Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Ramadhan Bersama COVID-19

4 min read

Lo yakin pandemi ini bakalan hilang lebaran nanti? Gua aamiinin aja deh. Siapa sih yang nggak berharap seperti itu. Semua orang kepengen virus ini segera hilang, secepat mungkin. Kalau perlu besok pun nggak masalah, “Semakin cepat semakin baik!”

Gua itu suka banget dengan optimisme bangsa ini. Tindakannya santai, tapi harapannya besar. Menampilkan sebuah sifat qonaah (menerima) yang begitu tinggi. Mungkin nggak ada yang ngelak sih, kalau harapan adalah sumber kehidupan. Tapi kan ya harus ada action yang jelas juga.

Berharap aja nggak cukup, berdoa terus nggak cukup, berkomitmen aja juga nggak cukup kan? Perlu tindakan eksekusi untuk menciptakan gerak dan kejadian. Bener nggak?

LIHAT: Pendidikan? Jangan-jangan Konspirasi dan Permainan Belaka

Okay lah, gua nggak usah bahas optimisme itu. Di cuitan ini, gua bakalan lebih fokus ngomongin ibrah atau pelajaran yang bisa lo ambil dari pandemi yang mengerikan ini.

Daripada kalian menyesali atau merenungi hal nggak berguna seperti, “Kenapa Pandemi ini bisa terjadi? Kenapa terjadi di masa gua hidup? Kenapa harus kek gini?” Mending kalian mengambil banyak pelajaran untuk nge-les dan menghibur diri agar tak stress-stress banget.

Apa aja sih hal yang bisa lo ambil dari pandemi ini? Hal positif apa aja sih yang bisa sedikit menghibur kegundahan hati kalian? Ni, gua ulas satu per satu. Semoga manfaat bagi lo semua. Kalau nggak ya, nggak masalah. Gua juga nggak peduli!

Fokus Ibadah

Kita ambil sudut pandang umat islam sekarang. Dengan adanya Covid-19 ini, mungkin waktu lo bisa dihabiskan di rumah aja. Jadi, lo semua bisa lebih fokus untuk merbaikin diri, mendekatkan diri pada yang maha kuasa, dan minimal beribadah dengan sewajarnya.

Nggak seperti tahun kemarin yang disibukkan dengan segala urusan dunia yang melalaikan. Sehingga, puluhan jam waktu ramadhan yang penuh pahala lo habiskan untuk mengejar capaian-capaian dunia yang lupa diniati untuk akhirat. Ya kan?

Jadi, di tengah kondisi yang kek gini, kalian harus lebih bisa bersyukur dan berbahagia. Kalian bisa menggapai pahala maksimal di ramadhan ini. Optimis aja, kalau nanti kalian fokus ibadah, pandemi ini bakalan cepet hilang kok. Aminin dong! Nah gitu lho…

Peduli Diri Sendiri

Bagi lo-lo yang kemarin ramadhan disibukkan ngurusin pacar, organisasi, masalah sosial, kuliah, kerja, dan lain-lain. Nah, sekarang itu adalah momen untuk lebih fokus memperdulikan diri sendiri. Kalian lebih bisa menghargai dan memberikan hak tubuh dan jiwa kalian di masa pandemi ini.

Apalagi bagi kalian yang nggak kerja atau bagi kalian yang kerja dari rumah. Covid di tengah ramadhan ini adalah momen menghargai diri sendiri. Kalau lo biasanya tak punya Me Time, sekarang tinggal kalian bagi aja. Kapan waktunya tugas, kapan waktunya istirahat, dan kapan waktunya memanjakan diri sendiri dengan hobi positif dan kegiatan baik lainnya.

Mumpung ada masa pandemi ini, kalian bisa lebih merawat diri kalian. Yang biasanya mandi dua hari sekali, sekarang bisa dua kali sehari. Kan lumayan? Biar nggak bouriq-bouriq amat. Selain itu, kalian yang di rumah, bisa memutihkan tubuh kalian. Kalau nggak ada kepentingan, nggak usah keluar rumah, ada UV-a dan UV-b yang bikin kulit lo terbakar.

Kalau kalian pekerja jalanan, hormat dan respek dari gua yah. Semangat bekerja dan jangan lupa pakai masker dan ketika pulang jangan lupa bersih diri dan cuci tangan dengan sabun. Tetap sabar dengan pekerjaan dan kondisi kek gini, gua doakan semua kita semua memiliki kepedulian untuk saling membantu.

Jalanin Hobi dengan Maksimal

Kabar baik juga bagi kalian yang punya hobi-hobi non-sosial dan kerumunan. Kalau lo hobi baca, ini adalah saatnya fokus meluaskan cakrawala pengetahuan kalian. Bagi yang suka nulis, ini adalah waktu esklusif kalian untuk mengasah kemampuan merangkai kata kalian.

Bagi yang hobi olahraga, ini adalah saatnya mengembangkan bakat-bakat keren kalian. Asalkan jangan sampai membuat kerumunan. Olahraga dengan satu teman. Kakak atau adik kalian sah-sah aja. Bagi yang hobi bongkar pasang elektronik atau mesin, ini saat yang tepat untuk menghancurkan mesin praktik kalian.

Bagi yang hobi jualan online, ini benar-benar waktu yang joss banget untuk melatih, mengasah, dan mengembangkan analisis pasar, strategi promosi, dan pengembangan produk kalian. Kalau lo hobi tik-tokan, Hmm, kalau yang ini gua nggak tahu harus digimanakan? Awokakaka….

Kalau lo hobi masak, masak yang bervariasi. Bantu mama lo masak, itung-itung (bagi yang perempuan) belajar masak untuk menyenangkan hati calon suami. Kalau laki-laki juga nggak masalah, itung-itung latihan bantu istri besok. Ea… Lha wong incaran aja nggak punya kan lo? Jones-jones… Kasian banget.

Masih banyak lagi, hobi yang bisa kalian geluti.

Bahkan, bagi lo yang hobi rebahan, ini adalah saat yang tepat untuk menjadi pahlawan di setiap saat. Dengan rebahan di kamar, lo udah jadi pahlawan sejati. Kurang enak gimana lagi coba? Kalian ni harus sering-sering bersyukur memang. Biar nggak sumpek, stress, dan sakit. Sayang kan kalau sakit, dihinggapi Covid-19 malah jadi masalah kan? Covid-19 itu suka orang sakit lho ya.

Kalau kalian punya hobi bersosial, mohon bersabar ya? Kalian masih bisa berhubungan dengan media kok. Kalian keluar juga boleh, asalkan tujuannya jelas dan nggak buat kerumunan, tentunya dengan menaati peraturan dari pemerintah dan tenaga medis.

Menguji Kesabaran

Ini bagi lo-lo yang punya pacar, gebetan, Doi, atau apalah itu. Ini adalah momen yang tepat untuk menguji kesabaran kalian. Kangen pasti ada kan? Rindu pasti menusuk kalbu, Ingin ketemu untuk kembali melihat wajahmu. Ea… Apaa’an sih!!!

Sabar bro, sabar bray! Corona pasti selesai, Tapi nggak tahu kapan. Kekuatan ikatan kasih kalian diuji disini. Semakin lama menahan rindu, rasa itu semakin hebat merundung nafsumu kan? Ingat, sekarang ramadhan, setan dipenjara. Kalau kalian melakukan hal-hal aneh, ya berarti setannya siapa? Nah, betul kalian udah menjawabnya.

Ramadahan aja disuruh sabar, plus corona lebih sabar lagi, jadi “sabar kuadrat”. Semoga pahala kita semua jadi berlipat-lipat-lipat ganda ya guys.

Jangan khawatir banget ya, media sosial masih ada. Jadi kalau rindu itu terlalu berat, masih bisa menatap meski hanya sekedar layar gatget yang datar.

Ada Cerita Baru

Bersyukurlah pandemi ini ada di zaman kalian. Sebab kalian kalau udah jadi ayah, ibu, kakek, nenek kelak, bisa cerita, “Dulu di tahun 2020, ketika kakek ini masih muda, ada virus menyeramkan cu, namanya Covid-19.”

Bukankan hal itu membahagiakan, plus sambil melihat wajah takut dari cucu kalian. Awokaka… Halu banget yah! Pacar aja belum punya, jomblo ngenes banget, tapi bayangannya udah punya cucu. Lebih baik, dalam kondisi kek gini, kalian perbaiki kualitas sel sperma dan sel telur kalian, dengan makan makanan yang bergizi dan olahraga. Agar anak dan cucu kalian sehat dan kuat (iklan pendidikan seks).

Tapi beneran guys, disamping kehaluan itu, kalian betul-betul bakalan punya ceita baru yang nggak dimiliki generasi Beta (Nggak tahu apa namanya generasi seletalah generasi Alfa). Kalian juga bisa bercerita, pernah jadi pahlawan “Rebahan”. Awokakaka…

Wes tho, lo bakalan ngerasakan hal yang unik di masa mendatang. Maka dari itu, sabar yah! Jangan putus asa, harapan masih besar. Ayo sama-sama lawan virus ini, “Kendalikan, Redupkan, Hilangkan!”

Okey lah guys, itu aja dulu. Kebanyakan bacot kayaknya gua. Bosen kan lama-lama baca. Gua maklumi, soal e lo itu orang Indonesia, yang sebagian rakyatnya terkenal males baca. Budaya literasinya kurang. Sebenere gua juga sih, males baca, semangat baca chat WA.

Semoga pandemi ini segera hilang, ambil sisi positifnya agar nggak stress-stress amat ya…

Kalian paham ataupun nggak, gua nggak peduli! Kalau gua ngomong salah ya mon maap. Kalau gua benar itu kebetulan aja. Sebab, gua nulis ini gara-gara gabut aja. Kalau menghibur ya syukur kalau nggak, ya peduli amat gua.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan semoga lo and gua masih idup nanti, wkwkwk!

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *