Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Perspektif Industri Pornografi, Stop Debat New Normal atau Abnormal

8 min read

Pornografi covid-19

Sebelum gua bahas intinya, gua repect banget pada tenaga medis yang benar-benar nggak menyerah dengan kondisi kek gini. “Lupakan omongan mulut-mulut busuk itu, jangan baca apapun dari ketikan orang-orang bodoh itu, kita kuat, kalian kuat, kita pasti temukan solusinya bareng-bareng. Semoga aja…”

Gua lihat berita, twitter, instagram, dan berbagai media sosial lainnya isinya kok topik the new normal. Terus diplintir jadi new abnormal. Entahlah gimana konflik media sosial itu. Bagi gua, nggak berguna.

Entah loe nganggep pemerintah nggak jelas kerjanya, nggak jelas kebijakannya, kodok kampret kembali ricuh, nggak peduli. Gua hanya mikir, “Covid-19 itu nyata, gua coba hindari debat yang nggak nyata tujuannya dan ujungnya apa? Fokus ke pertahanan diri sendiri aja.”

Gua juga udah capek sebenarnya melihat kebijakan pemerintah yang kurang jelas. Memang, menurut gua beberapa kebijakan, kurang siiip gitu! Mungkin beda lagi menurut loe. Nggak usah berdebat juga, kalau mau berdebat, mungkin gua bisa njawab sedikit. Santai, ada kolom komentar, silahkan. Hehehe…

Indonesia, New Normal atau Abnormal?

Loe masak nggak capek lihat serangan virus ini? Gua sih capek. Marah ke pejabat yang pencitraaan juga capek. Sayang banget kan? Jantung gua sudah menghabiskan waktu beberapa jam untuk berdetak lebih keras gara-gara emosi ke beberapa public figure yang nggak jelas dari golongan setan-setan popularitas. Capek dah!!

Sekarang ada wacana lagi, (eh nggak tahu sih ini beneren atau wacana) kalau Indonesia bakalan menerapkan New Normal. Intinya, kita diperbolehkan beraktivitas kayak biasanya, akan tetapi dengan aturan atau protokol dari pemerintah.

Hal ini mungkin aja diterapkan sebab alasan ‘mau gimana lagi, ekonomi bakalan nggak karu-karuan kalau dibiarkan gini terus!’. Memang, kalau roda ekonomi dan interaksi sosial masyarakat tidak segera diputar, mungkin bakalan banyak chaos yang terjadi.

Bayangkan, gimana nasib penjual menengah ke bawah kalau kondisi kek gini terus-terusan dibiarkan? Pasti bakalan susah. Gua mikir gini, “Jangan-jangan, semua orang sekarang sedang nggak tahu harus gimana lagi? Termasuk pemerintah, tenaga medis, dan semuanya.”

Moga pikiran gua itu salah. Tapi kalau benar, wah-wah! Bahaya nich. Jangan-jangan pemerintah beneran mau ambil langkah New Normal and Herd Immunity untuk ‘berdamai’ dengan virus ini?

LIHAT: Indonesia Terserah! Nggak Peduli Lagi Dah…

Beneran! Logika gua berputar, “Apa nggak beresiko besar ya? Tapi kalau tetap diberhentikan sektor offline negara ini, bahaya juga sosial ekonomi masyarakat, berpotensi ada kekacauan. Kok rumit gini ya?”

Sebagian orang mengatakan kalau langkah ini kurang tepat. Sebab kondisi Covid-19 di  Indonesia saat ini lagi memuncak. Ya tapi pemerintah juga mempertimbangkan ekonomi sosialnya. Hayo, harus gimana coba?

Gua juga nggak beneran tahu. Hal ini harus didiskusikan oleh ahli dari tenaga medis dan ahli dari sosial ekonomi negara dan mereka harus ngomong dengan tanggungjawab untuk mengulas sebuah solusi dari masalah ini. Kalau nggak gitu, kayak e bakalan susah.

Sebab kalau tenaga medis gerak sendiri, pemerintah gerak sendiri, semua gerak sendiri, ya nggak jelas alurnya. Ingat, “Ini masalah bersama, sebuah pandemi. Nggak bisa diselesain tanpa kolaborasi dari semua, kita satu negara lho ya!”

Jadi, entah kondisi ini normal atau abnornal, gua juga nggak tahu. Indonesia memang sejak dulu itu kurang normal. Dibilang normal bisa, dibilang nggak normal bisa. Sebab lucunya negeri ini bisa sampai bikin manusia bumi ngakaknya tembus hingga DNA, meluluhlantahkan IQ secara spontan.

Jadi, gua sekarang ingin stop bahas ini! Gua agak bosen dan capek mikir itu terus. Gua ganti pembahasan aja yang lebih menarik yang harus loe ketahui. Ya, semoga menarik sih…

Nah, sekedar hiburan aja, agar otak loe lebih fresh dan bisa berpikir lebih jernih (kalau loe bisa sambil positifnya). Enaknya kita bahas yang ena-ena aja yah…

Perspektif Industri Pornografi Akan Covid-19

Gua mikir, kalau bahas kek gini pantes nggak ya? Tapi setelah beberapa detik gua mikir, gua putuskan untuk tetep bahas. Mengingat, pembaca artikel ini, saya pastikan 97% udah gede dan pernah ngerti edukasi seksual.

Bagi loe yang merasa ini tabu, terus aneh, konten porno, ya nggak papa, loe boleh nggak nerusin bacanya. Nggak masalah kok. Jangan dibaca, sebab dosa apapun setelah baca artikel ini, loe sendiri yang nanggung, gua nggak tanggungjawab! Harus sepakat!!!

***

Loe pernah mikir nggak, “Gimana ya nasib industri pornografi ketika pandemi Covid-19 ini? Apakah bakalana tetap jalan? Bagaimana ya, model new normal mereka? Dan gimana nasib semua subjek yang terlibat dari industri itu?”

Kalau loe nggak pernah mikir, gua bersyukur. Berarti pikiran loe bersih dari noda-noda pornografi. Wah, mungkin loe sekarang mungkin mikir gini, “Lah, berarti penulis artikel ini otaknya liar dan tercemar dong? Masak ngehubungin Covid-19 dengan industri pornografi sih! Apa sambungannya?”

Ya Maap! Sebenarnya otak gua nggak liar. Lebih liar orang-orang insta dan twit. Lebih liar otak tetangga sebelah kanan gua malahan, ketimbang otak gua. Gua cuma kepikiran aja sebenarnya. Terus gua jadikan artikel, ya syukur-syukur nambah informasi bagi loe. Sebab artikel ini bakalan gua buat lengkap. Selengkap apa yang gua ketahui…

Loe bisa bernafas dulu dan menyiapkan mental untuk baca artikel ini. Tarik nafas dalam-dalam, tahan lima jam, loe terus mati. Wkwkwk… Maap, bercanda gua. Okay, lanjut…

***

Fakta Keren Pornografi di Kala Pandemi

  1. Pengunjung Situs Naik

Tahu nggak, traffic pengunjung situs pornografi ketika pandemi Covid-19 ini naik lho. “Wah naik? Ini berarti ada peningkatan. Bagus dong!”

Nggak bagus lah! Hal ini disebabkan, orang nggak keluar rumah, work from home, jadi lebih banyak menghabiskan waktu sendiri di rumah, kamar, atau tempat menyendiri lainnya. (Datanya ada kalau loe mau cari, gua nggak mau carikan. Di Google banyak kok.)

Memang masuk akal sih, kalau pengunjung situs pornografi semakin melecit. Nambah hingga 19%. Bayangkan, loe bisa cari berapa pengunjung situs pornografi dunia per hari dan 19% dari jumlah itu berapa? Angka yang fantastik! Beneran gua nggak bohong…

Ini adalah kabar gembira, untuk kru insdustri pornografi sih… Bukan untuk gua. Sebab, para pengusaha itu, bisa mendapatkan banyak penonton, banyak penghasilan, tanpa harus membuat konten-konten baru yang terlalu banyak. Lho, kok gitu?

2. Kontennya Gimana?

Lha sekarang loe bayangin. Masa, ketika pandemi kek gini, bintang-bintang porno itu mau sih buat konten? Loe mungkin tahu sendiri gimana berbagai adegan itu. Kontak fisik? Jelas! Bahkan kontak cairan pusat penyebaran Covid-19, air ludah? Sering kali.

Jadi, nggak aneh kalau banyak industri pornografi mengurangi konten atau bahkan stop konten. Sebab kondisinya kek gini. Masuk akal nggak? Ya masuk dong!

Ketika physical distancing diterapkan, maka industri pornografi bakalan kehabisan konten. Sebab umumnya, pornografi (dalam fokus video) adalah bentuk interaksi eksklusif dua orang atau lebih dalam skenario dan filmografi.

Menurut berita dari USA, beberapa bintang industri dewasa ini sekarang beralih menuju self video. Jadi, konten-konten yang terbuat adalah konten dewasa bertajuk sendirian. Bentuknya seperti apa gua nggak tahu juga, pokoknya di berita kek gitu dan masuk akal juga di otak gua.

Orang biasa, pegangan tangan aja mikir, berpelukan mikir, cipika-cipika mikir. Mikir sampek 100 kali hingga akhirnya nggak jadi. Sebab covid-19 ini bisa nular dengan jalur itu. Sekarang kalau dihubungkan dengan konten porno, gimana video itu bisa terbuat kalau bersentuhan aja mikir, ciuman aja takut, dan interaksi itu enggan?

Situs porno mungkin penambahan kontennya berkurang, tapi platform sosial self pornografi pasti membeludak tambahan videonya. Sebab banyak bintang porno yang beralih haluan seperti Youtuber.

Buat konten, terus upload di platform seperti Youtube. Namanya apa, gua nggak tahu. Loe cari aja di internet, tapi jangan dibuka, kalau dibuka terus dosa, gua nggak mau nanggung lho ya!!!

3. Industri Lockdown, Biaya Hidup Bintang Porno?

Loe jangan anggap, bisnis tubuh sendiri itu enak. Loe pikir jual diri, divideo terus dibayar itu enak? Nggak! Meski gua bukan pelaku, ini gua kasih perspektif ke loe. Bayangkan, loe kaya, tapi loe nggak punya privasi tubuh? Tetangga loe semua tahu gimana bentuk detail tubuh loe. Enak nggak? Bayangin aja!

Tekanan sosial, populatiras penuh tekanan, malu tingkat neraka, dan kontrak seks pasti bikin loe setiap detik tambah gila, gila, dan gila. Gua yakin, bintang pornografi itu adalah manusia yang memiliki malu maksimal 10% dari manusia biasa dan memiliki seni untuk nggak peduli dengan apapun 10 x lipat dari orang biasa. Itu teori gua sih, tapi mungkin aja kan?

Nah, bisnis tubuh sendiri dalam industri pornografi apakah berhenti ketika pandemi covid-19 ini? Tentu saja nggak dong! Tapi gua yakin, pendapatan mereka bakalan jauh berkurang dari biasanya. Sebab, interaksi mereka dibatasi. Mereka hanya bisa memaksimalkan ke platform yang self video tadi.

Jadi, dapat dipastikan penghasilan mereka juga sama seperti kebanyakan manusia di muka bumi ini, berkurang! Namanya aja, kerjaan, industri, sektor hiburan, bisnis. Jadi, nggak salah kalau penghasilan mereka juga ikutan down.

Dibilang kasian ya kasian, tapi kek gimana gitu yah? Nggak tahu gua harus bilang gimana. Mereka kek gitu ya kerja, disalahkan kayaknya nggak bisa. Tapi menurut gua sih, tetep salah besar sih! Kalau mereka punya skill lain, tapi nggak dimaksimalkan di skill itu. Kok milih jadi bintang seks. Hemm…

4. Akun Premium Situs

Bayangkan, saking banyaknya traffic, ada situs pornografi yang nyediain akun premium gratis khusus negara yang di lockdown. Wah-wah, parah ini! Bayangkan, bahkan situs pornografi itu care pada orang-orang yang dilockdown. Mereka menyediakan hiburan khusus ketika work from home.

Bagi gua, ini beneran gila, yang biasanya akun premium itu berbayar, di beberapa negara yang lockdown bisa diakses gratis. Dari sudut pandang gua, hal ini bahaya. Kalau yang akses orang-orang pasca-nikah semua sih nggak begitu masalah (tapi masalah juga sih). Tapi kalau yang akses budak-budak kecil macam ko rang ni, gua nggak ngebayangin degradasi moral pasca lockdown itu kek gimana?

Gini, menurut internet juga (tepatnya berita dari USA), dengan memiliki akun premium itu, orang bisa akses lebih banyak video dengan varian yang beda, kualitas yang keren, download lebih cepat, dan beberapa fasilitas lainnya. Beneran parah nich!

Dijamin, hal ini bakalan menaikkan pengunjung situs itu lebih banyak lagi. Logis aja, orang pada di rumah, disediakan akun premium situs gratis, dijamin bakalan banyak yang tertarik. Yakin dah!

5. Pembayaran Cryptocurrency

Ini adalah salah satu new normal industri pornografi. Dimana, kalau dulu model pembayaran berlangganan, akun premium, ataupun apalah itu, lewat uang setingkat ATM atau Bank, sekarang sudah lebih canggih lagi, yaitu cryptocurrency, yaitu mata uang digital.

Bayangkan, kecanggihan teknologi ekonomi dan moneter sekarang diadobsi dan dikolaborasi oleh banyak situs porno untuk pemabayaran. Bintang-bintang porno yang membuka streaming, sekarang dikabarkan membuka pemabayaran cryptocurrency. Niat banget bukan?

Loe punya saldo bitcoin, bisa kirim! Loe punya uang di akun tredding, bisa kirim! Pokoknya semakin digampangkan untuk mengakses banyak fasilitas pornografi. Berita ini beneran parah dah. Gua nggak habis pikir, secanggih inikah orang-orang dalam industri pornografi?

Covid-19 ada, tapi sistem industri ena-ena ini kok malah semakin keren aja. Nggak mau kalah dengan sistem pembayaran online untuk bisnis perdagangan lainnya. Wah-wah, kalau kek gini, moralitas dan intelektualitas di masa depan beneran terancam kayaknya.

Gua mengajak ke loe semua untuk menghentikan doktrin pornografi ini. Sebab doktrin ini mengancam moralitas, rumah tangga, hingga kualitas generasi ke depannya. Beneran, gua nggak boong, loe bisa cari sumber lainnya dah.

***

Industri Pornografi Ngeyel Buat Konten? Lawan 2 Pandemi

Loe udah tahu pandemi apa di dunia industri pornografi selama ini kan? Pasti loe tahu. Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ini adalah pandemi yang benar-benar ditakuti (apalagi bagi orang-orang yang terjun di industri pornografi).

Interaksi pemain industri pornografi dengan banyak orang, membuat virus ini nyata tersebar. Nggak heran kalau banyak bintang porno yang terkena virus yang satu ini.

Lebih lagi, virus ini gejalanya nggak langsung. Tapi lama, sehingga meski terlihat sehat, beberapa orang bisa menularkan. Maka dari itu, industri pornografi menerapkan sistem cek 14 hari. Apakah bintang ena-ena itu sehat dan bersih dari HIV. Karena potensi tertular bisa sewaktu-waktu terjadi.

HIV adalah pandemi sejak dulu. Sebelum gua lahir pun itu sudah jadi masalah bintang pornografi. Sekarang, nambah lagi! Bayangkan, industri pornografi benar-benar dipukul oleh wabah ini. Keberanian bintang porno untuk ambil resiko diuji saat pandemi kek gini.

“Kalau tetep mau ambil job, resiko HIV dan nCov-19 semakin besar. Hayo, gimana kalau kek gitu? Semoga aja, mereka bisa tobat dan beralih ke pekerjaan yang lebih bermartabat.”

Kalau gua prediksikan, kayaknya pekerjaan ini bakalan semakin mahal ke depannya. Kalau new normalnya harus mengambil resiko besar akan virus dan kematian, industri ini kayaknya bakalan mahal dan jarang yang mau. Bakalan banyak bintang pornografi yang pindah haluan ke self video. Sebab, mereka ketakutan dengan 2 virus itu.

Nasib Industri Pornografi ke Depannya

Ini pembahasan terakhir mungkin. Jadi, pastikan loe mau baca. Gini, semua bintang porno mungkin aja berharap pandemi ini segera selesai sama seperti orang pada umumnya. Sebab karena virus ini, mereka rehat bahkan stop dari industri ena-ena.

Kalau keamanan (entah vaksin, obat, atau apapun itu) dari covid-19 tidak segera ada, maka industri pornografi bakalan menyesuaikan diri (pake banget). Pekerjaan jadi bintang dewasa bakalan naik gajinya, sebab banyak artis yang rehat.

Gua sih tetap njamin, industri ini nggak bakalan berhenti. Pasti bakalan terus berjalan, terus ada, dan terus menghiasi konten di internet (entah surface web, deep web, ataupun darknet).

Ini hanya teori aja sih, tapi gua yakin ini bakalan segera terjadi. Di zaman canggih ini, manusia bisa menciptakan robot super cangih. Kalau jantung buatan ada, kanapa robot seks canggih nggak bisa ada?

Besarnya arus moneter di industri pornografi, membuat hal ini pasti mungkin. Jadi, kalau orang takut interaksi untuk buat konten, ya interaksinya pakai robot. Robot kan nggak nularin virus? Gimana, teori gua ini masuk akal nggak?

Jadi sekarang, loe nggak usah kaget kalau di masa depan ada kek robot yang benar-benar canggih. Kalau sekarang udah ada, gua nggak tahu sih, berarti gua terlambat berteori. Hehehe…

Parahnya, industri ini bakalan menjadi industri terselubung. Dimana memaksakan orang untuk buat konten (hal ini bakalan parah dan nggak ada norma sama sekali). Tapi semoga itu nggak terjadi dan nggak perlu gua bahas panjang lebar.

Kesimpulannya

Entah kondisi kek apapun, konten pornografi bakalan tetap ada (entah video, gambar, suara, atau apapun itu). Sebab konten ini adalah konten candu! Apapun hal-hal yang berbau candu, pasti dibutuhkan orang yang kecanduan. Sekarang, loe nggak bakalan bisa ngitung, berapa manusia yang kecanduan konten yang satu ini?

Gila! Nggak kehitung lah pokoknya. Padahal, konten yang satu ini memiliki pergolakan sejarah, sistem, dan tujuan terselubung yang nggak bisa gua bahas sekarang. Beneran, ini bukan konten biasa yang bisa  loe anggap B-aja.

Jadi, entah Covid-19 ataupun virus setelahnya. Nggak bakalan menghancurkan bisnis yang satu ini. Nggak bakalan! Bisnis ini terlalu menggurita kuat dalam samudra internet dan media di dunia ini.

Mungkin bintangnya kehilangan banyak pemasukan, tapi kru, tim kreatif, dan produser industri ini bakalan terus kreatif mikir hal-hal baru yang di luar nalar loe.

Industri yang dibutuhkan, nggak bakalan terhentikan!

***

Okay dah, mungkin itu aja info dari gua. Kalau terlihat porno banget, gua minta maap. Gua nggak bermaksud nambah dosa ke loe. Habis baca ini, gua harap loe nggak buat apa-apa. Gua juga nggak mau tanggung jawab terhadap dosa yang loe perbuat setelah ini, sebab gua sudah ngingetin di awal.

Loe share gua terima kasih, loe nggak share nggak masalah. Loe komen gua terima kasih, loe nggak peduli, gua nggak masalah. Hanya tambahan informasi untuk tambah-tambah pengetahuan loe-loe semua. Jadi, jangan suudzon mikir kalau gua mau doktrin loe semua. Loe percaya silahkan, kalau nggak juga nggak masalah. Santuyy banget pokoknya deh.

Artikel ini hanyalah hiburan agar loe-loe semua nggak ricuh terus gara-gara penanggulangan Covid-19 yang nggak selesai-selesai diperdebatkan. Salam senyum dari gua, sampai ketemu di artikel selanjutnya. Semoga kita masih diberikan idup, Terima kasih

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *