Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Princess Mentality, Apakah Buruk?

4 min read

Princess

Baru-baru ini saya mengetahui istilah ini, sebuah istilah “Princess Mentality” yang ternyata secara tidak sadar telah disandang ciwi-ciwi ku di luar sana. Memangnya itu artinya apa? Mental Putri? Bukankah suatu hal baik? atau malah menjadi suatu hal yang buruk?

Sebenarnya ketika saya mendapat istilah ini, si penulis yaitu Henry Manampiring mendefinisikan kurang baik, namun disini saya akan menyampaikan dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruknya. Jika sekiranya teman-teman mengira saya condong disalah satu sisi, tak apalah, berarti kalian sudah berpikir kritis dalam menanggapi artikel ini, hehehe.

Baik, seperti default alurnya artikel jika mengenalkan istilah baru, mari kita bedah arti perkata dari istilah yang baru saya kenalkan tersebut. “Princess Mentality”, Oke yang pertama yaitu kata Princess, kata dalam bahasa inggris ini jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia yaitu putri. Seorang perempuan yang biasanya merupakan anak dari seorang raja atau penguasa dan memiliki kesempatan untuk menjadi penerus tahta kerajaan atau dilamar seorang pangeran yang gagah dan perkasa. Oke oke, jangan salah fokus ke penggambaran pangerannya, fokus princess dulu okey?

Selanjutnya yaitu Mentality, yang artinya mentalitas. Berasal dari kata dasar mental, yang bisa diartikan suatu kepribadian, watak, ataupun sifat dari seseorang. Mental merupakan sesuatu yang tidak tampak namun sering di eluh-eluhkan jika kita mengagumi seseorang bukan? wkwkwk. Bahkan kata-katanya sakit mental lebih susah sembuh daripada sakit fisik, contohnya yaaa patah hati, ehehe.

Jika digabung tentu kita semua tahu artinya “Mentalitas Putri”, Sehingga bisa didefinisikan sebagai kepribadian atau watak yang dimiliki oleh putri, kepribadian anak dari penguasa atau raja yang terkenal. Sampai sini paham?

Kalian pasti tahu kan gambar di artikel ini apa? yap princess disney yang sebagian besar dari kita pasti tahu kisahnya.. Aurora dalam kisah beauty and the beast, ariel sang putri lautan, jasmine yang doinya si aladin, sampai kisah snow white dan apel racunnya. Meskipun saya tidak terlalu mengikuti kisah mereka, tapi minimal saya tahu lah gambaran umumnya.

Nah dari sini saya mau bahas sisi positifnya. Setiap putri dalam gambar tersebut memiliki kemampuannya masing-masing. Mereka di segani oleh rakyatnya sebagai seorang putri yang baik dan mengayomi. Bahkan sampai snow white yang di kagumi para kurcaci yang imut-imut. Mereka merupakan perempuan yang memiliki kemampuan, tak hanya perasaan. Meskipun ada scene mereka menangis dalam kesedihan, bukankah ada scene yang menampilkan perjuangan mereka?

Yap, mereka memiliki berbagai hal banyak yang bisa di gunakan untuk survive dalam kehidupan ini. Mereka bukan perempuan yang pantas di cap nol besar. Mereka pantas di pertimbangkan, sampai-sampai si doi pangeran rela mendapatkan mereka. Itulah positifnya Princess Mentality, dengan keberadaannya sebagai princess, mereka bukannya semenah-menah, namun banyak sifat baik dan kemampuan yang mereka miliki. Jadi salah besar ya kalau mendefinisikan princess sebagai orang yang semenah-menah atau mager mageran, sok sokan. Itu jauh dari definisi princess menurutku..

Menurutku princess itu bukan cantik dari fisiknya saja, namun juga dari Kepribadian dan sikapnya..

Lanjut ke sisi buruknya nih, Memangnya apa sih ? kalau kata Henry Manampiring dalam bukunya (yang gak bisa saya sebutkan disini, komen saja kalau mau tahu hehe), yaitu

Princess disini merujuk ke kisah-kisah di negeri dongeng yang menantikan pangeran berkuda putih untuk datang menyelamatkan dia,menikah, dan kemudian seolah-olah semua masalah hidup akan selesai.

Jadi rasa-rasanya kehidupan sudah tidak ada masalah lagi setelah menikah dan mereka akan bahagia selamanya, yeey~. Karena si putri hanya akan duduk di istana, dan melihat pemandangan istana mereka sambil tersenyum bahagia setiap hari dengan pencari nafkah si Prince yang gagah dan berani. Padahal secara real life kita tahu tidak ada kan hal seperti itu? huhuhu, jika ada tolong komen dibawah saya mau daftar segera..

Contohnya saja, kisah snow white, kita tahu setelah diracun si penyihir, dia akan tertidur dan hanya akan bagun ketika dicium sang pangerannya. Kemudian mereka hidup bahagia selamanya~. Si snow white disini hanya sebagai objek, dia hanya bisa menunggu pangeran datang.. Dia gak bisa ngapa-ngapain lagi. Padahal sebagai perempuan, sembari kita menunggu pangeran kita (jodoh) eak, kita kan harus melakukan banyak hal untuk mengasah kemampuan maupun kecerdasan kita.. Kita sebagai perempuan harus melakukan banyak hal, kalau kata quote favorit saya :

Dont be a queen waiting on a king, be a queen busy with her kingdom until her king arrives

Setelah itu, nasib setelah menikah nih.. Kita tahu konsep “happyly ever after” hanya ada di dunia dongeng (mungkin akan saya bahas di artikel selanjutnya saya lebih detailnya). Setelah menikah princess ini tentunya hidupnya gak lempeng-lempeng aja dong sama si prince, pasti ada masalah-maalah yang hinggap dirumah tangga mereka… Sekecil apapun itu, karena jika tidak ada masalah, pertanda kita tidak hidup bukan wkwkkwk

Jadi negatifnya ya di “terlalu berharap kedatangan pangeran” ini nih, meskipun kita akan menikah, bukan berarti hidup kita akan terselamatkan. Kita masih perlu mengusahakan hidup kita sendiri bukan? Lagian ini juga sudah zaman 2020 gitu loh, masa masih percaya kisah pangeran berkuda putih sih, wkwkwk.

Nah dari sisi buruknya ini sih mau lebih saya kulik mendalam lagi.. Di era saya hidup sekarang alias tahun 2020, mindset ciwi-ciwi seperjuangan ini masih banyak yang “kebelet nikah” hanya karena lelah mengerjakan tugas kuliah, atau bahkan letih setelah kuliah seharian penuh dengan dosen-dosen killer yang warbiazah.

Meskipun saya juga dulu kadang seperti itu, tapi kita semua tahu bahwa hal tersebut adalah salah. Kita tidak bisa memandang “menikah” adalah sebuah penyelesaian masalah terhadap sesuatu masalah yang kita alami sekarang ini. Kalau memang letih ya istirahat, ngopi ngopi dulu lah, nge mall sebentar lah, atau bahkan tidur dulu yang nyenyak. Menikah dan kehidupan setelah nya itu juga ribet loh, jika tak siap maka yang ada kita malah menambah masalah dalam kehidupan kita, bukan malah menyelesaikan semua masalah dan hidup bersama dengan suami tercinta bahagia selamanya. Bayangin sekarang kamu kalo capek bisa nge mall dengan uang jajan sisa dari orang tua, lah kalau nanti udah nikah, udah punya anak, gak bisa kan ditinggal ngemall bareng temen-temen begitu aja anaknya? Lagian misal bener dapat suami yang kaya dan so sweet, kita tinggal duduk duduk dirumah aja, yang bersihin rumah pembantu, kita asik mager-mageran, apa kata mertua? apa kata tetangga?

Lagian yakin beneran abis nikah itu bahagia? Inget tentang prinsip ketidakpastian, sesuatu yang kita yakini sebagai skenario kehidupan kita belum tentu terjadi, karena dunia ini dinamis guis, tidak bisa se lempeng skenario manusia yang ingin bahagia selamanya.

Jadi ya ada baik buruknya,si princess mentality ini. Wahai para ciwi-ciwi kita ambil sisi positifnya saja ya… Untuk sisi negatifnya tolong banget lah, aku tahu kita ini perempuan merdeka.. Jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang kurang pasti dimasa depan dong (meskipun katanya jodoh itu pasti datang, tapi kan gak pasti bahagia selamanya). Mari mengusahakan hidup kita sebaik mungkin mulai dari sekarang, pelajari hal-hal yang kamu menyukainya, banyaklah belajar hal baru, lets do “women supporting women”, kalau kalian letih, sinilah kita nongkrong bareng, jangan ujug-ujug minta nikah aja ke mama papa kalian yah, i love you to the moon and back, sister..

Ada pesan nih untuk para prince (yang tidak berkuda putih, wkwk). Terimakasih sebelumnya ya, jika kalian sedang menjaga para putri (minimal ibu kalian lah kalau ga punya doi, wkwk), pahamilah mereka, namun jangan butakan mereka terhadap hal-hal yang ingin mereka pelajari. Jika mereka butuh bantuan tolong dibantu, jika kau perlu bantuan pun bilanglah.. Mari saling membantu. Mari saling berbagi pengetahuan, untuk merawat kerajaan kita nantinya. (aku tau paragraf ini agak melenceng tapi ya sudahlah wkwkwk)

Suatu kerajaan yang sukses pasti letih jika kau urus sendirian bukan?

Salam

Dari Princess yang belum menemukan Prince yang tak berkuda putih

Hiya-hiya, udah lah goodbay and thankyouu!!

Rosyi
Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *