Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Selain Gilang Banyak Kok, Fetish dan Fantasi Seksual

3 min read

fetish dan fantasi seksual

Fetish dan Fantasi Seksual – Kata “Gilang” dan “Bungkus” jadi trending di Twitter. Banyak reaksi yang ditunjukan netizen, ada yang ngeri, jijik, aneh, dan lain-lain. Hal yang saya pikirkan bukan kenapa hal ini trending, akan tetapi “Apa ada gilang-gilang lainnya?”

Sebelum kita bahas kasus realnya, kita ungkap dulu apa itu ‘fetish’.

Secara bahasa, fetish adalah kondisi dimana seseorang akan mengalami kepuasan seksual oleh karena benda-benda yang bersifat non-genital (bukan kelamin). Umumnya, yang namanya manusia itu kan bernafsu ketika melihat organ genital.

Melihat pengertian di atas, tentu sudah sangat jelas, tidak hanya “Gilang” yang menderita kondisi ini.

Fetish, Apa Aja yang Bikin Nafsu?

Bagi seorang fetish, pakaian dalam mungkin bisa jadi lebih menggairahkan ketimbang kelamin lawan jenis. Kenapa kok gitu? Ya namanya aja fantasi manusia.

Yang kamu harus tahu, fetish ini cakupannya sangat luas. Sebab fantasi seks manusia itu sangat beragam. Jangankan pada manusia yang terbalut kain, manusia yang bernafsu dengan mayat pun ada. Jangan salah lho…

Entah bagaimana struktur otak seorang fetish, tindakan mereka tetap harus dianggap tidak normal apalagi ketika diungkapkan dan merugikan orang lain.

Kasus Berjenis Sama

Penderita kondisi ini rata-rata adalah pria. Yups, pria. Sama seperti “Gilang dan konsep penelitian abal-nya.”

Pernah dengar nggak kasus pria yang mencuri pakaian dalam perempuan yang sedang dijemur? Tentu pernah. Kalau nggak, kamu bisa cari di internet.

Kasus serupa juga berlaku pada jilbab atau kerudung perempuan. Kasusnya juga sama, dicuri dikoleksi, dan dijadikan fantasi.

Dan itu nyata, kasusnya bisa kamu cari di Internet kalau nggak percaya. 

Hal ini membuktikan, orang dengan Fetish itu sangat banyak. Tidak hanya ke manusia yang dibungkus, akan tetapi pada benda-benda lainnya juga.

Kenapa Kok Ada Kek Gitu?

Sebenarnya, konsepnya: semua manusia mungkin saja punya fetish-nya sendiri-sendiri.

Jadi, tidak menutup kemungkinan jika ada banyak Gilang-Gilang lainnya dengan fantasi yang beda-beda. Pecinta pakaian dalam, kerudung bekas, atau baju orang. Tentu banyak manusia yang memiliki fantasi seksual seperti ini.

Gilang mungkin bernafsu pada orang yang dipocongi dan dililit tubuhnya. Tentu banyak lagi penjahat fantasi pribadi yang mencari-cari korban.

Kenapa kok Gilang seperti itu?

Jawabanya mungkin: sebab dia terlalu menuruti fetish-nya. Dia tidak berkonsultasi ke psikologi, akan tetapi malah melakukannya sehingga semakin menjadi-jadi.

Nggak menutup kemungkinan, dia sudah mencari gambar-gambar kek gitu (baca: dipocongi) sebelum dia berani eksekusi sendiri. Mungkin dia juga sudah bosan dengan gambar atau video dari internet, dia butuh pelampiasan nyata.

Semua orang, jika fantasi seksualnya dilayani pasti akan terus melonjak-lonjak. Sama seperti pornografi, kalau dilayani ya bakalan terus nuntut. Namanya aja candu…

Nggak Masalah, Asal…

Kasus “Gilang dan Bungkus-membungkus” ini pada dasarnya kondisi otak dalam berfantasi seksual. Terkadang suami istri yang sudah menikah pun (gara-gara bosan dengan gaya yang itu-itu saja), juga melakukan fantasi seksual yang berbeda.

Menurut ungkapan dokter seksologi, ada yang menyuruh sang istri memakai pakaian sekolah, pakai rantai, disuruh diem, dan lain-lain.

Ketika dalam koridor yang tepat (seks dengan pasangan) dan tidak berlebihan. Fantasi seksual (yang tidak parah) tentu tidak masalah. Malah, dengan memiliki pasangan yang sah itulah, fantasi seksual (yang berbeda-beda) ini bisa disalurkan dengan baik.

“Fantasi seksual yang tidak merugikan orang lain seharusnya memang tidak masalah.” 

Demi Kepuasan Seksual

Yuks kita bahas secara intensif kondisi “gilang” ketika ingin memuaskan fetish dan fantasi seksual nya.

Bayangkan, dia (Gilang) bersusah payah, DM Instagram, minta nomor Whatsapp, bertutur kata persuasif, menciptakan konsep penelitian sehingga terlihat logis, terus dia juga bersabar untuk mengajak korbannya melakukan apa yang dia minta. Semua demi apa?

Kepuasan!

Kamu harus berpikir gini, “Kalau Gilang rela berjuang kek gitu, bagaimana kondisi orang phedopil, pemerkosa, dan pelaku tindak seksual lainnya?”

Gilang masih mending, via Social media. Masih banyak orang yang rela menghinakan diri, mengambil resiko untuk memuaskan fantasi seksual mereka di dunia nyata.

Benar-benar, kamu harus berhati-hati di zaman akhir ini. Tidak laki-laki tidak perempuan, semua bisa jadi korban pelecehan seksual. Maka, kamu benar-benar harus hati-hati.

Pikirkan, Sekarang Gilang itu Ngapain?

Banyak banget orang yang fokus ke kasusnya Gilang ini. Membuat otak saya mikir, “Kira-kira nih, kalau kamu jadi Gilang kamu bakalan ngapain?”

Dia sudah trending, berita sudah menyorot, dia sudah benar-benar jadi pelaku. Apa yang bakalan kamu lakukan?

Mungkin kamu tobat, wkwkwk… Menyadari kalau tindakan itu salah dan memohon pada Tuhan agar tidak diurus sampai kantor polisi. Tapi lihat saja, kalau Gilang tidak berusaha menekan fetish-nya, dia bakalan lakuin itu lagi.

“Tobatnya fantasi seksual itu Tobat Lombok (kapok lombok).”

Pelajaran Apa yang Bisa Diambil

Trending jangan hanya dibalas saja, kamu juga harus mampu mengambil ibrah atau pelajaran. Sehingga, kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Bagi kamu yang merasa senasib kek Gilang (punya fantasi yang beda), kamu harus belajar menekan diri. Banyak aktivitas, sehingga otak tidak fokus untuk melampiaskan nafsu. Kalau perlu, ke psikolog untuk konsultasi.

Bayangkan, bukankah buruk jika usia mudamu dihiasi dengan pengalaman trending, tapi gara-gara hal negatif yang kamu miliki?

Populer karena prestasi itu bagus, tapi kalau karena kasus ya malu dong. Bayangkan kamu jadi Gilang terus hidup di sosial masyarakat. Orang-orang pada tahu kalau gilang kek gitu. Sumpa, jodohnya Gilang saat ini kayaknya mundur, takut dibungkus juga…

Bagi kamu yang normal, ya tetap hati-hati. Manusia yang ingin melampiaskan nafsunya dan merugikan orang lain itu banyak sekali. Tidak menutup kemungkinan kamu juga jadi korban. “Waspada…”

Fetish dan fantasi seksual

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *