena kimia itu mencakup seluruh materi yang ada. Baik itu alami maupun sintetis.

Lalu itu maksudnya bagaimana?

Menurutku, ada dua kemungkinan:

1. Produk Tersebut Tidak Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Saat ini, bahan kimia selalu dikonotasikan buruk oleh masyarakat. Bahkan anak kimia aja selalu dikaitkan dengan buat bom atau ramuan-ramuan dari reaksi yang terlihat wow dan berbahaya. Namun nyatanya tidak. Bahkan bahan kimia juga mencakup air, garam, kandungan zat hijau daun, dan masih banyak lagi yang nyata-nyatanya bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Jadi dengan adanya iklan tersebut, masyarakat yakin untuk membeli karena tidak bahan yang berbahaya. Jadi produsen produk tidak perlu susah payah menjelaskan secara gamblang bahwa tidak ada kandungan “Bahan Kimia Berbahaya” atau yang lainnya. Cukup memperkuat doktrin bahwa tidak ada bahan kimia

2. Produk Tersebut Tidak Mengandung Bahan Kimia Sintetis

Bahan kimia ini sendiri secara mudahnya terbagi menjadi dua:

  • Bahan kimia alami
  • Bahan kimia sintetis

Bahan kimia sintetis ini merupakan hasil buatan manusia. Beberapa kandungan bahan ini sangat baik bagi tubuh. Namun masyarakat kita yang awam masih mengkategorikan “Kalau tidak alami, berarti tidak baik”, sehingga mereka enggan membeli barang kimia sintetis. Padahal tidak semuanya buruk.

Produsen pun tidak ingin ambil susah, mereka akhirnya dengan mudah melabelkan produknya “Tanpa Bahan Kimia”, biar laris dipasaran. Karena seakan bahan alami itu berlawanan dengan bahan kimia, padahal seharusnya include di dalamnya.

Mulai Mengedukasi Diri Sendiri

Setelah kalian mengerti mengenai hal ini, alangkah lebih baiknya menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Setidaknya, mulai saat ini ketika kalian mengetahui iklan yang menyatakan “Tanpa Bahan Kimia” kalian bisa berpikir kritis lagi, maksud dari iklan itu apa. Apa tidak mengandung bahan sintetis? atau tidak mengandung bahan berbahaya? atau hanya embel-embel saja?

Memang ini bagi sebagian orang adalah hal yang remeh. Namun jika bisa belajar hal yang remeh, mengapa tidak sekalian diterapkan. Benar begitu bukan?

Terimakasih~

Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *