Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

Relasi Cinta Kasih Dalam Suatu Organisasi

4 min read

Relasi cinta kasih dalam organisasi

Relasi Cinta Kasih Dalam Suatu Organisasi, Memang judul artikel ini sedikit terkesan klasik, namun saya merasa harus menuliskannya, entah kenapa. Artikel ini hanya berdasarkan pengalaman subjektif yang mungkin tidak akan sama bagi semua orang. Namun sedikit banyak bisa saya simpulkan hampir semua seperti itu, karena penjabaran yang saya tulis disini merupakan analisa dari beberapa contoh kasus.

Relasi cinta kasih dalam suatu organisasi memang bukanlah hal yang jarang. Banyak orang yang menemukan pasangan sejatinya dari sebuah organisasi, namun tak jarang juga yang justru sebaliknya. Hal ini pun menjadikan beberapa orang masuk organisasi dengan alibi “ingin mendapatkan pasangan”. Padahal, tanggung jawab dan beban yang dipikulnya (jika benar-benar sungguh berorganisasi) cukuplah berat, dan mungkin tidak sebanding dengan bonus “mendapatkan pasangan” yang bahkan tidak semua orang bisa memperolehnya.

Perlu saya tegaskan lagi bahwa beberapa hal yang saya tulis disini merupakan studi dari beberapa kasus yang saya ketahui. Mungkin seharusnya akan lebih luas atau bahkan lebih sempit, ya silahkan tanggapi saja di kolom komentar, akan saya terima dengan sepenuh hati.

Mungkin artikel ini juga tidak panjang-panjang amat nantinya, ya sudahlah, check it out~

Kemungkinan-Kemungkinan Saat Ada Relasi Cinta Di Organisasi

Dalam suatu organisasi, adanya suatu relasi cinta dan kasih kerap kali menjadi bumbu-bumbu pemanis atau bahkan racun berjalannya suatu periode kepengurusan. Bahkan beberapa ada yang menjadikan hal ini sebagai suatu metode ampuh untuk pendekatan emosional kepada pengurus sehingga terjadi kekuatan internal organisasi yang semakin besar.

Namun tak jarang bumbu cinta kasih ini justru menjadi racun yang akan menghancurkan organisasi itu sendiri. Jadi berikut adalah beberapa kemungkinan relasi cinta kasih yang saya ketahui jika terjadi dalam suatu organisasi.

Semakin Mempererat Hubungan Dalam Organisasi dan Langgeng

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa relasi cinta kasih dalam suatu organisasi terkadang menjadi suatu “metode” untuk mempererat hubungan dalam suatu organisasi. Hal ini tentunya akan semakin manjur jika kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan) saling suka dan menjalani kisah cinta yang harmonis.

Tentu saja hal ini akan membuat nuansa dalam organisasi tersebut akan semakin hangat dan meneduhkan karena terdapat pasangan tersebut. Malahan bisa jadi pemicu “orang luar” untuk masuk ke dalam organisasi tersebut karena merasa sudah melihat “testimoni baik” dari hubungan cinta kasih dalam organisasi tersebut.

bayangkan, doi satu organisasi. Setiap berangkat event selalu dibonceng. Jika berbeda divisi dan ada kesulitan pasti lebih tanggap menanggapi, lebih perhatian dan tahu jadwal keseharian karena sering bertemu di organisasi, dan lain sebagainya. Tentu hal ini juga akan menjadikan hubungan pasangan tersebut semakin langgeng dan bisa lebih mudah untuk saling mengerti satu sama lain.

namun tak jarang beberapa pasangan yang “satu organisasi” saking uwuw nya, membuat iri yang lain. Maka keluarlah pernyataan julid

“Sama doinyaa terusss”

“Iya kalau gaada doinya gadateng rapat”

“Ayodong jangan pacaran di sekretariatan terus”

dan semacamnya. Terkadang pertanyaan tersebut keluar sebagai bahan guyonan antar pengurus, namun terkadang bisa juga serius. Jadi mungkin Anda bisa menanggapinya secara bijak jika sudah diguyoni seperti itu, wkwkwk.

Putus Di Tengah Jalan

Sebuah relasi cinta kasih tentunya tidak hanya tentang uwuw dan romatisasinya, namun tentu terdapat beberapa masalah yang bahkan bisa menjadi akhir dari hubungan tersebut. Hal ini juga tidak bisa dipungkiri dari relasi cinta kasih dalam suatu organisasi.

Penyebabnya juga tentu sangat banyak dan berbeda-beda. Mulai dari keirian karena sering melihat doi berinteraksi dengan orang lain (padahal ya kalau di organisasi tentunya wajar), sampai kepada masalah yang mungkin begitu unik dan di dunia ini hanya mereka sendiri yang pernah mengalaminya.

Bahkan bisa saya katakan bahwa pertemuan yang terlalu sering antara pasangan tentu pasti sering memicu konflik meskipun sepele. Dan jika tidak bisa menghadapinya dengan bijak, tentu akhir hubungan tidak bia dihindarkan. Yah mungkin hal ini yang terjadi pada relasi cinta kasih yang ada di organisasi yang intensitas ketemuannya begitu sering bahkan bisa jadi setiap hari.

Biasanya kalau sudah begini,

yang putus hubungannya dua orang

tapi yang bingung hampir satu organisasi

ini bisa diterjadi karena antara kasihan atau mereka yang bingung itu takut bahwa putusnya hubungan pasangan tersebut akan membawa pengaruh buruk dalam suatu organisasi. Kalau sudah membawa pengaruh buruk dan dibiarkan, tentu akan berdampak pada ketidakoptimalan atau bahkan kehancuran dari organisasi tersebut.

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Kejadian selanjutnya yang mungkin terjadi dalam suatu relasi cinta kasih dalam organisasi adalah cinta bertepuk sebelah tangan. Hal ini tentu tidak bisa dihindari mengingat selera dari setiap orang tentunya berbeda-beda dan dengan organisasi yang melibatkan keragaman manusia di dalamnya, tentu tak jarang “selera” tersebut terpenuhi, namun tidak di lain pihak.

Kejadian ini memang bisa dibilang sedih, namun damage nya bisa saya bilang tidak separah sebelumnya. Karena biasanya orang yang cintanya tak terbalas dalam suatu organisasi bisa menanggapi hal tersebut lebih santay bahkan tak jarang menjadi bahan guyonan satu organisasi.

Namun hal ini tentu tidak berlaku bagi semua kasus, tapi tergantung dari individunya. Jika individunya baperan, mungkin yang ada justru tidak betah dari organisasi dan tiba-tiba menghilang dari peredaran. Jadi bisa saya katakan dampak dari kejadian ini tidak separah sebelumnya yang akan melibatkan orang dalam satu organisasi karena pertikaiannya.

Bahkan menurut saya, cinta yang tak terbalas dalam suatu organisasi juga tidak parah-parah amat. Hal ini karena setelah itu, mereka masih menjalin interaksi yang intens dalam suatu organisasi. Siapa tahu, lama-kelamaan doi yang awalnya tidak suka, tiba-tiba membuka hatinya untuk kalian?

karena tahukan : Tresno Jalaran Saka Kulina.

Rasa cinta bisa berasal dari kebiasaan. Jadi mungkin awalnya cintamu tidak akan terbalas, namun jika kamu lebih berusaha lagi, siapa tahu kamu akan mendapatkan hatinya~

(tapi itu cuman spekulasi ku loh, aku gamau bagi-bagi harapan palsu di sini, xixixi)

Memendam Cinta Sendirian

Nah untuk kemungkinan yang satu ini biasanya dialami oleh kaum perempuan yang cowoknya tidak peka-peka, atau yang ditaksir itu kakak tingkat pengurus atau bahkan demisioner sehingga terlalu sungkan untuk menyatakan perasaan yang dimiliknya.

pada akhirnya, yang terjadi adalah individu tersebut hanya memendam cinta sendirian. hal ini tentu bisa membawa dampak postif maupun negatif, tapi kalau yang sering saya temui itu yang dampak positif.

Dampak positifnya adalah dimana individu tersebut semakin semangat dalam berorganisasi karena akan bertemu dengan pujaan hatinya, ibaratnya secret admirer lah. Hal ini tentu akan berakibat baik pada organisasi karena kontribusi dari individu tersebut akan besar. Selain itu, individu tersebut akan semakin merasa nyaman dalam organisasi itu meskipun mas doi tidak peka akan rasa cinta yang ia miliki.

Namun hal ini juga bisa berdampak negatif jika sang pujaan hati yang didamba-dambakannya eh ternyata sudah memiliki doi, atau minimal terdapat perlakuan yang kurang baik yang ditunjukkan kepada si individu yang memendam rasa cinta. Bisa-bisa hasrat untuk berorganisasinya luntur dan tergerus bersamaan dengan air mata kesedihannya~ (apaan siih)

Tapi tentunya tidak bisa dipungkiri para secret admirer dalam suatu organisasi ini juga tidak sedikit dan yang aku tahu mereka juga banyak menyumbangkan hal baik untuk organisasinya. Jadi tetap semangat gaiis~

Go Public Setelah Turun Jabatan

Kemungkinan yang ini bisa atau mungkin terjadi pada pengurus yang memiliki jabatan “cukup dipertimbangkan”. Seperti Ketua, Wakil, BPH, atau kepala divisi. Mereka tidak hanya terlibat dalam suatu organisasi, namun mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengorganisir pengurus yang lainnya dalam menjalankan tugas serta kewajiban dalam organisasi tersebut.

Biasanya orang-orang tersebut akan memutuskan go public setelah turun jabatan karena tidak ingin mengganggu alur koordinasi serta profesionalitas dalam organisasi. Memang sih, bisa saja profesional saat terlibat cinta di organisasi, namun ya jaga-jaga saja daripada mengganggu banyak hal.

Jika hal ini terjadi, biasanya beberapa pengurus yang lain kaget atau bahkan yang lainnya sudah tidak. Hal ini karena beberapa dari mereka sudah membaca gerak-gerik dari rasa cinta di kedua belah pihak namun memang sengaja ditutupi demi organisasi tersebut.

Hal-Hal yang Perlu dilakukan Ketika Relasi Cinta Di Organisasi Tidak Bisa Terhindarkan

Relasi cinta kasih dalam suatu organisasi memang terkadang tidak bisa dihindarkan. Karena manusia memiliki hasrat untuk tertarik kepada yang lainnya, terutama lawan jenis. namun jika itu terjadi, saya ingin memberikan tiga pesan singkat yang mungkin teman-teman bisa telaah dan analisa dengan cermat sendiri.

1. Tetap Profesional

2. Tidak Membawa-bawa Organisasasi Dalam Permasalahan Hubungan

3. Stay Cool

yaa memang bisa dikatakan ketiga hal tersebut susah diterapkan, tapi saya harap teman-teman disini benar-benar paham. Toh ya sudah dewasa kan, jadi ya semoga bisa menerapkannya.

Yuks kalau ada hal yang tidak berkenan atau tanggapan, kolom komentar terbuka sangaaaaat lebar untuk kalian~

Rosyi Aku hanya menulis untuk mengabadikan dan berbagi pemikiran maupun keresahan kok, nggak lebih. kepo kepo cek di sosmed aku aja yak, see you~

One Reply to “Relasi Cinta Kasih Dalam Suatu Organisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *