Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Covid-19: Konspirasi Apa Nggak Ya?

3 min read

Wah.. Ini ni seru! Bahas hal-hal yang berbau konspirasi. Kalian mungkin ada yang mikir, “Ini pasti mau ngehubung-hubungin kejadian! Biar seolah-oleh terlihat benar dan memiliki korelasi.”

Sabar ya, tunggu dulu. Jika lo mikir kek gitu. Salah banget, gua di sini nggak mau ngehubung-hubungin satu kejadian dengan kejadian lainnya. Akan tetapi hanya pengen ngomongin, kenapa sih teori konspirasi itu ada?

Kenapa ada orang yang kerjaannya menganalisis data-data pemerintahan, buka jurnal internasional, berlagak jadi detektif yang tahu akan segalanya? Kenapa yah. Apalagi pada isu-isu panas di pandemi Covid-19 ini.

Sudah banyak kok di Youtube, kalian sudah bisa lihat sendiri. Ada yang mengatakan kalau virus ini adalah sengaja disebarkan, dimodifikasi, diciptakan untuk mengacaukan kedamaian dunia. Ada juga yang mengatakan, virus ini adalah buah hasil permasalahan politik Amerika Serikat. Ada juga yang mengatakan ini adalah azab. Pokoknya, banyak deh cuitan-cuitan di Internet yang kadang-kadang tak tahu dari siapa.

“Yah gitu manusia, makhluk yang diciptakan dengan logika istimewa yang suka menghubungkan apa-apa. Otak manusia itu bekerja salah satunya dengan mengorelasikan satu hal dengan hal lain agar membentuk paduan informasi yang utuh.”

Jadi, kalau pertanyaannya adalah kenapa teori konspirasi ada? Jawabannya adalah, “Sebab manusia itu berpikir dan menduga-duga.”

Manusia berpikir dan mencari-cari data, ketika data tak ditemukan atau tak didapatkan, muncul istilah hipotesis. Mau bukti lain kalau manusia itu sukanya menduga-duga. Jangankan gua yang males mikir ini ya, sekelas ilmuan zaman dulu aja menduga bahwa dunia ini asalnya dari mana.

Mereka itu menduga. Awalnya logika menduga, membentuk opini dasar, terus dicari-cari dan dihubungkan dengan pengetahuan yang ada. Menjadi fakta yang bisa disampaikan dengan bahasa, dan akhirnya ditangkap oleh logika orang lain. Menjadi kebenaran universal.

Kebenaran Universal itu ‘Nggak Ada’

Kebenaran universal? Gini, gua sekarang nggak sedang bahas agama ya. Jadi ini adalah teori pengetahuan umum dan pendapat dari logika gua ini sah-sah aja. Apakah benar atau salah? Nggak tahu. Kan hanya pendapat…

Kebenaran universal (bidang umum) menurut gua tidak ada. Kenapa? Sebab ilmu umum dibentuk atas dasar penemuan dan kesepakatan. Kalau seumpama kalian nggak sepakat, kalian bisa menyangkal dengan membuat teori baru, hasilnya adalah “Penyempurnaan teori lama.”

Itu kaidah yang umum banget. Jika kebenaran mutlak diartikan sebagai kebenaran yang bisa diterima oleh semua orang, maka kebenaran mutlak mustahil ada. Pola pikir dan logika manusia itu dipengaruhi lingkungan, pengetahuan, dan tangkapan indra.

Semua itu menciptakan perbedaan alur berpikir dan menafsir yang beda pula. Maka dari itu, salah banget kalau lo maksain pendapat lo ke temen lo. Sebab dia sudah punya dasar teori sendiri dari topik yang loe sampaikan.

Di titik inilah gua suka banget dengan pegiat teori konspirasi. Mereka nggak maksa pendengar atau pembaca untuk percaya pada ungkapan mereka. Seolah-olah, pegiat konspirasi itu paham kalau logika manusia itu tak bisa dipaksa alur berpikirnya.

Ketika lihat teori konspirasi, plusnya adalah “Loe disuruh untuk mikir! Disuruh untuk baca! Disuruh untuk cari informasi lebih lanjut dan jangan ngangguk-ngangguk percaya aja.”

Ini juga termasuk kelebihan pegiat konspirasi dalam menyampaikan informasi. Sebab mereka seolah-olah hanya memberikan dua pilihan ke kalian, “Kalau nggak percaya langsung, ya silahkan gali sendiri informasinya.”

Kalau kalian orang yang care, gua jamin loe bakalan cari informasi sampai capek. Baca buku, buka video Youtube yang lain, cari informasi di Internet, tanya guru, dan lain-lain. Tapi sering kali, banyak di antara kita nggak peduli. Jadi, “Heleh buat apa klarifikasi informasi konspirasi. Buang-buang waktu aja. Mending rebahan, kalau nggak gitu kerja cari uang. Hidup itu udah ribet, jangan ditambah dengan mikirin hal-hal yang nggak berguna.”

Ya kan? Kebanyakan orang psati mikir kek gitu. Sebab teori konspirasi itu terlalu teori untuk dipaparkan pada orang-orang tipe lapangan. Maksudnya orang yang dekat banget dengan kehidupan realistis. Setiap hari berkejibun dengan fisik, otaknya jarang dipakai untuk mikir dalam. Yakin, kecil kemungkinan mereka untuk menggali informasi tentang konspirasi.

Dari penjelasan itu, kalau kalian paham, gua jamin bisa menjawab pertanyaan, “Covid-19, Konspirasi Apa Nggak Ya?”

Jadi, Konspirasi Corona Ni Ada Kagak?

Kalau loe nggak paham tulisan gua di atas. Okay, nggak masalah. Gini gua jelasin. Covid-19 ini kalian katakan ‘konspirasi’ bisa benar, kalian katakan ‘bukan konspirasi’ juga bisa benar. Kenapa? Sebab alur berpikir dan latar belakang logika semua orang itu beda. Lebih lagi, konteksnya adalah konspirasi, maka kebenaran mutlak itu mustahil ada.

Jadi, nggak ada masalah kalian percaya atau nggak. Maksimal kepecayaan kalian itu hanya dibawa ke lingkup diskusi. Jadi, yang gua garis bawahi adalah, “Terserah kalian mau percaya atau nggak Corona itu hasil manupulasi, tapi jangan sampai perbedaan pendapat kalian memecah persatuan dan kesatuan kalian sebagai masyarakat sebangsa dan semanusia.”

Kalau gua ditanya percaya atau nggak dengan ‘Konspirasi Covid-19’, gua bakalan jawab, “Yuks baca, masih ada banyak konspirasi yang kita perlu pelajari. Tentunya konspirasi yang memiliki makna yang bagus. Kalau konspirasi kematian artis, ya gunanya apa? Tapi nggak tahu lagi sih, kalau menurut lo kematian artis itu penting diketahui.”

Lebih penting lagi, nggak usah menghabiskan tenaga untuk menghujat pegiat konspirasi. Entah konspirasi Covid-19, Bumi Datar, Elite Global, dan lain-lain. Kalau lo nggak setuju, ya cari informasi pembanding, jangan asal nyerocoss tanpa dasar.

Gua saran aja, “Mereka mendoktrin dengan data dan informasi. Meski nggak tahu benar atau nggak, tapi mereka mendoktrin dengan logika dan pemikiran. Nah, kalau kalian nggak setuju, jangan hujatan yang kalian keluarkan. Tapi data juga. Biar terlihat sama-sama keren gitu. Soalnya gua agak geli kalau lihat loe berkata-kata kotor ketika nggak setuju dengan pendapat orang!”

Percaya atau tidak terhadap teori konspirasi Corona, itu urusan pribadi kalian. Jangan sampai kalian ikutkan ke sosial kalian. Kalau kalian percaya, terus ingin menyampaikan ke orang lain, jangan secara langsung deh. Jauh lebih baik lewat media aja. Gua hanya takut aja ketika hubungan kalian dengan teman, tetangga, atau kerabat kalian putus gara-gara perbedaan kepercayaan akan konspirasi Corona ini.

Jauh lebih baik lagi, kalau kalian telan untuk diri sendiri. Untuk saat ini, anggap aja teori konspirasi belum bisa dikorelasikan dengan realistika kehidupan yang ada. Entah Corona adalah senjata biologi pemusnah massal atau sengaja dibocorkan untuk mengurangi penduduk dunia, terpenting adalah “Pakai Masker, Cuci tangan dengan Sabun, Phisical Distancing, #dirumah aja.”

Percuma kan? Kalau kalian kekeh berpendapat, tapi kalian mati dimakan Corona. Silahkan berpendapat, tapi ingat persatuan dan kesatuan kita sebangsa dan semanusia itu lebih penting.

Dari sini dapat ditangkap ya? Kalau nggak, ya nggak papa sih sebenere. Gua juga nggak peduli. Sekedar nulis aja, daripada gabut. Kalau gua salah, maklumin aja ya, gua mon maap. Awokakaka…

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

3 Replies to “Covid-19: Konspirasi Apa Nggak Ya?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *