Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Sindikat Open BO: Kajian Komprehensif Masa Depan Generasi

3 min read

OPen BO

Sekali lagi, saya membahas tentang hal-hal yang agak tabu. Tapi bukan itu maksudnya, akan tetapi lebih pada kajian meluas tentang paradigma, logika, dan interpretasi dari fenomena Open BO ini.

Peringatan: Kalau belum siap iman dan baperan, jangan diteruskan bacanya. Hanya perlu kedewasaan untuk membaca artikel ini. Penulis tidak bertanggungjawab jika interpretasi kamu menyebabkan tindakan dosa.

Dari judulnya, mungkin kamu berpikir penulis ini otaknya mesum, bahas yang tabu-tabu. Saya tegaskan, pembahasan ini bukan pada diri dan mekanisme detail open BO, akan tetapi ditinjau dari pembahasan yang lebih luas lagi.

Khususnya masa depan akhlak generasi.

Open BO Artinya Apa?

Open BO artinya Booking Order atau Booking Out. Pokoknya, PSK menawarkan dirinya kalau sedang kosong. Kosong disini artinya tidak dipakai oleh pria hidung pelangi (sini sama om).

Dari sumber yang saya baca, Open BO berkonotasi terjadi di prostitusi online. Saya bacanya: melebarkan pasar. Kalau rumah prostitusi, hanya beberapa orang mungkin yang tahu. Tapi kalau sudah dibuka di media sosial, tentu jauh lebih luas.

Gimana Mekanisme BO?

Saya bahas hal seperti ini, sebab ada omongan tetangga yang mengatakan kalau ada satu tetangga lain melakukan praktik ini. Itu sih kabar burung, tapi bukan itu intinya. Intinya adalah, sindikat prostitusi berkedok istilah “Open BO” sangat berbahaya bagi nasib akhlak generasi muda.

Sistem detailnya saya tidak tahu, tapi intinya proses akad (transaksi) dilakukan di media sosial. Tetap oleh penjual PSK. Mucikari yang bermain di media sosial, cari mangsa agar membeli jasa layanan S3x.

Jika sistemnya seperti ini, maka PSK itu sendiri sebenarnya mampu untuk menjajakan tubuhnya sendiri kepada orang-orang di media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Whatsapp, dan Instagram.

Open BO Murah?

Ada berita dari suaradotcom, jikalau harga PSK dengan sistem seperti ini bisa sangat murah. Kenapa? Karena di media sosial orang bisa menawar sampai mati. Apa daya jikalau seorang PSK butuh uang, maka mau nggak mau harus diterima meski hanya dibayar Rp 80 ribu.

Bayangkan, hanya Rp 80 ribu untuk menghinakan diri sendiri, memuaskan orang lain, dan mungkin aja mencari kehidupan. Aku tidak tahu harga-harga lainnya dari prostitusi Online ini, tapi dengan bisaya segitu, nampaknya sangatlah murah.

Dibuat hidup dikota satu minggu pun kayaknya tidak cukup. Belum lagi kebutuhan lainnya. Pekerjaan model seperti ini, nampaknya sangat-sangat tidak layak bagi seorang manusia yang bisa berpikir.

Berbahaya! Open BO adalah Ancaman Akhlak

Coba kamu bayangkan, jika yang order tubuh-tubuh yang mucikari tawarkan itu adalah suami kamu, atau kalau nggak gitu adik atau kakak kamu. Parahnya, gimana kalau ayah kamu?

Pasti sangat memiliki efek yang buruk banget. Seorang suami bisa saja berpikir, “Lebih baik sewa PSK murah daripada sama istri yang sudah setiap hari bertemu dan bosan.”

Mungkin, gara-gara Open BO, Open VCS, dan jasa penggugah nafsu lainnya lah banyak keluarga yang rusak dan hancur. Broken Family mungkin aja bisa gara-gara sang suami kepergok selingkuh dengan wanita penghibur. Itu sangat mungkin terjadi.

Belum lagi, kalau anak kamu yang memesan, atau mungkin kamu sendiri yang memesan. Logikanya, gampang banget memesan jasa PSK online ini. Cukup hubungi, temui, bayar. Kayak VCS yang dikatakan banyak orang, cukup hubungi, VCS, bayar.

Dengan sistem yang sangat gampang dan murah itu, nggak heran kalau satu PSK online mengaku sering ditipu. Sudah jual harga diri, rasa malu, dan masa depan, eh tau-tahu ditipu. Sudah berproses jadi hina, dihinakan lagi pula.

Coba kamu bayangkan, bagaimana nasib generasi kedepannya, jika mereka banyak yang ambil jasa Open BO dan dengan hinanya rela menjadi wanita penghibur? Pasti rusak. Akhlak manusia akan semakin hilang hari ke hari.

Bahkan, Artispun Kena

Artis-artis cantik yang lagi kosong jobs, dulu diberitakan juga buka jasa layanan tubuh ini lewat mucikari tentunya. Sang mucikari online melakukannya dengan sindikat besar dengan jaringan yang luas. Bahkan sampai polisi pun turun tangan.

Memang hal ini meresahkan, sebab merusak moral masyarakat. Wanita-wanita penghibur yang sudah masuk ke ranah media sosial yang notabenenya umum, meluas, dan masyarakat, akan jadi benalu yang bisa pelan-pelan mematikan akhlak generasi muda.

Ngomongin Toleransi

Ada beberapa orang yang mengatakan, “Jangan dimarahi. Mereka juga cari uang, tidak boleh disalahkan. Emangnya kamu mau ta menghidupi mereka? Mereka itu cari kehidupan. Jangan kamu salahkan.”

Pemikiran seperti ini salah! Oke, kalau yang mengatakan memiliki dasar yang tepat dengan pengalaman eksklusif yang menjiwai. Mungkin bisa dimaklumi sebab mereka tahu.

Tapi kalau orang biasa yang mengatakan itu, dan mengkoar-koarkannya pada masyarakat lain. Seolah-olah ada kesan kalau menjadi PSK adalah pekerjaan yang juga memiliki kemuliaan.

Seolah-oleh menjadi penghibur ghairah s3ks suami orang adalah pekerjaan yang dibenarkan. Toleransinya agama, ditinjau dari aspek Apapun, syariat sangat melarang jual diri atau malah jual diri orang lain. Mana ada agama (masuknya: islam) membenarkan hal itu?

Jadi, dalam hati saya hanya bisa berdoa, semoga orang yang memiliki pengalaman dan merasakan sebuah keharusan bertoleransi kepada wanita penghibur, tidak perlu menjadikan pengikutnya juga berpikiran seperti itu. Cukup dia sendiri. Sebab setiap manusia, memiliki pengalaman dan pola pikir masing-masing.

Karena kalau dibiar-biarkan, akan terjadi kebenaran relatif. Kebenaran relatif itu berbahaya. Sebab bisa menggerus syariat islam. Seolah tampak, dalil dibawa-bawa, dipelintir, diinterpretasi semaunya, dan ditafsirkan tanpa ilmu yang jelas sehingga terlihat mendukung apa yang dia kerjakan.

Dalil itu pembatas jalan, bukan pembelok jalan. Pembatas itu berdiri kokoh untuk mengatur alur perjalan kita, bukan untuk kita pindah-pindah agar sesuai kemauan kita.

Solusinya Gimana?

Gampang! Imani Tuhanmu dengan keimanan yang jelas. Orang-orang jadi PSK bukan karena takdir mereka seperti itu. Akan tetapi gara-gara kurangnya dukungan dan kemauan dari dalam diri mereka.

Kamu yang bukan PSK, jangan malah mendukung pekerjaan mereka. Kalau bisa bantu, bantu! Jangan bantu dengan cara order, tapi dicarikan pekerjaan. Kalau tidak bisa, dibilangin, tentunya ketika mereka memiliki keinginan untuk bertobat. Jangan kamu ujuk-ujuk bertakbir membabi buta mencemooh mereka.

Dan terakhir, kalau nggak bisa ngapa-ngapain. Doakan! PSK-PSK itu ada lho yang beragama islam dan pernah bersyahadat. Dengan melakukan pekerjaan itu, bukan berarti mereka murtad. Tidak! Kita doakan agar hidayah turun menerangi jalan mereka.

Jangan mentoleransi tindakan mereka, tapi jangan menghujat mereka terang-terangan. Kalau nggak bisa apa-apa, cukup diam dan mendoakan mereka. Gampang bukan?

Arya Hudaraja
Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa