Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Logikanya Salah, Benarkah Klepon Tidak Islami?

2 min read

klepon tidak islami

Terakhir saya melihat, kata “Klepon” trending nomor 4 di Twitter. Dalam benak saya, “kog bisa?”

Ternyata trendingnya klepon tidak islami ini disebabkan oleh poster atas nama Abu Ikhwan Aziz dengan nada promosi jajanan islami seperti kurma. Entah gambar ini guyonan atau memang serius dipakai untuk promosi, tapi yuks kita tinjau logika berpikirnya…

Stop! Gambar ni Bener Nggak?

Siapa sih Abu Ikhwan Azis? Saya juga tidak tahu siapa dia. Namun walaupun dia benar-benar pelaku pembuat poster itu, dia bener-bener sukses membuat geger warganet, terlebih lagi Media sosial Twitter.

1. Kemungkinan pertama, jika benar gambar itu untuk promosi, maka pembuatannya memang kurang paham apa makna islami dan penggunaanya. Bahkan mungkin orang sekelas Osama bin Laden yang diisukan sebagai teroris kelas dunia pun bakalan geleng-geleng.

Parahnya, di dalam poster itu dia mengajak untuk “meninggalkan jajanan tidak islami”. Wah-wah, ditinjau dari segi mana, islaminya sebuah jajanan?

2. Kemungkinan kedua, jika gambar itu guyonan, maka pembuatnya sukses membuat jagat online geger. Orang-orang awam banget, bakalan searching, “Bener ta, klepon itu tidak islami?”

Orang-orang yang tahu islam dengan baik, pasti ketawa melihat poster itu. Gimana tidak ketawa, mana ada jajanan disemati kesan islami? Makanan ya sematannya haram atau halal. Ditinjau dari zatnya dan cara memperolehnya. Gitu aja kan…

Dasar Hukum Klepon Tidak Islami

Tentu tidak ada. Karena kesan islami dari pamflet disandarkan pada kurma. Bahkan analogi secara ilmu logika dari kalimat ini pun tidak dibenarkan. Klepon itu sebuah jajanan yang dibentuk oleh tangan manusia, sedang kurma dibentuk alamiah oleh kuasa Allah. Harusnya, klepon itu disejajarkan dengan Baklava atau Basboussa.

Kalau kurma dijadikan patokan keislaman sebuah makanan, maka mungkin saja benar. Karena kurma itu identik dengan timur tengah, zaman Rasul, sedang klepon tidak. Namun hal yang paling GeJe adalah, kenapa harus meninggalkan jajanan tidak islami?

Gini aja, “Oke kalau anda mencap klepon itu tidak islami. Tapi kenapa harus juga mengajak orang meninggalkan jajanan tidak islami?”

Sebab kalau islami diartikan ‘bersifat keislaman’ atau ‘identik dengan islam’ maka tentu tidak semua yang tidak islami itu haram. Walaupun ajakan meninggalkan jajanan tidak islami beneran ada, maka seharusnya jajanan yang pertama kali harus ditinggalkan adalah Kue Tart atau kalau nggak gitu makanan KFC. “Kenapa lo, kok klepon?”

Bahan Pembuatan Klepon Apa sih?

Bahan utamanya adalah tepung beras ketan, gula aren, kelapa, dan pandan wangi. Dari zatnya, klepon tentunya tidak haram. Jadi haram ketika kamu mencicipi sebelas bungkus di pasar tapi nggak bayar terus kabur.

Oke, kalau ada orang yang nganggap klepon tidak islami, tapi makanan ini secara dzat tidak haram kok. Jadi, kenapa harus ditinggalkan? Kasian juga orang-orang yang jualan klepon di pasar.

Kalau dibilang ‘Ini Bi’ah’ atau ‘makan klepon itu Bid’ah’ maka yang bilang itu harus kembali mempelajari islam. Perasaan Bid’ah secara syarak itu dipakai untuk ibadah. Jadi makanan itu hanya perlu kamu lihat halal dan thayyib-nya aja ya…

Halal secara zat serta cara mendapatkannya, sedang thayyib itu untuk kebaikan badanmu.

Klepon Tidak Islami Hanya Buat Viral Aja

Entah siapapun yang memuat ini, semoga diampuni dosanya oleh Tuhan. Sebab tidak ada jaminan yang buat orang islam atau orang non-islam. Mungkin saja, kata islami dari kalimat pada poster itu dipakai untuk membumikan kembali bid’ah.

Apa-apa harus islami, sehingga hal-hal yang baik dan mubah yang asalnya bukan dari Arab atau Timur Tengah pun jadi terlihat buruk. Maka, umat islam seharusnya paham dan lebih banyak mendalami ilmu agama.

Analoginya, Al-Quran itu pakai bahasa arab. Terus tulisan himbauan di kamar mandi, toilet di Saudi Arabia pun juga pakai bahasa Arab. Hayo, boleh nggak nulis arab di dalam kamar mandi? Nggak ada hubungannya cuy! Kecuali kamu menulis ayat Al-Qur’an di dalam toilet, itu beda lagi. Ayolah, perbandingan itu harus sepadan.

Jika postingan seperti itu bisa membuat orang islam terpengaruh dan menghindari klepon, maka konflik internal antar golongan umat islam bisa saja kembali memanas. Jadi, apapun latar belakang, tujuan, manfaat, serta isi dari poster itu, orang islam tentu harus cerdas menyikapinya. Maka dari itu, “Jangan ujug-ujug judge ya, dilihat dan dibaca dulu…”

Yuks Berdoa

Hal-hal yang lebih penting daripada membahas klepon tidak islami ini adalah: berdoa agar kita diselamatkan dari fitnah di zaman akhir ini. Daripada membahas islami atau tidaknya, lebih baik langsung saja kamu beli klepon di pasar. Insya allah enak… Kalau perlu beri bonus pada penjualnya.

Saya soalnya suka sama klepon, orang-orang juga makan, ustadz beserta guru-guru fiqh saya juga makan. Kenapa saya nggak? Lha wong enak kog…

Yuks terus belajar, terus membaca, biar khazanah keislaman kita makan kuat…

“Jangan mudah terpengaruh postingan orang! Terkadang semua hanya untuk kepentingan uang dan pecah belah…”

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

One Reply to “Logikanya Salah, Benarkah Klepon Tidak Islami?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *