Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Jomblo Fisabilillah: Konsepsi Kawula Muda Pencari Ilmu dan Ridha Allah

6 min read

Jomblo Fisabilillah

Jika kamu mendengar kata jomblo, pasti terbersih sebuah pengertian, “Anak muda yang tidak memiliki pasangan (pacar).” Secara umum memang seperti itu, namun kali ini kami tidak akan membahas tentang jomblo secara umum, akan tetapi jomblo spesifik bernama, “Jomblo fisabilillah”.

Secara konsep, jomblo fisabilillah adalah anak muda yang mengikrarkan diri tidak akan pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis untuk meluruskan niat menjadi pemuda yang berkualitas dalam moralitas dan intelektualitas.

Memang sih, dalam takaran social kadang ada skeptisme yang terjadi. Seperti orang-orang yang menganggap istilah jomblo fisabilillah adalah golongan yang bertendensi pada ITP (Indonesia Tanpa Pacaran). Ya, namanya aja social, pasti memiliki opini public sendiri-sendiri.

Jomblo Fisabilillah Adalah

Secara bahasa, jomblo fisabilillah artinya adalah kaum muda yang tidak memiliki pasangan dan fokus pada perbaikan diri. Namun secara istilah, jomblo jenis ini bisa diartikan sebagai kaula muda yang memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dan berjuang di jalan Allah karena memang kaum muda adalah ujung tombak perjuangan umat islam.

Pengertian jomblo yang berada di jalan Allah tentu bisa sangat relatif. Karena semua diperspektifkan dari sudut pandang dan latar belakang keilmuan yang berbeda-beda. Sehingga tidak ada istilah yang pasti untuk mendefinisikan jomblo.

Apapun pengertiannya, jomblo fi sabilillah harus dikonstruksikan secara positif. Alasannya adalah karena dalam frasa tersebut memiliki konotasi yang langsung melibatkan Allah sebagai dzat yang maha kuasa.

Jomblo Fisabilillah dalam Konstruksi Sosial Masyarakat

 Pada bagian ini, kami akan mengulas sebuah kesan. Kesan yang timbul di masyarakat yang umumnya relatif. Beberapa pendapat ini tentu bisa jadi bahan diskusi kita agar meluaskan cakrawala pengetahuan kita tentang jomblo.

Beberapa konstruksi sosial yang timbul di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

1. Pemuda Positif

Dari etimologi, kamu pasti sudah tahu jika jomblo fisabililah memiliki tendensi makna yang positif. Apalagi sudah menggunakan kata fisabilillah (di jalan Allah). Orang awam pasti menganggap istilah ini adalah kaum pemuda yang:

  • Suka berdiskusi tentang agama
  • Anti pacaran-pacaran club
  • Alim-alim dan disiplin dalam agama
  • Mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan tunduk
  • Memiliki sikap yang tawadhu dan baik

Kesan ini bisa dikatakan kesan umum yang ada di masyarakat. Kesan positif yang timbul dari orang-orang berhati positif dan berpikirkan baik. Namun beda lagi bila istilah jomblo fisabilillah ini dibenturkan dengan golongan orang-orang skeptis. Hasilnya adalah:

2. Pemuda Sok dan Munafik

Terkadang, berkaca dari satu orang yang mengikrarkan diri sebagai jomblo fi sabilillah, lantas ia ternyata pacaran, memiliki hubungan spesial dengan perempuan, dan kata jomblo itu untuk menutupi kedok kealimannya.

Sehingga bisa dikatakan, istilah fisabilillah hanya dijadikan kedok untuk menutupi aib seorang pemuda-pemudi yang pada dasarnya juga sama seperti yang lainnya. Pacaran lanjut, bermaksiat lanjut, tapi memiliki kedok sosial pemuda alim yang berjalan di jalan Allah.

Ya namanya manusia pasti memiliki salah dan aib. Namun tidaklah patut bagi manusia lainnya untuk membuka aib saudaranya sendiri. Apalagi masih muda, masa dimana manusia dalam periode labil-labilnya. Apapun yang ia putuskan mengantung keraguan dan kebimbingan.

Disitulah nafsu dan pola pikir yang buruk terkadang ikut mengintervensi sehingga jomblo fisabilillah pun merasa loss-control dan menuruti hawa nafsu itu sendiri.

3. Kaula Muda Sakit Hati

Perspektif yang ketiga ini cenderung dimiliki oleh pemuda lainnya yang tidak ingin ikut-ikutan memakai istilah fisabilillah. Mereka menganggap jika istilah jomblo fisabilillah hanyalah istilah untuk menutupi sakit hati mereka.

Alur sakit hati ini seringkali digambarkan seperti ini:

Pemuda seperti biasanya > pacaran atau menjalin hubungan > serius > putus dan sakit hati > tobat > menemukan grup-grup hijrah > memproklamasikan jomblo fisabilillah.

Apakah hal itu salah?

Tentu saja tidak. Sama sekali tidak. Asalkan ia benar-benar berusaha untuk istiqomah dalam menjalankan apa yang benar-benar ia hijrah kan. Jika hatinya sudah berkomitmen, ya minima jangan nodai istilah fisabilillah itu dengan bermaksiat lagi.

Takutnya, kesan jomblo itu bakalan rusak karena ada satu pemuda yang ngaku fisabilillah namun tindakannya tidak sama sekali tidak di jalan Allah. Ya itulah, ketika pemuda merasakan cinta tentu saja ia bakalan khilaf.

Semua itu tidak perlu langsung di-judge, namun harus dievaluasi dan dijadikan bahan saling mengingatkan dan tentunya saling menasehati dalam kebaikan. Bukankah seperti itulah hakikat fisabililah yang sesungguhnya. Manusia tidak akan luput dari kesalahan, kami yakin hal itu.

Pada dasarnya, tiga kesan itulah yang sering muncul di sosial masyarakat ketika mendengar frasa ‘jomblo fi sabilillah’.

Ciri-ciri Umum Jomblo Fisabilillah

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai ciri-ciri yang ada dari seorang jomblo fi sabillah. Tentu, ciri-ciri ini tidaklah mutlak harus seperti demikian. Karena ya kita harus percaya, jika ciri-ciri jomblo fi sabilillah itu pada dasarnya tidak terpaku pada aturan yang baku.

Sebab frasa ini mengandung fisabilillah, maka harus banget ada konsep keislaman yang benar agar tidak terkesan ada isu-isu kemunafikan. Nah, sudah penasaran apa saja ciri-ciri jomblo yang satu ini?

1. Anti Pacaran

Tidak hanya pacaran, jomblo jenis ini harus tidak memiliki hubungan apapun dengan seorang wanita. Tidak hanya wanita, tentu pria juga. Karena kadang, banyak kawula muda di zaman ini yang menjadi homo atau lesbi.

Tidak pacaran dan tidak menjalin kisah asmara apapun adalah basis dari adanya jomblo fisabilillah. Maka jika jenis jomblo yang satu ini punya kisah asmara, maka ia menyalahi hakikat jomblo itu sendiri.

Selain pacaran, juga tidak ada hubungan-hubungan lain sejenis zone-zone tertentu. Hal itu mutlak harus dimiliki jomblo fi sabilillah karena mereka harus benar-benar suci dari hal-hal yang ada di dalam hubungan lawan jenis.

2. Pencari Ilmu

Ciri-ciri yang selanjutnya adalah ‘suka menghadiri ta’lim (pengajian)’. Kenapa hal ini harus ada dalam diri seorang jomblo fi sabililllah?

Karena ya arti dari fi sabilillah adalah rajin menuntut ilmu untuk mencari ridha Allah. Jika jomblo jenis ini tidak suka ta’lim maka ya dipertanyakan fisabilillahnya. Bagaimanapun wajah ataupun latar belakangnya, orang yang berada di jalan Allah pasti memiliki sifat penuntut ilmu sejati.

Jika jomblo fi sabilillah tidak suka menuntut ilmu, maka ia tidaklah layak untuk menyandang gelar di jalan Allah tersebut. Karena ikrar ataupun sebutan itu tidaklah gemen-gemen. Itu adalah sebuah konotasi yang berat dan perlu dipertanggungjawabkan. Jadi, tidak boleh main-main.

Jangan sampai, seorang jomblo jenis ini malah merusak hakikat dari fisabilillah itu sendiri. Tidak ada orang yang dijalan Allah itu malas mencari ilmu dan berdikusi tentang ilmu agama.

3. Menjaga Akhlak

Ciri-ciri yang selanjutnya adalah memiliki akhlak yang baik. Tidak mungkin seorang yang menyandang fisabilillah memiliki tingkah laku dan akhlak yang buruk. Jika sampai hal itu terjadi, maka jomblo jenis ini malah akan sangat terkesan munafik.

Proses menjaga akhlak ini bisa Anda lihat dari beberapa tingkah laku yang tercermin seperti ini:

  • Memiliki tutur kata yang baik
  • Memperhatikan tindakan yang dilakukan
  • Tunduk pada guru atau orang yang lebih tua
  • Tidak menyela pembicaraan
  • Memiliki wajah yang takdim dan teduh

Masih banyak lagi proses menjaga akhlak yang harus dilakukan oleh seorang jomblo fisabilillah. Semua hal itu dilakukan demi menjaga konsistensi hijrah menuju transformasi manusia yang baik dan berakhlakul karimah.

4. Menjaga Ibadah

Ciri yang terakhir adalah memperhatikan ibadah banget. Tidak ada seorang yang berada di jalan Allah lupa pada ibadah. Jomblo jenis ini tidak memiliki waktu untuk bermain-main pada hal yang tidak berguna. Mereka lebih care pada kegiatan yang bermanfaat.

Sehingga, dalam hal ibadah pun mereka tidak akan ketinggalan. Entah itu ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. Apapun yang dilakukan orang fi sabilillah harus bernilai ibadah. Entah itu makan, minum, bercengkrama, bersosial, dan lain sebagainya.

Semua hal yang dilakukan harus benar-benar bernilai ibadah. Tidak ada hal yang sia-sia bagi seorang yang berada di jalan Allah. Satu detik waktu pun, tidak boleh dihilangkan dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Wajibkah Seorang Pemuda Menjadi Jomblo Fisabilillah?

Bahasan yang selanjutnya adalah perspektif secara umum. Apakah seorang pemuda wajib menjadi jomblo fi sabilillah?

Tentu saja iya! Namun dengan cara dan pendekatan sendiri-sendiri. Tidak boleh satu golongan memaksakan kehendak golongan lain untuk berjalan di jalan Allah. Karena hal itu bakalan bisa menimbulkan crash ideologi dan akhirnya bisa menimbulkan chaos.

Jika ingin berdakwah, Kamu juga tidak boleh memaksa kan kehendak orang lain. Semua tetap berada di tangan sendiri-sendiri. Tidak boleh seorang dari satu golongan memaksa kan niat atau kehendak orang lain.

Yang terpenting bagi kamu adalah terus berdakwah untuk menyampai kan kebaikan. Entah orang itu bakalan percaya ataupun tidak, itu tergantung ia sendiri. Hidayah itu tidak bisa dipaksakan, hidayah tidak bisa diturunkan oleh manusia, namun semua itu adalah hak preogatif Allah sebagai maha yang memberi hidayah.

Fanatisme Berujung Skeptisme

Kadang, banyak masyarakat yang terlalu fanatik pada golongannya. Sehingga ketika mendengar kalimat jomblo fi sabilllah langsung bawaannya berpikiran, “Aliran radikal!”

Hal itu disebabkan oleh fanatisme yang parah. Padahal, setiap pemuda boleh merasakan berbagai aliran yang ada. Asalkan ia terus belajar dan belajar dan tidak langsung percaya pada satu aliran tertentu.

Kami menyebut aliran di sini bukan aliran yang besar ya… Akan tetapi aliran yang masih dalam skala organisasi masyarakat maupun golongan yang berbeda ideologi namun masih dalam satu golongan.

Karena fanatik itulah, seseorang bisa membabi buta dan tidak mempercayai apa yang dinamakan hijrah dan sejenisnya. Padahal, yang namanya hijrah yang harus bagi setiap manusia. Apalagi itu hijrah dalam takaran memperbaiki akhlak dan pola kehidupan sehari-hari.

Q&A Seputar Jomblo Fisabilillah

Agar mempermudah bahasan tentang jomblo yang satu ini, kami buat beberapa Question dan Answer agar mudah banget Anda pahami. Apa saja pertanyaan yang perlu Anda ketahui?

Apa itu Jomblo Fisabilillah?

Kaula muda yang hijrah dan memberikan hidupnya untuk fokus beribadah dan memperbaiki diri.

Apakah boleh jadi Jomblo ini?

Sangat boleh, bahkan harus. Karena inti dari jomblo ini sangatlah baik. Apalagi demi perkembangan umat islam yang berkualitas.

Apakah ada Kelompoknya?

Secara nama sih sebenarnya ada, namun pada hakikatnya setiap jomblo bisa saja fisabilillah tanpa harus punya grup-grup tertentu.

Caranya gimana?

Ya gampang sekali. Anda hanya perlu memperhatikan beberapa hal yang sudah kami sebutkan sebelumnya tentang ciri-ciri dari jomblo yang satu ini.

Apakah sulit?

Menjadi jomblo di jalan Allah itu mudah, namun yang sulit itu konsisten dan istiqomah-nya. Pasti akan ada banyak cobaan yang menerpamu ketika hendak berniat baik dan memperbaiki diri.

Bagaimana rasanya jadi Jomblo fisabilillah?

Ya, kami sendiri belum tahu juga. Cobalah sendiri, dijamin kamu pasti akan merasakannya keindahan dan kedamaiannya.

Apakah harus cerdas?

Tidak. Tentu setiap manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kecerdasan itu bisa digapai dengan belajar. Maka dari itu, jadi jomblo di jalan Allah harus haus menuntut ilmu dan tentunya tidak bosan ta’lim.

Kesimpulan

Tidak banyak yang bisa disimpulkan dari pembahasan ini. Intinya, mumpung masih muda, kamu harus bisa memaksimalkan kehidupan dan tentunya pencapaian yang bisa kamu dapatkan. Kalau ada banyak orang yang bisa, kenapa kamu tidak.

Menjadi jomblo fisabilillah memang bukan perkara yang gampang. Jika hanya ingin cari sensasi dan ikut-ikutan grup memang gampang. Namun secara hakikat, menjadi orang yang berada di jalan Allah itu tentu sulit dan penuh dengan perjuangan. 

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *