Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Kiamat Ramadhan ini, yang Bener Aja?

3 min read

Akhir-akhir ini gua denger banyak beredar video agak viral ustadz yang ngomong dengan lantang dan yakin kalau kiamat bakalan terjadi pada tanggal 15 ramadhan di hari Jum’at tahun ini. Gua langsung mikir, “Lho, beneran ta? Ni ustadz pa udah ngobrol sama Tuhan!”

Gua nggak pengen nyalahin ustadz, ya sadar diri lah ilmu gua jauh di bawah beliau. Tapi gua tetap punya idealisme lah. Gua sudah kadung percaya, kalau kiamat itu hanya Tuhan yang tahu. Titik! Siapapun yang sok tahu, dia itu ngarang aja berarti. Gua mikirnya gitu, sebab apa? Ya aneh aja kalau manusia tahu kapan terjadinya kiamat. Enak banget dong?

Ketika tahu kiamat masih jauh, manusia itu bakalan nyantai, malas ibadah, “Lha kenapa, wong kiamat masih jauh. Hidup itu dinikmati dulu aja lah…”

Ketika kiamat udah dekat, manusia bakalan tergesa-gesa untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan, mendermakan semua hartanya. Ya pokoknya semua hal baik-baik dilakukan dan yang buruk di tinggalkan. Kalau hal ini terjadi, “Beneran, hidup nggak bakalan seseru ini, kenapa? Sebab nggak ada kompetisi dunia lagi, nggak ada ghibah lagi, benci-bencian lagi, saling menyakiti, dan saling mengkhianati.”

Bayangkan, logikaku yang sederhana pun menolak kalau manusia itu bisa tahu kapan kiamat datangnya. Gua nggak punya urusan sama ustdadz ataupun pembuat video itu. Sama sekali, ini hanya logika gua, yang pengen banget gua tuliskan dan ungkapkan. Gua juga nggak mau menyalahkan, suka-suka siapapun kan, mau bilang kiamat 15 ramadhan lah,  1 Januari 2021 lah, dan terserah!

Tapi, gua ini resah gitu lho! Masa ya orang-orang banyak yang percaya terus memviralkannya. Ya nggak papa kalau setelah itu banyak dari nitizen tobat, semakin dekat kepada Tuhan, hati dibersihkan, dan amal baik ditingkatkan.

Di negeri pejabat dianggap keparat ini, yang terjadi bukan seperti itu. Akan tetapi malah timbul crash logika antar ustadz atau ulama. Saling menyalahkan, terus orang-orang adsense Youtube berlomba-lomba buat video kompilasi motongi ceramah ustadz-ustadz.

Gua mikir, “Ni orang kog makin gila aja yah! Udah tahu dibilangan 15 ramadhan mau kiamat, tapi kelakuannya makin menjadi-jadi. Bukan malah takut, tapi malah mikir mumpung masih ada satu bulan, gua senang-senang dulu, enjoy, menikmati udara. Otakku nggak bisa connect gitu lho!”

Gua cuma berpendapat, jauh lebih baik kalau orang yang tahu kiamat kapan datangnya (kalau emang dia tahu beneran), simpan untuk diri anda dan orang terdekat yang sudah sealiran sama dengan otak anda.

Sebab gini, seumpama perkatakan anda salah, ternyata besok 15 ramadhan nggak kiamat, ya gua kasian sama anda. Bakalan terlihat berbohong dan menyebarkan berita yang tidak benar. Jadi, kalau punya ilmu lebih tentang hal-hal yang nggak biasa, apalagi tentang kiamat yang bahkan nabinya orang islam nggak tahu kapan datangnya, simpan aja.

Untuk merenungi kehidupan dan fananya dunia ini, kalian para ustadz mohon banget jangan memberikan hal-hal yang bisa menimbulkan perdebatan (apalagi tentang tanggal pasti kiamat terjadi), sebab kami masih awam, gampang percaya, dan gampang banget dipecah-pecah. Satu ikut ustadz ini satu ikut ustadz itu, terus ketika bertemu, berdebat!

Kalian cukup melantunkan kalimat hikmah tentang tadabbur kematian, kemiskinan, hiruk pikuk kehidupan yang masalahnya tak kunjung habis. Cukup tanamkan keputusasaan dalam diri kami untuk terlalu menggapai dunia yang semetara ini. Cukup!

Ingatkan kami tentang kiamat kecil kami yang sebenarnya jauh lebih penting ketimbang mikirin kiamat kubro itu. Cukup ingatkan kami, kalau manusia bisa mati gara-gara cicak, gara-gara tidur, gara-gara wisata, gara-gara makan, gara-gara kerikir, gara-gara bercanda. “Itu jauh lebih penting dan aman untuk kami yang nggak tahu apa-apa.”

Oh iya satu lagi, kepada para netizen pliss deh! “Kalau dapat informasi, jangan telan bulat-bulat. Jangan langsung buat video kompilasi. Cari informasi lainnya, cara ceramah ustadz lainnya, dibandingkan, bertabayyun, bertanya, jangan seenaknya comat-comot ceramah yang bikin ummat ini tambah kebingungan nggak jelas.”

Nggak tahu deh, kenapa di zaman ini semua orang nampaknya pengen jadi public figure yang harus diikuti pendapatnya. Orang-orang yang nggak punya ilmu, tapi kebelet jadi ustadz.

Orang-orang yang ilmunya instan dari Goolge dan Internet. “Menurut gua, nggak papa kalian cari ilmu di internet, bagus banget! Daripada kalian nggak tahu sama sekali, tapi yo mbok sadar gitu. Kalau udah dapat, ya kalian pakai sendiri. Ingat, ilmu dari internet yang kalian dapat itu belum tentu bisa kalian tanggap dengan baik. Ilmu kalian belum teruji, jadi jangan sok sebar keyakinan. Apalagi urusan aqidah!”

Mungkin kalian langsung ngeyel, “Lho kan dalilnya itu ‘sampaikan ilmu walaupun satu ayat’”

“Iya gua tahu! Semua orang pun tahu kalau ada dalil yang kek gitu. Tapi masalahnya, ayat yang kalian sampaikan itu sudah teruji pa belum? Ayat yang kalian sampaikan itu benar-benar shohih atau hanya tafsir logika melenceng kalian? Kalau urusan menyampaikan ayat, orang munafik pun juga pinter Bro! Dipikir dulu, di era ini arus informasi itu terlalu cepat. Jangan nambah hoax di masyarakat.”

Okay deh! Mungkin itu aja resahan gua kali ini. Gua nggak mau sok pinter, nggak mau cari apa-apa. Cuma unek-unek aja, logikaku mikir seperti itu. Kalau kalian nggak setuju ya nggak masalah. Silahkan komentar nggak papa, kalau aku salah, akau bakalan introspeksi dan mengakui kok di tulisanku selanjutnya.

“Kalau emang salah, kenapa takut mengakui. Manusia kok! Gua nggak bakalan ngebet jadi malaikat. Kalau emang gua salah, ya berarti gua emang salah, bodoh, nggak tahu. Terpenting, kita saling koreksi dan saling membenahi, bukankah begitu? Ea…”

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

10 Replies to “Kiamat Ramadhan ini, yang Bener Aja?”

  1. Informasi mengenai kiamat kubro juga penting mas untuk kita yang orang2 awam. Bayangkan saja bila, mas, saya atau org2 terdekat masih diberi kesempatan hidup menyaksikan alur jalannya kiamat kubro. Kalau kita menjalaninya keliru, bagaimana? Memilih surga si mata satu tanpa mengetahui informasinya, misalnya. Jadi menurut saya informasi kiamat kubro juga penting mas. Jangan buat pembaca jadi tidak merisaukan kiamat kubro, malah sekarang2 ini info/dakwah2 mengenai itu sudah jarang, kan mengkhawatirkan. Ibarat ujian dadakan oleh dosen, tanpa diberi kesempatan belajar/mempersiapkan diri itu kan juga mengkhawatirkan. Kalau ujiannya dosen masih tidak terlalu mengapa, walaupun juga harap2 cemas tapi ada kemungkinan nego dengan dosen untuk mengajukan remidi atau lainnya. Kalau ujiannya menghadapi kiamat kubro tanpa tahu kisi2nya gimana? Apa ada remidi? Tolong untuk masnya mungkin buat klarifikasi, artikel lain atau semacamnya terkait itu. Karena benar2 bahaya lo yg samean sampaikan. Walaupun sama ilmu saya juga tidak ada apa2nya, tapi kalau tulisan mas ini termasuk menyinggung kiamat kubro juga banyak pembaca yg mempercayai gimana? Sama seperti yg sampean sampaikan tadi. Saya juga setuju bila kebenaran dalam info tsb benar2 valid dan haq bolehlah disampaikan, sedangkan yg hanya mengikuti logika melenceng itu, saya juga setuju kok. Saya juga masih belum mengetahui banyak hal, namun tidakkah khawatir kerisauan sampean malah berbalik terjadi pada sampean sendiri? Cuma permasalahannya itu tadi, sekali lagi, bagaimana kalau banyak pembaca tulisan mas mempercayai termasuk lebih mementingkan info/dakwah berkaitan kiamat kecil daripada kiamat kubro? Padahal, keduanya sama2 penting. Mohon pertimbangkan baik2, karena tulisan anda, tanggung jawab anda sebagai penulisnya. Wallaahu a’lam bisshowwaab.

    1. Kata “lebih penting”, kalau dalam maksud tulisan saya itu, nggak ada keinginan untuk menyepelekan informasi kiamat kubro. Ibaratnya, Apel lebih penting ketimbang pisang, apakah pisang nggak penting? Ya penting juga, kan nggak ada kata “tidak penting”. Tapi dihubungkan dengan tanggal pasti kiamat, saya berpendapat kalau orang awam macam saya itu lebih baik diceritain tentang kematian (kiamat kecil) yang bisa datang kapan aja, daripada memberikan info pasti kalau kiamat itu 15 ramadhan tahun ini. Jauh lebih aman. Sebab saya percaya “Tanggal pasti kiamat” itu nggak ada yang tahu.
      Sebab penekanan dari artikel ini kan, “kiamat terjadi ramadhan ini”, tetap konteks tulisan yang saya maksud kembali ke judulnya. “Kiamat Ramadhan ini? yang Bener aja?” Konteksya bukan informasi kiamat, akan tapi waktu pasti. Saya mempermasalahkan waktu pastinya aja kok kak.
      Kalau pembaca lebih mementingkan info/dakwah tentang kiamat kecil dariapda kiamat kubro, alhamdulillah juga kak. Kata kakak dua-duanya penting, kalau pembaca lebih mementingkan yang satu, nggak masalah kalau menurut saya. Asalkan tidak meninggalkan kebenaran kiamat kubro, sebab sudah pada ranah aqidah.
      Saya bertanggung jawab atas tulisan saya, hehe… Semoga kakak diberi pahala oleh Tuhan kakak.

      1. Mantaappp. Penjelasannya. Saya tidak suka kalau ada yg sok2an tau tgl kiamat. Semangaatt mas e. Terus tebarkan kebaikan. Panjang umur hal2 baik….

  2. “Ingatkan kami tentang kiamat kecil kami yang sebenarnya jauh lebih penting ketimbang mikirin kiamat kubro itu.”

    Kalimat itu 👆yg bahaya bila pembaca artikel ini banyak yg mengiyakan dan percaya. Mungkin bisa dijadikan evaluasi mas, disunting atau dihapus. Bergantung pada anda, penulis. Hormat saya tanpa maksud apapun untuk “mengecilkan” karya tulisan anda 🙏. Mohon maaf bila ada salah2 kata dari saya, mohon juga koreksinya 🙏🙏🙏

    1. Wa’alaikum salam kak, saya sangat bahagia banget (pol-polan) kak, entah nama kakak siapa, semoga Allah memberikan pahala yang melimpah. Saya sangat mendambakan semua tulisan saya dikomentari dan diluruskan. Saya hormat banget pokoknya. Hehehe… Tapi nggak saya hapus ya kak. Tapi saya hendak mengklarifikasi aja. Nggak ada maksud untuk mengentengkan kiamat kubro ya kak. Kalau kalimat saya kesannya seperti itu, nggak ada maksud kok.

      1. Iya mas. Gini saja juga sudah baik. Tanda sampean juga peduli dan tanggung jawab dengan tulisan yg sampean keluarkan
        Mantaapp wes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *