Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati, Santai Aja…

3 min read

Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati

Kali ini saya akan menulis tentang renungan. Biar nggak selalu tegang. Sekali-sekali, boleh dong bahas sesuatu yang mengingatkan akan hakikat kehidupan. Tentang allah yang maha membolak-balikkan hati.

Tulisan ini bukan saya tujukan untuk kamu (pembaca). Tapi, untuk diriku sendiri.

Jadi, ketika kamu membaca ada kesan menggurui atau sok-menasehati, itu bukan untuk kamu, tapi untuk saya pribadi. Hehe…

Air di Atas Daun Talas

Semudah itu seorang manusia berubah. Sedikit terpengaruh situasi, langsung jadi beda. Sedikit kondisi berubah, langsung beradaptasi.

Segala sesuatu itu berubah, kecuali perubahan itu sendiri.

Kalau kita mendapat satu permasalahan (karena orang lain), seharusnya kita cukup perbaiki diri kita, lantas memohon pada Allah yang maha membolak-balikkan hati.

Jadi, tidak perlu kita:

  • Gibahin mereka yang menyakiti kita
  • Membalas-dendam keburukan yang mereka lakukan kepada kita
  • Mencari pembenaran dan bala tentara

Ingat, Allah yang maha membolak-balikkan hati. Dengan sedikit sebab, manusia akan luluh. Dan Allah mungkin terlalu gampang untuk menciptakan sebab itu…

Tentang Perasaan

Kalau kita sedang merasa bahagia, teramat bahagia. Semua itu akan sirna, bergulir dan berganti dengan kesedihan. Roda kehidupan terus berputar, membuat manusia mengalami pasang surut, sedih bahagia.

Jangankan itu, misal kita memiliki seseorang yang kita cintai. Gampang banget bagi Allah untuk menghancurkan cinta itu. Entah sebab orang ketiga, jarak, kebosanan, atau mungkin kondisi yang berubah.

Pacar kamu cantik, tiba-tiba besoknya kecelakaan, wajahnya tergores, terus nggak secantik dulu. Hayo…

Siapa sih yang tahu hari esok? Beneran, Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia.

Tentang Prestasi

Ada seorang anak yang terlihat sangat hebat, menguasai semua hal, berprestasi di akademik dan non-akademik.

  • Juara lomba ini dan itu
  • Terliaht sholih atau sholihah
  • Cantik dan jadi idaman
  • Baik dan murah hati
  • Dikenal orang dan memiliki jaringan yang sangat luas
  • Public speakingnya mantap
  • Pokoknya perfect deh…

Tapi semua tak sesempurna itu. Saya yakin, Allah yang maha menutupi aib manusia. Setiap manusia memiliki aib. Pasti itu…

Hanya Allah lah yang maha sempurna. Makhluk pasti memiliki kekurangan dan keburukan.

Yang kadang disesalkan adalah, ketika kita melihat orang yang sangat berprestasi, yang adakita malah:

  • Membandingkan diri kita dengan mereka
  • Merasa rendah dan tidak bersyukur
  • Menjegal mereka yang berprestasi
  • Stag dan merasa tidak mampu melakukan apapun

Sebenarnya, hal itu salah. Tapi entah mengapa, terkadang kita tidak bisa menyangkalnya. Inilah bukti kalau Allah yang maha membolak-balikkan hati. Bahkan, mengatur hati kita sendiri aja, kita nggak mampu…

Tentang Keberpihakan

Sekelas Umar Ibn Khattab, orang yang awalnya membenci Nabi Muhammad, gara-gara satu Surat Al-Quran, dia langsung luluh dan memeluk islam.

Itu Umar Ibn Khattab, lha kita?

Kita hanya manusia biasa, lemah tak berdaya, bodoh, suka sombong, pegiat dosa, dan semua hal-hal buruk melekat pada diri kita.

Kita mungkin akan kesulitan, bahkan hanya sekedar untuk ‘meneguhkan prinsip kita sendiri’. Jangankan mengarungi badai lautan, ombak menerjang, ataupun arus terjal kehidupan. Kita mungkin akan kesulitan untuk ‘jadi diri sendiri’.

Dengan sedikit uang, politikus bakalan berbalik haluan. Dengan sedikit tekanan, kita tunduk pada penjajah. Dengan sedikit perubahan saja, kita bisa berputar 1800.

Tentang Semangat

Hari ini kita mungkin menggebu-gebu, tapi besok ataupun lusa kita akan malas. Sekarang mungkin kita sangat semangat, besok ataupun lusa, tidak ada jaminan sama sekali kita akan tetap pada situasi emosi yang sama.

Dzat yang membolak-balikkan hati terlalu gampang untuk mengombang-ambingkan perasaan manusia. Bahkanpun, ketika kita disemangati, diberi semangat, atau menyemangati diri sendiri, semangat itu tidak muncul.

Bahkan kita bisa semakin terpuruk.

Hayo… Bahkan kita nggak mampu untuk mengubah perasaan kita sendiri. Akankah kita tetap ingin bersombong dan merasa bisa mengubah apapun di dunia ini.

Ada saatnya, tiba-tiba kita galau, terpuruk, gudah-gulana, seakan-akan menjadi orang yang paling hina, memalukan, dan tidak berguna sama sekali. Perasaan itu tidak kita undang, tiba-tiba muncul sendiri.

Semua digerakkan oleh Allah yang maha membolak-balikkan hati.

Manusia hanya Mengusahakan

Apakah seorang motivator bisa mengubah orang lain?

Dari orang terpuruk jadi semangat, dari orang rendah jadi orang hebat, dari orang hina jadi orang yang mulia… Nggak! Sama sekali nggak…

Kalau kita menolak motivasi itu, nggak bakalan kog kita akan terpengaruh. Kita akan B aja. Nggak terpengaruh sama sekali.

Nggak mungkin satu manusia bisa merubah manusia lain. Manusia hanya mengusahakan. Hanya disitu…

Mau berubah atau tidak, itu urusan Allah yang maha membolak-balikkan hati.

Kalau kita melihat temen sedang kesusahan, kita niat bantu. Mungkin perkataan kita bisa masuk ke telinga dia, tapi hanya berhenti di situ. Nggak bisa masuk ke dalam hati. Kecuali dia mempersilahkan dan Allah menghendaki.

Maka Dari Itu, “Jangan Terlalu

Cintailah kekasihmu itu sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan membencinya suatu ketika. Dan bencilah orang yang kamu benci sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan mencintainya suatu ketika.

(HR. Tirmidzi)

Saya nggak tahu itu hadits shahih atau dhaif. Tapi dalam bahasan ini, hal itu tidak terlalu ditekankan.

Intinya: Sekedarnya dan sewajarnya saja… Allah terlalu mudah untuk merubah kondisi hati manusia. Guammpang banget…

Cinta kita sekarang mungkin menggelora, barapi-api, tapi lihat beberapa bulan kedepan, mungkin semua bisa hancur.

Okay, contoh realnya saja: mungkin kamu pernah melihat dua sejoli baru jadian, eh besoknya, lusanya, atau minggu depannya putus. Alasannya pun juga sangat sepele.

Itu bukti real, jika Allah yang maha membolak-balikkan hati…

Nggak Ada Manusia Hebat, Adanya ‘Dihebatkan’

Sekelas manusia yang hatinya gampang banget ‘berubah’, nggak mungkin hebat dengan sendirinya. Manusia butuh bantuan untuk jadi hebat.

Entah itu bantuan dari orang lain atau dari keluarga. Pasti itu.

Terus anehnya, manusia seringkali lupa dengan bantuan itu, ketika sudah ‘terlihat’ hebat.

Satu hal yang lebih pasti: selalu ada ikut campur Allah dalam proses kehebatan manusia. Namun hal ini selalu dikhianati oleh manusia. Kalau sudah merasa hebat, dia merasa kalau kehebatan itu adalah bentuk dari usaha dia sendiri.

Padahal, jika Allah sedikit memutar atmosfer hati manusia, dia pasti akan berubah jadi orang yang sangat beda. Hal ini yang selalu dilupakan oleh manusia…

Kenapa Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati?

Ya, karena Allah adalah Tuhan. Dzat yang memiliki otoritas penuh pada semua hal yang ada di muka bumi ini. Apapun itu…

Dia lebih dari apapun dan tidak bisa dikalahkan oleh apapun.

Allah bisa membolak-balikkan hati bukan untuk kita bahas pada Dzat Allah-nya. Akan tetapi kita harus mengambil pelajaran, bahwa kita hanyalah 1/sekian butiran debu yang nggak bisa apa-apa selain berusaha.

Selain itu, dengan percaya bahwa Allah itu membolak-balikkan hati, kita seharusnya bisa lebih bersyukur. Semuanya sudah tertulis, kita hanya perlu mengusahakannya…

Kesimpulan

Kita hanya bisa bergantung pada Allah, hati kita lemah. Terlalu naif jika kita berlagak seolah-olah mampu untuk merubah apapun…

“Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik”

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

3 Replies to “Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati, Santai Aja…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *