Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Inilah Alasan Kenapa Kamu Update Status

2 min read

alasan update status

Penggunaan media sosial di zaman ini sudah sangat masif. Contoh saja, kamu sendiri. Kemana-mana kalau nggak bawa smartphone rasanya seperti setengah kehidupan hilang. Seringkali, kamu juga update status. Lantas kenapa update status? Haruskah…

Sebelum Ada Smartphone

Gadget yang muncul di dunia ini benar-benar menciptakan kemudahan bagi manusia. kamu sudah bisa menjelajah bumi manapun hanya dengan alat di genggaman tangan.

Sebelum ada smartphone, bagaimana cara manusia update status?

Ghibah!

Sebelum ada smartphone ghibah adalah metode eksklusif yang paling marak untuk update status. Artinya, dengan mengghibah, kamu bisa mengeluarkan unek-unek dan ganjalan hati.

Setelah ada smartphone, ghibah pun tetap masih ada. Bahkan diaktualisasi ke dalam bentuk daring (online).

Alasan Kenapa Harus Update Status

Setelah ada smartphone, update status menjadi lebih elegan. Kamu bisa mengungkapkan isi hati, curhatan, unek-unek, kegabutan, dan lain sebagainya tanpa harus ketemu seseorang.

Dengan berbekal pengalaman dan sedikit referensi, saya telah merangkum beberapa alasan kenapa manusia update status. Check this up…

1. Bagi Ilmu atau Share Kebaikan

Alasan pertama adalah alasan yang sangat idealis. Seseorang update status mungkin ingin memberitahu kepada khalayak tentang sesuatu hal. Misal:

  • Motivasi kesuksesan
  • Fakta terbaru tentang sains
  • Tips kecantikan
  • Screenshot cuplikan sejarah
  • Dan lain-lain

Tapi terkadang, alasan yang pertama ini sering ditunggangi oleh kemauan untuk tampil bijak (sok-bijak), tampil pintar (sok-pintar), tampil tahu (sok-tahu).

2. Jualan Produk

Alasan kedua adalah jual produk. Kamu tentu sudah pernah melihatnya. Hal ini adalah positif, mencari pendapatan dari status media sosial. Namun terkadang ada teori marketing yang tidak diterapkan oleh temen-temen.

Tapi hal ini perlu didukung dan dikembangkan. Daripada update status kegabutan dan ujaran kebencian, mending jualan produk (entah reseller, produk sendiri, ataupun apalah itu namanya, saya juga kurang paham).

3. Mendramatisir Keadaan

Alasan nomor tiga adalah alasan yang sangat sering dilakukan orang-orang (mungkin termasuk kamu apalagi saya). Keadaan ini sering terjadi karena seseorang memiliki tendensi Histrionic Personality Disorder (HPD).

Mendramatisir keadaan ini memiliki permisalan seperti ini:

  • Melebih-lebihkan sesuatu padahal biasa aja
  • Membela diri dengan cara merendahkan diri
  • Merasa jadi pusat alam semesta dan harus diperhatikan
  • Menyelesaikan masalah dengan menciptakan masalah
  • Mencari pembenaran atas kesalahan yang disadari
  • Selalu provokasi bahkan tanpa klarifikasi

Proses mendramatisir keadaan ini sering juga dipakai untuk strategi politik praktis dalam proses mencari citra, nama, dan pandangan masyarakat.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecenderungan Histrionic Personality Disorder (HPD) adalah sebagai berikut:

  • Eksis banget
  • Sensitif pada kritik apapun
  • Sangat perlu menjadi pusat perhatian
  • Membuat keputusan terburu-buru
  • Mudah diprovokasi dan dipengaruhi
  • Emosional dan dramatis banget
  • Ingin menarik perhatian dengan pakaian

Jika kamu merasakan hal di atas, mungkin perlu introspeksi. Wkwkw….

4. Hobi dan Cari Kerjaan

Karena tidak ada kerjaan, terkadang seseorang mengakses media sosial tanpa henti. Apapun dilihat untuk membanjiri dopamin dalam otaknya.

Salah satunya adalah buat status untuk mengisi kegiatan. Mencari komentator update status agar terjadi percakapan, karena media sosialnya sepi (misalnya).

Ada juga kok, manusia yang memang memiliki hobi update status. Jadi, ngapain aja harus distatuskan. “Agar dunia tahu!”

5. Menyindir

Alasan nomor 5 adalah menyindir. Pernah lihat temenmu update status, tapi kesan nadanya ada seseorang yang disindir. Tentu pernah bukan.

Apalagi ketika kamu punya pacar, terus pacar kamu nggak perhatian atau kalau nggak gitu ada masalah kegengsian. Pasti senjatanya adalah, “Status sindiran.”

Biar peka agar nggak pekak. Sindiran dengan status juga sering ditujukan kepada dosen, guru, saingan, dan lain-lain.

“Kenapa harus menyindir?”

Nah, itulah pertanyaan besar yang seharusnya bisa dijawab oleh penyindir via status. Kenapa juga harus menyindir, kalau dibiarkan saja urusan akan beres-beres sendiri. Iya nggak?

6. Mengungkapkan Filosofi Hidup

Bentuk konkretnya bisa kamu jumpai ketika temanmu update status tentang ‘curhat kehidupan’. Tentang capeknya kuliah, kerja, nikah, hingga nganggur.

Sampai, mau capek aja capek. Hidup kan emang gitu.. Manusia ingin membahasakan situasi dan kondisi yang ia rasakan.

Manusia terkadang ingin apapun yang ia lakukan, ia kerjakan, ia impikan, ia rencanakan, ia canangkan, ia programkan, ia dapatkan, hingga ia kecewakan, harus diketahui publik.

Rata-rata manusia itu “sok filsafat”.

7. Nafsu untuk Pamer

Alasan terakhir kepada seseorang suka update status adalah memang untuk pamer. Kenapa harus pamer? Saya kasih tahu alasan seseorang pamer.

  • Ingin dipandang lebih
  • Ingin berbagi kebahagiaan (idealis banget)
  • Dipandang sukses
  • Dipandang kaya
  • Dipandang bahagia dan mujur
  • Disegani
  • Dan lain-lain

Pamer adalah tentang eksistensi dan eksis. Ya itulah manusia, ia ingin dianggap dan dihargai keberadaannya.

Kesimpulan

Males buat kesimpulan,

Alasan kenapa manusia update status di atas hanyalah opini penulis. Jadi, santai aja dan terima kasih mau baca…

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *