Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Yauda! Semua Cowok Sama Aja

2 min read

semua cowok sama aja

Saya merasa cewek yang bilang seperti itu seperti cewek yang sangat berpengalaman. “Emang dia sudah merasakan semua cowok? Sampek bisa bilang semua cowok sama aja!”

Ya, mungkin ‘semua cowok’ artinya adalah semua cowok ‘yang pernah dia temui’ atau ‘semua cowok yang pernah jadi pacar dia’. Aspek samanya tu dari mana sih?

Nah, setelah saya searching di google, inilah beberapa alasan kenapa “Semua cowok itu sama aja”…

Paradigma Kecantikan

Ya, semua cowok sama aja dilihat dari paradigma kecantikan. ‘Katanya’, semua cowok itu kalau sudah punya pacar, tetep aja lihat yang cantik-cantik.

Padahal hal itu normal. Ya memang laki-laki itu suka lihat yang cantik-cantik sebagaimana perempuan suka lihat yang ganteng-ganteng. Cuma perempuan terkadang agak gengsi mengungkapkan hal itu.

Kata cewek, cowok itu suka yang natural (dibaca: cantik, mulus, indah, mempesona).

Tidak Peka

Katanya cowok itu gampang nggak peka. Ya memang, kalau untuk memahami arti semua perilaku dan makna simbolistik semiotika perempuan, laki-laki nggak bakalan peka akan semua hal. Laki-laki bukan dewa, mereka tidak maha tahu segala hal seperti Tuhan.

Cowok hanya perlu dikasih tahu. Ya nggak?

Nyakiti Hati

Katanya, cowok itu sering bikin sakit hati perempuan. Padahal tidak semuanya lho. Buktinya, banyak cewek yang tetap mengulangi hubungan dengan cowok meski dia pernah disakiti cowok lain.

Ya, itu kan bukti kalau semua cowok nggak sama aja. Tapi kenapa kok gara-gara sakit hati sejenak, banyak cewek yang bilang, “Semua cowok itu saja aja!”

Oke, kalau ada cowok yang nyakiti hati kamu. Tapi kan tidak semua cowok bakalan nyakiti hati kamu. Ada ratusan juta cowok yang ada di dunia ini, masak semua diklaim gitu gara-gara ada seonggok cowok yang nyakiti kamu.

Selingkuh

“Cowok itu nggak bisa setia!”

Eits, tidak semua lho ya. Ada banyak kok yang setia. Bisa dicari di Google kalau tidak percaya. Bahkan kesetiaan mereka melebihi cewek.

Masak gara-gara satu pacar kamu selingkuh, terus menyamaratakan semua cowok di dunia ini selingkuh.

Ya mungkin itu alasan kenapa cowok sering disamaratakan. Padahal tidak sama lho. Satu cowok dengan cowok lain mungkin satu satu sifat kepemimpinan yang rata, namun banyak sifat spesifik yang beda.

Coba kalau kita baca sebaliknya, “Semua Cewek Sama Aja”

Maling Nggak Ngaku Maling

“Untuk mengamankan diri dari tuduhan, pelaku seringkali menuduh orang lain terlebih dahulu.”

Nah, jangan-jangan semua cewek itu sama aja. Tapi mereka berlindung pada kalimat, “Semua cowok itu sama aja!”

Berkedok Realistik

Ya, cewek realistik itu bagus. Tapi terkadang cewek matre pun ngaku sebagai cewek realistik. Terus mengambil hukum-hukum sosial untuk menguntungkan mereka.

“Katanya laki-laki pemimpin, masak bayar makan, aku harus ikut iuran.”

 “Katanya kamu sayang, masak nggak mau beliin aku ini sih.”

Ya, banyak cewek yang kek gitu. Tapi tidak saya sangkal jika banyak juga yang tidak seperti itu. Masih banyak cewek yang mikirnya logis untuk kepentingan bersama.

Ribet Banget

Cewek itu identik dengan keindahan dan kecantikan. Kok bisa?

Lihat, kalau mereka nggak pakai make up, rasanya dunia mengancam membunuh dia. Sudah tua pun, rasanya harus menyempatkan diri untuk pakai bedak sedikit-sedikit.

Biar apa? Saya juga nggak tahu. Mungkin biar dipandang cantik oleh orang lain.

Coba kamu yang cewek sangkal hal ini. Kemungkinan besar nggak bisa. Nggak ada mahasiswi yang berangkat kuliah nggak pakai make up sama sekali. Kalaupun ada 1 banding jutaan.

Cowok apa nggak gitu? Ya sama aja. Cowok juga bersisir, pakai pewangi, pelembut rambut, dan lain-lain. Tapi persentasenya tidak sebesar cewek.

Gambaran ribetnya cewek, bisa kamu lihat di Google. Banyak banget kog, hal-hal yang mencerminkan kalau cewek itu ribet.

Cerewet

Stop, jangan emosi dulu. Tidak semuanya kok. Tapi rata-rata.

Apalagi kalau sudah jadi emak-emak. Memang hal itu adalah aspek. Apalagi kalau sudah kumpul sama geng-nya. Wah, yang pendiam langsung berubah jadi mamikos.

Pokok ada aja yang diomongin, ada aja yang dikomentari. Bahan omongannya nggak ada habisnya.

Suka yang Ganteng dan Mapan

Laki-laki terkenal mesum, suka lihat yang natural-natural (kata perempuan, natural itu dibaca: cantik, mulus, indah, mempesona).

Namun perempuan di usia pencarian diri, mereka suka cowok yang ganteng-ganteng. Terus mikirnya halu kemana-mana. Setelah agak dewasa, mereka cari cowok yang mapan, sehat, dan punya wibawa.

Pokoknya, cari cowok-cowok yang sudah tinggal menikmati kebahagiaan. Kalau disuruh menemani dari 0, mungkin jarang banget yang ada.

Terus mereka bilang gini, “Masak ortuku membesarkan diriku untuk diajak sengsara dengan orang lain?”

Lho gini lo, bukan masalah itunya. Kalau cewek hanya ingin menemani ketika cowok sudah bahagia, cowok bakalan cari yang lain. Lha kamu nggak bantu dia apapun lho. Cuma nebeng kebahagiaan.

Kalau kamu berkontribusi penuh terhadap kesuksesan cowok, seorang cowok pasti mikir siapa yang nemani dia ketika susah. Kalau kamu hadir ketika dia bahagia aja, ya tunggu hilangnya keromantisan aja.

Kesimpulan

­Pada dasarnya: Cowok dan cewek sama aja. 

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

2 Replies to “Yauda! Semua Cowok Sama Aja”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *