Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Live Streaming Sambil Ngomong Anjay: Memang Nggak Bisa Santai Ta?

2 min read

Terus ada yang ngusulin ngomong ‘anjay’ akan dipidana. Coba deh, kalau kamu live streaming sambil ngomong anjay, wuh langsung kena dua pasal.

Beberapa hari lalu, pihak RCTI usulkan aturan kepada pemerintah tentang penyiaran yang hilirnya ‘melarang penyiaran atau live streaming ilegal’. Terus ada yang ngusulin ngomong ‘anjay’ akan dipidana. Coba deh, kalau kamu live streaming sambil ngomong anjay, wuh langsung kena dua pasal. wkwkw…

Kalau pemerintah beneran tetapkan usulan itu jadi sebuah aturan yang memiliki payung hukum, maka negara ini bakalan ruwet. Kenapa?

Karena hal itu sangatlah sepele. Dalam hati pun, saya nggak suka kok kalau ada orang yang buat konten sampah. Saya juga nggak suka orang yang ngomong ‘Anjay’ . Tapi ya nggak dipidanakan juga dong kalau hanya karena Anjay…

Penyiaran: Bahas Kasarannya Aja

Saya nggak terlalu paham tentang hukum detail dari usulan pihak RCTI itu. Tapi kita bahas kasarannya aja. Misal nih, usulan itu diterima dan live streaming tidak boleh, maka:

  • Youtuber bakalan nggak terima, karena aturan itu membatasi konten mereka
  • Anak-anak alay bakalan susah berkreasi, wkwkwk
  • Kalau lebih detail, video call yang nggak resmi bakalan dilarang
  • Media bakalan tertutup dan termonopoli
  • Pokoknya susah!

Oke, mungkin bagus tujuannya. Agar tidak ada konten yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang. Tapi, bener gitu ta niatnya???

Saya rasa nggak. Tentu ada niat lainnya. “Jangan-jangan, ini tentang ratting?”

Di zaman sekarang, netizen itu sudah pinter.

Selain pinter nge-hujat, mereka juga pintar menilai. Mana konten yang baik dan mana yang buruk. Meski terkadang nggak menerapkan pengetahuan itu. Konten buruk ya buruk aja. Tapi tetep ditonton.

Jadi, nggak perlu deh rasanya ada aturan kek gitu menurut saya…

Saya Juga Nggak Suka Orang Ngomong Anjay

Beneran. Secara pribadi saya nggak suka orang yang ngomong ‘Anjay’. Apalagi yang lugas banget. Karena kesannya, kata itu adalah plesetan dari ‘Anj1ng’. Malah terkadang, saya menganggap dua kata itu (anjay dan anj1ng), memiliki makna yang sama.

Meski saya nggak suka, tapi ya nggak sampai masuk ke pidana. Saya nggak suka dan ya udah. Itupun hak semua orang ngomong gitu.

Apalagi hal ini juga berhubungan dengan niat.

Walaupun kamu bilang anjay, anj1ing, jankrek, 4su, janttiit, ataupun umpatan lain, kalau niatnya mengumpat ya dosanya sama kan? Bener nggak?

Tapi terkadang, ya bikin gemes itu. Ketika semua kata umpatan itu sudah terlalu sering dipakai, hingga merasuk ke ruang lingkup urusan sehari-hari.

Bahkan nggak niat mengumpat pun, terkadang temen-temen latah bilang kata-kata keji kayak ‘Anjay dan temen-temennya’. Hal inilah yang pada dasarnya tidak boleh.

Masalah itu Jangan Dibesarkan

Satu hal yang sulit dipahami adalah, “Kenapa sih, manusia suka mengobarkan masalah, bukan meredamnya?”

Itulah yang bikin kacau sebenarnya.

Usulan pihak RCTI

Kalau ada konten YouTube atau media apapun, live streaming dan melanggar Undang-undang, ya udah, penjarakan dia atas pelanggaran undang-undang itu. Cukup..

Manusia itu tempatnya salah kog. Kalau khilaf itu ya diingatkan, kalau sengaja khilaf ya dihukum. Kalau semua penyiaran yang nggak legal (nggak ada badan hukumnya), tidak diperbolehkan, ya mana bisa negara ‘yang katanya’ demokrasi ini benar-benar berdiri merdeka?

Mungkin konten sampah itu merusak moral, merusak produktivitas, dan bikin ketagihan. Tapi kan, ya nggak perlu disamaratakan semuanya. Seolah-oleh semua hal yang tidak resmi itu tidak baik. Ya kan ndak boleh gitu dong…

Anjay itu Memang Anjay

Dulu paman saya bilang, “Kalau sepupumu misuh (mengumpat), kaplok (tampar) aja. Halal!”

Pamanku nggak bilang, “Kalau sepupumu mengumpat, pidanakan dia!”

Mengumpat adalah permasalahan. Tapi solusinya sudah jelas. Diingatkan terus Dibiasakan. Itu aja!

Jadi, nggak perlu dong, harus dipidanakan. Coba kalau beneran ada payung hukumnya.

  • Penjara bakalan full dong
  • Orang jadi males ngomong
  • Ngopi jadi nggak kerasa kebebasannya
  • Gampang banget mempermasalahkan orang lain

Nggak lucu dong, kalau ada dua orang di penjara ngobrol:

  • Tahanan 1: “Kenapa loe dipenjara?”
  • Tahanan 2: “Kepencet tombol live streaming YouTube. Kalau loe?”
  • Tahanan 1: “Ngomong Anjay”
  • Tahanan 2: “Anjay!”

Esoknya, tahanan 2 itu masa tahanannya ditambah, karena dia ngomong ‘Anjay’ di dalam penjara.

‘Kayaknya’ ini Nggak Sepele

Jangan-jangan nih, ada hal yang tidak terungkap, seperti:

  • Ada kepentingan orang-orang kaya untuk menguasai media
  • Ada orang yang ingin menutup kebebasan berbicara
  • Ada seseorang yang ingin memonopoli satu komoditas digital
  • Ada ‘sesuatu’ yang dicairkan dari permasalahan ini
  • Dan ini semoga tidak ada, Ada ‘hal’ yang ingin disahkan di balik penyiaran dan anjay ini

Jangan-Jangan Ini Pengalihan Isu

Saya terlalu awam untuk memahami politik. Jadi, ungkapan ini hanya opini. Ya cuma ‘kemungkinan’. Selain itu, saya juga nggak ngajak kamu untuk percaya…

Karena terkadang, hal-hal yang menggelegar dalam tempo yang singkat, sengaja dibuat untuk menutupi satu hal tertentu.

Ketika mata semua orang sibuk memikirkan hal-hal yang nggak penting seperti, ‘Anjay’ dan ‘Inovasi aturan penyiaran’ itu, ada Undang-undang yang disahkan. Nah kan…

Ketika rakyat lengah dengan satu isu, pemerintah terus nyuri-nyuri satu momen, sehingga tiba-tiba disahkan. Terus, rakyat bingung. Perwakilan rakyat juga ternyata nggak bener-bener mewakili. Haduuh… Kasian bet rakyat-rakyat ini…

Kesimpulannya

Nggak ada sih, saya hanya nulis ngawur saja. Coba deh, kita semua jangan selalu terpicu dan terpaku pada satu isu yang viralnya cepat.

Karena terkadang ada sesuatu yang pemerintah jalankan di balik hal-hal yang viralnya cepat.

Sekarang itu, rasanya pemerintah dan rakyat itu musuhan. Padahal untuk memajukan sebuah negara, harus adalah sinergi dan kolaborasi nyata dari rakyat dengan pemerintah (merangkap rakyat juga). Masak ya Live Streaming Sambil Ngomong Anjay dipenjara?

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

One Reply to “Live Streaming Sambil Ngomong Anjay: Memang Nggak Bisa…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *