Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Cara Cepat Menjadi Guru yang Baik di Era Modern

3 min read

Jadi Guru yang baik di era Pandemi COvid-19

Guru adalah elemen utama dalam proses belajar mengajar. Kemampuan guru dalam memberikan materi pembelajaran merupakan satu skill wajib yang harus ada. Maka dari itu, menjadi pendidik, artinya harus menjadi guru yang baik.

Apalagi guru di era modern ini. Generasi alpha berkembang dengan cepat, namun memiliki karakter dan masalah yang berbeda dari generasi sebelumnya. Karena hal tersebut, guru dituntut untuk adaptif dan tentunya mampu menyelaraskan kondisi zaman.

Menjadi Guru yang Baik dengan Mudah

Ada beberapa tips dan cara menjadi guru yang baik. Banyak hal yang diperlukan untuk menjadi guru yang baik, apalagi untuk anak SD ataupun jenjang sekolah lainnya. Apa saja hal yang membuat seorang guru dipandang sebagai guru yang baik?

1. Tinggalkan Metode Ceramah

Tips pertama menjadi guru yang baik adalah meninggalkan metode ceramah. Kerap kali, guru lebih suka mendoktrin daripada mengajak peserta didik untuk berdiskusi. Hal tersebut sangatlah salah, karena metode ceramah sudah tidak efektif lagi di era modern ini.

Peserta didik akan jauh lebih care atau peduli dengan guru yang perhatian. Sehingga, guru tersebut bisa melakukan pendekatan terhadap murid-muridnya. Tidak hanya sebatas menerangkan materi di depan kelas saja.

Cara klasik dengan metode ceramah memang efektif pada beberapa materi tertentu. Namun kebanyakan, sudah tidak terlalu relate dengan zaman sekarang. Beberapa hal yang mungkin saja boleh Anda coba agar jadi guru yang baik adalah sebagai berikut:

  • Gunakan campuran komunikasi verbal dan interaksi tubuh
  • Ajak peserta didik untuk berdiskusi tentang materi
  • Melibatkan peserta didik dalam proses perumusan pembelajaran
  • Arahkan ke problem base learning di lingkungan sekitar
  • Jelaskan fenomena sosial dan alam serta melakukan praktikum
  • Jangan terlalu menekan untuk menghafal, lebih ajaklah untuk memahami

Beberapa hal di atas tentu saja sering diajarkan di dalam dunia kampus. Mengingat zaman sudah beda, metode klasik harus segera diganti. Hal tersebut dilakukan tentu saja bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

2. Jangan Sering Memerintah

Salah satu fungsi seorang guru adalah memberikan pengajaran dengan posisi sebagai teman. Karena seringkali, peserta didik lebih mudah paham ketika diajari oleh temannya sendiri. Karena hal itulah, guru harus bisa menjadi seorang teman yang baik.

Seorang teman tentu saja tidak akan menyuruh secara berlebihan. Entah itu menyuruh untuk mengerjakan soal ataupun melakukan kegiatan lain. Apalagi diberikan embel-embel ‘ada hukuman’ bagi yang tidak bisa.

Reward and punishment memang perlu dan penting diterapkan. Namun tentu saja tidak secara berlebihan. Karena jika hukuman diberikan secara berlebihan, hasilnya adalah ketakutan. Peserta tidak malah semangat belajar, malah takut ketemu salah seorang guru.

  • Lebih berikan percontohan agar peserta didik paham
  • Jangan pernah menghukum jika benar-benar tidak diperlukan
  • Lakukan ajakan yang persuasif, jangan menuding dan menunjuk
  • Jangan secara sengaja membuat malu peserta didik di depan kelas
  • Berdiskusilah dengan santai namun jangan hilangkan wibawah Anda

Tips-tips mengajar yang baik dan benar di atas mungkin bisa Anda terapkan. Memang tidak mudah, butuh kebiasaan untuk menciptakan proses pemberian materi menjadi kondusif dan lebih mudah masuk ke dalam pikiran peserta didik.

3. Gunakan Teknologi, Berikan Visualisasi

Peserta didik adalah seorang yang memasuki masa pencarian jati diri. Sebuah masa dimana, mereka lebih suka melihat realitas dan seringkali penasaran pada sebuah kenyataan. Karena hal tersebut, guru dituntut bisa memberikan visualisasi.

Misalnya, ketika Anda menjadi guru kimia dan menjelaskan materi atom, pastikan tidak stag pada buku. Berikan visualisasi dengan media pembelajaran seperti Phet, Virtual Lab, ataupun sejenisnya.

Hal-hal semacam itu akan jauh lebih bisa diterima di dalam otak peserta didik. Dijamin, ingatan teori yang divisualisasikan akan jauh terkenang, ketimbang hanya pemaparan atau ceramah saja. Visualisasi dalam dunia pendidikan itu penting sekali.

Karena tidak semua peserta didik mampu membayangkan sesuatu yang abstrak. Sedangkan dalam dunia sains ataupun humaniora, banyak sekali hal-hal yang bersifat abstrak. Sehingga, akan sulit dipahami jika peserta didik tidak terbiasa menggunakan kemampuan meta-visual mereka.

Guru yang baik di era modern ini, benar-benar dituntut melek teknologi. Tidak hanya untuk mengoperasikan komputer atau PC, akan tetapi harus bisa mencari referensi media pembelajaran terbaru di era modern. Sehingga proses pengajaran jauh lebih efektif.

4. Ajak Praktikum atau Keluar Kelas

Cara menjadi guru yang baik selanjutnya adalah mengajak peserta didik untuk praktik. Jika tidak, Anda coba untuk menambah variasi dalam belajar seperti memberikan materi pembelajaran di luar kelas. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan.

Praktikum adalah metode paling efektif untuk memberikan materi secara clear. Karena dengan praktikum, seorang peserta didik akan jauh lebih paham maksud dari sebuah teori maupun hukum dalam sains.

Tidak perlu praktikum yang rumit, gunakan alat-alat di sekitar lingkungan Anda. Maksimalkan benda-benda bekas yang tidak terpakai. Hal itu malah bisa membuat peserta didik semakin kreatif dalam keterbatasan alat dan bahan.

Dari hipotesis praktikum tersebut, sesekali Anda beri tugas untuk mengembangkan sebuah penelitian sederhana. Berikan edukasi tentang jurnal di internet dan buku-buku referensi, dijamin siswa akan sangat senang dengan metode pembelajaran seperti itu.

Jika sudah memiliki sedikit produk, Anda bisa mengikutkan karya tersebut pada lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR). Jangan lupa pula untuk memberikan motivasi dan reward pada siswa yang berkarya. Tidak masalah jika karya tersebut tidak memenangkan sebuah perlombaan.

5. Tampil Berwawasan dan Kharismatik

Guru yang baik adalah guru yang profesional. Belum tentu, guru yang dekat dengan peserta didik dinilai sebagai guru yang baik. Karena kedekatan yang berlebihan, bisa saja membuat kharisma seorang guru menjadi hilang.

Akhirnya, peserta didik meremehkan proses pembelajaran dan malas mengikuti pembelajaran. Maka dari itu, jangan sampai melakukan kesalahan tersebut. Pastikan Anda menjadi guru yang elegan dan merasa jadi guru.

Jangan sampai kedekatan Anda dengan peserta didik, membuat citra Anda menjadi rusak. Dekat memang tidak jadi masalah, namun harus ingat posisi sebagai guru yang profesional. Jangan lupakan hal tersebut!

Tanpa kharisma atau kehormatan layaknya guru profesional, peserta didik akan sangat sulit menerima Anda sebagai pendidik mereka. Intinya, jadi guru memang tidak mudah. Harus pandai memposisikan diri, sehingga citra seorang guru tidak rusak.

Penutup

Demikian penjelasan cara menjadi guru yang baik di era modern. Mengaplikasikan beberapa tips di atas memang tidak gampang. Perlu konsistensi dan tentu saja keterbiasaan. Namun tidak mustahil untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran.

Intinya, Anda harus pandai memposisikan diri. Menjadi guru yang baik, artinya harus menjadi seorang pendidik yang benar-benar mampu berkomunikasi baik dengan peserta didik. Jika semua guru memiliki semua skill di atas, dijamin pendidikan Indonesia akan semakin maju.

Arya Hudaraja Aku tidak tahu apa-apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *