Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Link Grup WA Gay : Mengkaji Logika Kaum Sodomi

5 min read

link grup wa gay

Karena saya gabut, saya akan mengulas tentang link grup wa gay. Namun, saya nggak bakalan bagi-bagi link-nya. Saya akan lebih fokus ngasih tau beberapa hal tentang komunitas gay di Indonesia.

Hebohnya pesta gay di apartemen Kuningan beberapa waktu lalu, membuat saya berpikir, “Jangan-jangan komunitas ini sangat menggurita di Indonesia?”

Maka dari itu, akan saya bahas dengan detail pada artikel ini. Skuyy dah…

Apa itu Gay?

Pada dasarnya, kalau kita membahas gay tentu kita tidak akan keluar dari pembahasan homoseksual. Gay adalah sebutan orang laki-laki yang memiliki orientasi seksual pada sesama jenis (laki-laki juga).

Ya memang pisang makan pisang sih, tapi mereka benar-benar memiliki eksistensi. Benar-benar bukan omong kosong jika gay di Indonesia memiliki jaringan dan komunitas yang besar.

Gay sudah ada di zaman dahulu, seperti pada zaman nabi Luth. Banyak kaumnya yang memiliki orientasi seksual pada sesama jenis. Sehingga kaum itu diazab dengan bencana yang dahsyat.

Namun entah mengapa, di era modern generasi kaum sodomi itu kok malah makin kuat eksistensinya. Apakah mereka ingin azab itu kembali terjadi? Naudzubillah…

Link Grup WA Gay itu Banyak

Komunitas gay di negeri ini memang sangat banyak. Di setiap daerah ada, tidak hanya di kota-kota besar. Jika kamu mencari link grup WA gay ini di internet, maka kamu menemukannya banyak.

Link grup WA gay yang banyak ini, membuktikan jika komunitas gay di Indonesia sangat banyak, menggurita, dan bergerak terstruktur meski dalam konteks moral, mereka dibenci dan dikucilkan.

Mereka menciptakan banyak grup ini demi menjaga eksistensi mereka serta serta membela hak-hak mereka untuk disamaratakan dengan masyarakat lainnya.

Kok Bisa Ada Gay?

Dari semua artikel yang saya baca, ada beberapa hal yang membuat eksistensi gay tetap ada. Di antara hal-hal itu akan saya jelaskan lebih rinci di bawah ini:

1. Faktor Sosial

Pertama dan yang paling utama adalah faktor sosial. Gay bisa lahir gara-garal lingkungan yang mendukung. Memang tidak bisa dipungkiri, lingkungan adalah faktor dominan yang menciptakan sifat dan karakter seseorang.

Beberapa hal terkait lingkungan yang menjadi sebab lahirnya seorang gay adalah:

  • Lingkungan yang gay
  • Masyarakat yang tidak perlu
  • Kurangnya literasi
  • Lingkungan yang kurang agamis
  • Dan lain-lain

Sangat perlu anda catat, faktor lingkungan bisa menjadi satu motivasi terbesar seseorang menjadi seorang gay. Maka dari itu, pastikan lingkunganmu baik dan memiliki tatanan moral yang baik.

2. Faktor Pribadi

Faktor kedua adalah faktor internal dari segi psikologis. Faktor-faktor ini bisa dibagi menjadi beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Masa lalu yang kelam dengan cewek
  • Pernah jadi korban sodomi
  • Memiliki keterikatan dengan komunitas gay
  • Riwayat pelecehan seksual
  • Keterpaksaan (mencukupi kebutuhan)
  • Dan lain-lain

Faktor pribadi ini memiliki pengaruh yang sangat besar pula. Ketika seseorang tidak bisa memanajemen hidup dan pikirannya, maka tidak mustahil seseorang itu bisa menjadi gay…

3. Faktor Gen dan Hormon

Kalau faktor yang terakhir ini, mungkin kamu bisa baca-baca di beberapa artikel dari pihak yang lebih profesional. Intinya, faktor ini memang ada. Ketika muncul kode genetik yang unik, seseorang bisa lebih cenderung jadi gay.

Selain itu, faktor hormon kehamilan ibu juga mempengaruhi seseorang lahir dalam keadaan memiliki orientasi homoseksual. Hal itu bisa dituntaskan, asalkan lingkungan tidak mendukung dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar.

Meski faktor genetika itu ada, namun jika lingkungan yang membentuk seseorang itu baik, tentu seseorang nggak bakalan jadi gay.

Ciri-Ciri Gay (Bukan Analisis Beneran)

Selanjutnya, saya akan bahas ciri-ciri gay menurut beberapa teman yang pernah cerita ke saya, wkwkwk…

Ciri-ciri ini sebenarnya hanya sebuah spekualiasi umum. Karena memang tidak ada ciri paten yang mengindikasikan (menjadi faktor penentu) gay tidaknya seseorang.

Langsung saja, inilah beberapa ciri-ciri yang mungkin saja bisa kamu jadikan indikator:

  • Suka genit pada cowok
  • Sering memandang cowok pada bagian tertentu
  • Mengagumi cowok yang cool
  • Dekat dengan banyak sekali cewek, tapi biasa saja
  • Alay dan fashionable
  • Memiliki satu tanda identitas tertentu

Beberapa ciri diatas perlu saya garis bawahi, hanya spekulasi. Jadi, tidak ada sifat paten dari beberapa ciri di atas. Faktor lain yang menjadikan kemungkinan seorang cowok adalah gay adalah ikut di grup WA gay. Hehe…

Logika Ekstrim Kaum Gay

Ada banyak hal aneh yang mungkin bisa anda temukan dari kaum pelangi ini. Beberapa hal itu tentu tidak bisa dikatakan abnormal dari manusia biasa. Apa saja hal-hal ekstrem yang ada dalam dunia kaum gay?

1. Istri bukan Jaminan

Apakah seorang gay pasti tidak memiliki istri?

Belum tentu. Seorang gay terkadang memiliki logika formalitas ketika memiliki istri. Ya biar masyarakat tidak terlalu kejam mencibirnya.

Karena di masyarakat sudah dipatenkan konsep jika “seorang gay tentu nggak punya istri, lha wong mereka suka sesama jenis kok…”

Padahal tidak demikian. Memiliki istri bukanlah jaminan seseorang bukan gay. Mungkin saja istri itu hanya dijadikan penutup saja, biar kaum gay masih memiliki ruang di sosialitas masyarakat.

Jadi, karena mereka terkadang juga punya istri. Orang gay tentu juga bisa memiliki anak. Ya itulah, memang kenyataannya demikian…

2. Dimana Enaknya?

Semua orang normal tentu mikir, “Kan pisan sama pisang, apa enaknya sih?”

Ya emang pisang sama pisang, tapi buktinya banyak lho orang yang memiliki orientasi homoseksual. Berarti kan, mereka memiliki satu titik kenikmatan ketika menjalani seksualitas dengan sesama jenis.

Kaum lesbi juga demikian, dimana enaknya?

Ya nggak tahu… Bukti eksistensi mereka yang menggurita, berarti mereka memiliki satu titik yang nikmat. Pasti itu.

Namanya aja kaum sodomi, jadi ya lewat belakang pun nggak masalah. Entah itu menyebabkan penyakit atau tidak, namanya saja orientasi seksual yang abnormal…

3. Tanpa Konsekuensi Anak

Ini adalah logika yang sederhana. Kaum gay nggak memiliki potensi hamil ketika mereka berhubungan seksual. Bisa dikatakan, ini adalah satu motivasi yang besar bagi mereka.

Menikmati penyelewengan orientasi seksual tanpa konsekuensi komitmen dan tanggung jawab. Bukankah hal itu salah satu motivasi terbesar kaum gay?

Seks dengan lawan jenis tentu sebuah nikmat, namun memiliki konsekuensi punya anak. Beda jika seseorang memiliki orientasi seksual dengan sesama jenis. Hmm… benar-benar parah!

4. Dekat dengan Pergaulan Bebas

Kenapa bisa dibilang seperti itu?

Karena gay adalah jenis manusia yang memiliki komunitas. Pesta gay di Apartemen Kuningan merupakan satu bukti, jika kaum gay cenderung memiliki kedekatan dengan kehidupan bebas.

Nggak ada yang menjamin, satu gay hanya berhubungan dengan satu gay. Karena konteksnya adalah “Pesta”. Namanya pesta ya bersenang-senang dan melakukan apapun dengan bebas. Hal inilah yang berbahaya.

Sehingga, gay adalah satu keabnormalan yang harus diluruskan.

Perspektif Agama Islam melihat Gay

Tentu islam sangat melarang kelainan orientasi seks ini. Pertimbangan agama ini tentu secara logis memiliki dasar yang kuat.

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?”

[Al-A’raaf: 80]

Dari dalil di atas, sudah sangat jelas, agama melarang LGBT dan sejenisnya. Adapun beberapa alasan logisnya adalah sebagai berikut:

1. Fitrah Kehidupan

Laki-laki diciptakan untuk perempuan dan sebaliknya. Memang, secara fisik maupun sosial manusia berjenis laki-laki dan perempuan. Maka keduanya harus berkolaborasi halal untuk terus melanjutkan keturunan.

Itu adalah sebuah fitrah asli, maka jika seseorang melakukan tindakan seksual dengan sesama jenis, itu adalah sebuah tindakan yang melampauhi batas.

Ingat lho, meski demikian tetaplah zina dengan lawan jenis adalah tindakan yang melampaui batas juga. Jadi, tidak ada istilah, “Mending zina sama lawan jenis daripada sesama jenis.” Keduanya hina dan harus dijauhi!

2. Bahaya Kelainan Seksual

Kamu harus tahu, jika orientasi seks yang salah akan melahirkan banyak penyakit berbahaya. Mulai AIDS hingga Raja singa. Jadi, kamu harus memperhatikan hal ini.

Secara kesehatan sudah sangat jelas jika kelainan seksual ini berbahaya. Maka nggak heran jika agama melarangnya.

Jika sudah tahu seperti ini, maka kamu harusnya menghindari lingkungan yang seperti itu. Selain bahaya bagi hati dan mental kamu, kelainan seksual juga berbahaya secara kesehatanmu.

3. Hilangnya Moralitas Masyarakat

Ketika sesuatu tidak diletakkan pada tempatnya, maka ketidakseimbangan tentu akan terjadi. Sama halnya dengan orientasi seksual. Ketika homoseksual terus dibiarkan dan dimaklumi, maka terjadi hal-hal seperti dibawah ini:

  • Kehancuran konsep moralitas laki-laki perempuan
  • Pernikahan sesama jenis
  • Suami yang bertransformasi menjadi gay (menghancurkan keluarga)
  • Kejahatan seksual anak-anak meningkat
  • Tatanan moralitas masyarakat akan rusak

Jadi dari situ sudah jelas, kenapa gay dan LGBT itu dilarang. Karena dampaknya sangatlah buruk sekali.

Ingat, “Kambing jantan aja tahu siapa pasangannya, masak cowok yang punya otak dan logika, tidak tahu sih?”

Jangan Dibela Cuy…

Pada bagian terakhir ini, saya ingin mencoba meluruskan hal yang tidak saya setujui.

Terkadang, orang normal (karena rasa kemanusiaan), merasa iba dan membela kaum gay. Mereka menganggap orientasi kaum gay itu asli (fitrah dari Tuhan), tidak bisa diubah, dan sudah melekat dari lahir.

Hal itu tentu salah, orientasi seks pada sesama jenis ini bisa diubah. Memang sulit, bahkan sangat sulit. Namun tidaklah mustahil, tetap bisa dirubah.

Asalkan tidak terus-terusan didukung dan dibela, mereka bisa diarahkan ke jalan yang lebih benar. Jika mereka dimaklumi, dibiarkan, dan dibiarkan bereksistensi, maka sistem agama dan sosial ini bakalan rusak, beneran deh…

Namun bukan berarti kita tidak peduli pada mereka. Tetap kita wajib menganggap mereka sebagai saudara, maka dari itu tugas kita adalah mengingatkan. Bukan mendukung bahkan membela mati-matian mereka.

Walaupun kita nggak memiliki daya untuk mengubah mereka, ya lebih baik diam. Jangan malah membela kaum sodomi yang telah melampaui batas…

***

Intinya, kaum gay itu nyata. Link grup WA gay juga sangat banyak. Maka dari itu, kamu harus benar-benar mawas diri untuk dengan eksistensi kaum sodomi ini. Mereka semua pasti bisa sembuh, maka jangan terlalu dibela…

*Salam dari sahabatmu

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *