Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Melawan Standar Kecantikan Dunia

3 min read

standar kecantikan dunia

“Zaman sekarang itu, kalau nggak cantik, glowing, langsing, semriwing, dan mulus mempesona, nggak bakalan dihargai girls!” Kata seseorang.

Kenapa kok pola pikir seperti itu bisa terbentuk? Kenapa istilah ‘cantik’ memiliki standarisasi?

Bukankah cantik adalah hak setiap perempuan? Dia lahir ke dunia, sekaligus lahir sebagai manusia cantik sepanjang hidupnya. 

Kenapa ada standar kecantikan?

Sebuah Penjajahan Gaya Baru

Pada dasarnya, cantik bukan tentang hidung mancung, wajah mulus mempesona, glowing berkilauan seperti bungkus gorengan. Bukan tentang itu!

Semua distandarisasi, sekarang cantik dibuat patokan. “Kalau nggak seperti ini, maka nggak cantik lagi.”

Saya bilangin, “Fetish seorang pria itu beda-beda. Fantasi ketertarikan dan standar kecantikan di otak setiap laki-laki itu aslinya beda. Ada yang suka gemuk, ada yang suka pesek, ada yang suka gini, dan ada yang suka gitu.

Tapi kenapa di zaman ini, cantik kok sepertinya harus kayak yang di tv-tv itu?

1. Komoditas Kecantikan

Pertama dan yang paling utama. Cantik adalah komoditas besar sebagian manusia. Cantik diberikan standar, agar merk dagang kosmetik laku dipasaran.

Cantik harus gini dan gitu. Untuk menjadi gini dan gitu, perlu make up. Dengan begitu, make up laris dibeli dan terus dikembangkan. Agar bisa menyempurnakan wajah yang sehingga mempesona dilihat lawan jenis.

Kenapa ada standar kecantikan dunia?

Agar merk kosmetik dibeli dan dibuat barang wajib bagi setiap orang yang pengen cantik.

2. Biar Insecure dan Nggak Pede

Kenapa ada standar kecantikan?

Agar orang-orang yang nggak masuk kriteria menjadi tidak percaya diri, merasa rendah diri, dan tidak menarik.

Ketika ketemu dengan orang lain, sampai merasa, “Aku nggak pede, aku takut dianggap jelek..”

Ketika hal itu terjadi, maka ‘perempuan cantik’ akan merasa berpuas diri. Dia layak hidup dan layak menjadi wanita. Hal ini yang membuat banyak wanita semakin tertarik untuk membeli merk kosmetik yang mahal-mahal.

3. Kepentingan politik visual

Pernah nggak kamu melihat kulit hitam legam sebagai salah satu standar kecantikan?

Tentu sangat jarang, kecuali standar kecantikan lokal di beberapa negara yang mayoritas penduduknya berkulit hitam legam. Kenapa demikian?

Karena dulu, orang kulit putih benci dengan kulit hitam. Sehingga, wanita kulit hitam tidak pernah dianggap cantik. Apakah hal ini adil?

Tidak tidak. Lha wong semua orang lahir tidak pernah diberikan opsi milih orang tua kog.

Lihat politik apartheid. Orang-orang cerdas yang berkulit hitam, tidak disukai karena dicap tidak cantik sehingga tidak mendapatkan hak berpolitik.

4. Penghancuran Generasi

Kenapa ada standar kecantikan?

Biar generasi muda hancur karena tidak puas dengan wajah dan tubuhnya sendiri. Biar laki-laki merasa istrinya jelek dan ingin cari wanita yang ‘lebih cantik’ lagi.

Inilah dampak ketika kata ‘cantik’ dimonopoli oleh paradigma orang berduit.

Akhirnya tidak semua wanita mendapatkan hak cantiknya. Sehingga banyak wanita yang rela membuang uang, merusak tubuh, dan menghancurkan diri sendiri demi mendapatkan predikat ‘cantik’.

Ketika hal itu terjadi, maka semua perempuan akan berlomba-lomba mencari ‘kecantikan fisik’ sehingga lupa ‘kecantikan hati’ yang pada hakikatnya kecantikan abadi.

5. Merubah Paradigma Laki-laki

Kenapa ada standar kecantikan?

Untuk merusak otak laki-laki, agar memilih perempuan yang ‘cantik luarnya’. Cantik itu tentang mulus wajahnya, indah penampilannya, trendy gaya hidupnya, tebal makeupnya.

Tidak bro! Kita semua sudah dirasuki dominasi propaganda orang-orang yang berbisnis pada produk kecantikan.

Kalau ngincer cantik luarnya, kita tentu nggak bakalan puas dengan satu wanita bro. Karena akan ada banyak wanita cantik, setelah kamu punya pacar cantik.

Padahal, Idealnya:

Pada artikel ini, standar kecantikan yang saya maksud adalah secara global. Secara general dan umum pada masyarakat dunia.

Standar kecantikan nasional mungkin beda, apalagi secara lokal. Kamu bisa cari artikel standar kecantikan setiap negara.

Setelah ini, saya berikan idealnya sebuah kecantikan yang patutnya dimiliki oleh semua perempuan.

1. Cantik itu Relatif

“Cantik itu relatif, jelek itu mutlak” Kata seorang laki-laki.

Hal itu salah, karena istilah jelek yang disematkan pada manusia adalah istilah yang amoral, menghina transendental prinsip ketuhanan, dan tidak memiliki dasar teori sama sekali.

Tidak ada manusia yang jelek di dunia ini. Hanya ada manusia yang kurang sempurna. Ya, semua manusia itu tidak sempurna.

Kata mutlak yang disematkan pada manusia itu juga salah. Sebab manusia pada dasarnya relatif. Apalagi sifat fisik yang dimiliki manusia. Tentu sangat relatif.

2. Semua Perempuan Cantik

Jadi, semua perempuan itu cantik. Lahir sebagai perempuan, artinya dikutuk cantik hingga meninggal dunia.

Konsekuensi cantik apa?

Konsekuensi menyandang gelar cantik adalah memperindah diri. Maksudnya adalah merawat tubuh yang telah dikaruniakan oleh Tuhan itu. Jadi, konsepnya bukan “Mengganti” akan tetapi “Merawat”.

Wanita itu cantik, fisiknya cantik. Kalau dikatakan kurang sempurna, ya memang. Mana ada perempuan di dunia ini yang diciptakan sempurna?

Nggak ada! Jangan tolol mencari kesempurnaan, tubuh manusia itu terlalu kurang ketika disemati kata sempurna.

3. Cantik Itu Unik

Ada cewek yang nggak pernah pakai make up, sering ke sawah, tapi merawat tubuhnya dengan baik. Dia tetap terlihat cantik.

Bukan karena bentuk fisiknya saja, akan tetapi tindak tunduk lakunya, prinsip hidupnya, dan keunikan dia sebagai satu makhluk hidup.

Cantik itu tentang keunikan. Jadi konsepnya bukan tentang ‘standar’ akan tetapi bagaimana usahamu untuk menjadi diri sendiri dan memaksimalkan kesehatan jiwa dan raga yang telah Tuhan karuniai.

4. Kalau Fisik: Cantik itu Pudar

Penyakit yang tidak bisa disembuhkan adalah tua. Kita pasti tua, mustahil terus awet muda. Saya nggak bakalan percaya ada obat yang bisa menyembuhkan tua. Kalau menghambat mungkin ada, tapi kalau menyembuhkan mustahil rasanya.

Ketika tua, wajah keriput. Tubuh membungkuk, gigi hilang, rambut putih, sudah menopause, pokok sudah nggak karu-karuan. “Kalau udah tua, Nggak bakal ada laki-laki muda yang normal mau dengan kamu.”

Kenapa kok nggak mau? Karena fisikmu sudah jelek.

Kalau cantik tentang fisik, maka nenekmu jelek. Maka ibumu jelek. Maka semua orang yang usianya sudah lanjut, maka otomatis akan jelek juga.

5. Standar Kecantikan Paling Benar

Maka standar kecantikan yang paling benar adalah inner beauty. Kecantikan dari dalam.

Kecantikan ini nggak bakalan pudar meski usia kamu sudah ratusan tahun. Bisa terus diobati, terus dipercantik, dan terus ditingkatkan. Perlu keistiqomahan dan perjuangan.

Kecantikan hati inilah yang patut sebagai standar kecantikan dunia.

Dengan hati yang cantik, pasti wajah juga mencerminkan keanggunan, keteduhan, dan dapat menjadi permata yang nyaman dipandang. Sekali lagi, bukan tentang fisik akan tetapi tentang hari yang mencerminkan kecantikan seutuhnya.

Kesimpulan

Rawat fisik, rawat hati.

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

One Reply to “Melawan Standar Kecantikan Dunia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *